Dua Kutub Magnet
***
Author Pov
Tepat hari itu, dimana Ayah tirinya datang ke sekolah. Aluna tersenyum senang, suatu hal yang jarang untuk dilakukan oleh sang Ayah untuk datang kemari. Ketika ia dikejutkan oleh reuni antara Ayah dan anak kandung di koridor sekolah. Dia datang, sengaja membuat Kimi merasa buruk untuk berdiri di keadaan seperti itu.
Entah suatu kebetulan atau tidak, ketika Kimi berjalan menjauh, Guanlin datang. Aluna tersenyum lebih lebar menyerukan nama Guanlin dengan riang. Seolah olah membuat Kimi berada di jurang kesepian, semuanya berpihak padanya.
"Dia kenapa?" Satu satunya pertanyaan Guanlin ketika datang, ia berbicara tentang Kimi yang berkaca kaca. Bukan berbicara kepadanya ataupun menyapa dengan sopan Ayah tirinya.
"Daddy, ada Guanlin" Aluna memberi tahu. Namun satu satunya kalimat yang dikeluarkan oleh Ayah tirinya membuat ia terdiam.
"Kimi pasti benci sama Papah" Ayah menunduk, wajahnya sangat bersedih.
Aluna tersenyum kecut, ketika ia merasa matahari mulai menyinari hidupnya dengan terang. Salah, tak pernah sekalipun matahari menyorotnya sebagai pemeran utama. Ia hanyalah orang yang tidak sengaja berdiri di samping gadis yang disinari terang oleh matahari. Walau sekuat apapun ia mencoba merebut semuanya, nyatanya matahari masih berpihak dengan orang yang sama.
Gadis cantik berambut gelombang itu berdecak kesal, menatap langit langit kamar berwarna putih. Semenjak ia menjadi seorang putri kerajaan disini, diberikan kamar yang serupa dengan putri yang asli. Nyatanya, hingga saat ini aroma sang pemilik asli masih tercium. Seberapapun ia mencoba merombak kamar ini hingga sangat berbeda, kamar ini masih identik dengan sang pemilik asli.
Ia berjalan pelan menuju lemari kaca. Membuka pintunya dan menampilkan baju baju yang terbilang sangat bagus sedang tersusun rapih di gantungannya. Aluna berjongkok, mencari sebuah benda yang berada di bawah baju yang menggantung.
Sebuah bingkai foto. Identik dengan masa sekolah, seragam sekolah menengah pertama. Perempuan berambut hitam sebahu yang tersenyum merangkul teman perempuan di sebelah kanan, dan tangan kiri yang merangkul sosok anak laki laki bermata sipit dengan gigi kelinci.
Sekali lagi Aluna tersenyum, dengan dua makna. Pertama, sosok perempuan berambut hitam yang berada di tengah. Bahkan sejak dulu, Kimi selalu menjadi peran utama dalam hidupnya sendiri.
Kedua, fakta bahwa ia rindu.
Rindu ketika ia memiliki dua orang yang benar benar ia anggap teman.
Dia mendapatkan hal hal yang dia inginkan sejak kecil. Seorang Ayah, rumah yang besar, dan baju yang banyak. Namun ia kehilangan dua hal dalam hidupnya.
Teman dan harga diri.
Dua Kutub Magnet
_____
Oh come on! Nggak ada yang lebih menyenangkan di minggu ini selain dua hal. Pertama, ketika sekolah gue memenangkan juara dua dalam FLS2N yang diselenggarakan di sekolah sendiri. Kedua, ketika gue bangun dan membuka mata, menyadari bahwa sekarang hari Minggu!
Minggu!
Jarang jarang gue terbangun dengan senyum lebar yang terpatri di wajah gue, selain umpatan umpatan kasar karena alarm yang berisik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dua Kutub Magnet
Fanfiction[ Book 1 ] #PANCASILA'S UNIVERSE Gue sama Guanlin itu bagaikan dua kutub magnet yang berbeda. Mungkin dia Positif dan gue Negatif. Tau artinya? Iya beda. Beda banget. Gue anaknya nakal, Guanlin anak baik baik. Gue anaknya bobrok, Guanlin perfeksioni...
