[ Book 1 ] #PANCASILA'S UNIVERSE
Gue sama Guanlin itu bagaikan dua kutub magnet yang berbeda. Mungkin dia Positif dan gue Negatif. Tau artinya? Iya beda. Beda banget.
Gue anaknya nakal, Guanlin anak baik baik. Gue anaknya bobrok, Guanlin perfeksioni...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
____
Hari pertama masuk sekolah di semester dua. Biasanya sih, semester baru bagini pada kinclong penampilannya. Secara kan liburan pasti pada tambah putih, beberapa ada yang tambah hitam. Sepatu baru, seragam baru, tas baru, ya kira-kira begitu. Tapi, buat anak kelas 10 aja sih. Modelan Bobby si kaya tapi ngirit mah nggak berlaku.
Seragam nggak sobek aja masih syukur, kalau bisa di pakai terus sampai lulus.
Tapi, siapa sih yang pede pakai baju seragam udah menguning.
Masuk tanggal 2 itu bukan hari Senin, tapi hari Rabu. Jadi, gue sih berharapnya nggak usah ada upacara. Eh ternyata di grup Penyelamat Pancasila si Samuel anak kelas 10 bilang, bakal ada baris berbaris sebentar. Katanya kepala sekolah mau pidato menyambut tahun baru.
Yaudah, gue telat-telatin aja. Palingan ngomongin resolusi tahun 2019, Pancasila mau nya begini-begitu, pasti ujung-ujungnya murid kayak gue dan yang lain di sentil dikit di dalam pidato.
Jadi, kami sekelurahan penyelamat Pancasila mengucapkan bodo amat. Nggak mau denger dan nggak mau tau juga hehe.
Hari ini gue manjat pagar belakang, kebetulan bersama satu kecebong sepermainannya Bobby. Yaitu Hanbin, si ketua Jomblo Pancasila angkatan kita.
"Bin, tahun 2019 nih. Nggak mau melepas status jomblo?"
"Sorry aja nih, gue nggak jomblo tapi solo. Btw, kaca murah Cil lo nggak ada niatan mau beli?"