23. Berita Hot!

6.7K 999 279
                                        

***

Awalnya gue berniat untuk kembali ke gudang, menemui temam teman gue yang lagi sebat menyebat di sana. Tapi ketika gue kembali, gudang itu sepi dan kosong bersamaan dengan bel istirahat yang berkumandang serta suara anak anak kelas yang bersorak senang. Gue menghela nafas lantas berjalan menuju kelas, mengambil uang habis itu caw ke kantin.

Ketika beberapa meter sampai di kelas tercinta, gue menemukan Seungwoo yang tersenyum manis sembari sesekali tertawa. Gue berdecih dalam hati ketika melihat siswi berambut panjang yang sedamg berbincang dengannya.

Dengan langkah lebar gue berjalan mendekat, sehabis itu tangan kanan gue melayang ke bagian belakang kepala cowok itu. Memukulnya dengan kekuatan batas wajar.

"Aduh! Apaansih lo kimcil?!" Ucapnya mengaduh.

Gue menatapnya tajam. Kemudian gadis di depan tersenyum ke arah gue.

"Halo Kimi!" Sapanya riang.


"Halo Doyeon!" Balas gue sembari tersenyum lebar. Siswi di depan gue ini termasuk most wanted sekolah setelah Kak Hilda dan Kak Irene.

"Seungwoo awas! Nanti yang di Palembang marah loh!" Ucap gue kencang sembari berjalan masuk ke kelas.

Terdengar kekehan yang keluar dari mulut cowok itu. Samar samar gue mendengar ia berbicara manis.

"Bohong itu bohong"

Gue berbalik, dan menenyembulkan kepala dari balik pintu kelas. "Doyeon awas! Seungwoo buaya jahannam! Jangan mau jadi korban"

"Si anjeng! Masuk nggak lo! Nggak usah fitnah! Dosa udah banyak nggak usah nambah nambah!"

Gue menjulurkan lidah, kemudian tersenyum jahil dan masuk kembali kedalam. Di dalam kelas cukup ramai, karena rata rata penduduk kelas gue anaknya agak pendiam, jadi mereka jarang banget ke kantin.

Gue menemukan Squad Vernon di pojok belakang.

"Ih Pinky bawa apa tuh?" Sahut gue sembari mengambil uang dari dalam tas.

"Bawa Coklat! Kimi mau nggak?" Tawarnya.

Gue tersenyum kecil. Lantas menghampiri sekumpulan anak berisik dari kelas gue. "Yaudah deh kalo dipaksa"

"Heleh Predator dasar" Cibir Seungchol sang ketua kelas yang memiliki nama keren Scoups.

Gue menatapnya tajam, kemudian mencomot satu coklat bulat yang masih dibungkus.

"Kimi ambil satu lagi dong buat Daniel" Kata Pinky lagi yang sukses membuat gue melotot.

"NGEEEEEENGGGG" Seru Vernon asik sendiri.

Gue menggeleng prihatin. Pinky yang cantik nan mulus ini aja nggak ditengok sama si nyeti. Memang susah sih ya kalau udah bucin sama satu orang. Peletnya kenceng banget.

"Jangan memulai, mendingan lo peka aja sama si Vernon. Daniel udah kepelet cewek lain soalnya" Ujar gue.

"PELET?!" Teriak Pinky kencang dengan wajah frustasi.

Gue mengangguk pelan. "Bucin bucin bloon gitu, cari yang lain aja"
Gue tersenyum kecil kemudian berjalan keluar menuju kantin.

Seperti biasa, kantin yang besarnya lumayan ini masih juga belum bisa menampung warga warga anak Pancasila. Pantas saja, sekolah gue suka banget dibilangin sekolah sejuta umat. Karena memang mulai dari SD, SMP dan SMA berada di tanah yang sama.

Dua Kutub Magnet Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang