64. High School End

4.4K 925 199
                                        

____

Play School 2015 ost. Baechigi ft punch

Fly With The Wind

____


Mata gue terpejam dengan rambut yang bergoyang mengikuti arah angin. Tangan gue berada di pembatas besi, sinar matahari yang tak terlalu panas menyentuh kulit gue yang kini kian menghangat. Sedetik kemudian mata gue membuka menatap bangunan-bangunan dari atas, tepatnya atap sekolah. Setelah selesai mengerjakan soal tadi gue lengsung ngacir kemari, meninggalkan Pinky teman sebangku gue yang memanggil-manggil.

Ah bingung ya? Teman sebangku gue kan harusnya Seungwoo Adrian. Semenjak naik kelas 12, semua kelas dirombak dan gue nggak sekelas lagi sama Seungwoo. Sedih ya? Padahal tuh anak paling ngertiin gue dari kelas sepuluh, tapi malah kepisah kelas di tingkat akhir.

Tapi tenang aja, kami masih sering ngumpul setiap jam istirahat. Beli kerupuk jablay sebanyak-banyaknya, membuat kantin ramai dan berisik, masih tetap sama kok. Bedanya kawanan kami seperti Arka, Bara, Sonny, Aldio, Ethan sama Alex udah lulus. Menyisakan kami beserta penyelamat angkata 24 yaitu temen-temennya Seonho Bimantara.

Sekarang kehidupan SMA gue nggak sesantai seperti dulu. Sekarang kami udah kelas tiga, sebentar lagi Ujian Nasional. Gue bimbel di dua tempat, belum lagi pendalaman materi dan tugas-tugas. Waktu malam gue kebanyakan dipakai untuk belajar ketimbang gabut keliling Jakarta sama Zacky seperti biasanya.

Gue juga udah mulai membuat daftar kampus negeri beserta jurusannya. Gimana? Kimi yang dulu bukanlah yang sekarang hahaha.

"Kimcil!" Well, tetap aja masih ada mulut kurang ajar yang memanggil gue Kimcil. Contohnya Bobby. Gue menoleh dan berkacak pinggang ketika terselip rokok di tangannya.

"Yang lain mana? Ngerokok mulu, bosen hidup ya lo?" Bobby masih sama, dia masih nyolot dengan mengulang kalimat gue dengan suara ceweknya. Memang bangsat.

"Iya nih bosen, si Lisa nggak masuk hari ini jadi ada yang kurang. Ada kangen-kangennya gitu" Minta di timpuk nih orang. Sampai sekarang gue masih heran si Lisa masih bertahan sama teman gue yang bobrok ini.

Si Lisa hari ini nggak masuk jadi ada yang kurang

Gue tersenyum kecil kemudian memukul kepala Bobby membuat ia mengaduh. Gue mengabaikan makian kotornya dan kembali beralih menatap hamparan luas bangunan di area sekitar sekolah gue.

Dulu gue selalu bilang gini ke temen-temen yang lain.

Hari ini Guanlin nggak masuk, gue jadi galau

Ada yang masih penasaran dengan hubungan gue dan Guanlin?

Kami memang sudah putus semester lalu. Di tempat dimana gue berpijak saat ini. Tapi kami tetap berhubungan baik sebagai teman. Kelas kami masih berbeda, dan gue masih curi-curi pandang ketika kelasannya lagi pelajaran olahraga. Pernah waktu itu Guanlin tak sengaja menatap ke arah kelas IPS di lantai dua, dimana gue tengah berkumpul bersama teman jahanam lainnya.

Gue melambai heboh. "GUANLIN SEMANGAT OLAHRAGANYA!" dan gue masih nggak tau malu seperti biasanya. Biasanya Guanlin tertawa lebar dan membalas lambaian tangan gue atau sesekali dia membalas sambil teriak juga.

"KIMI JANGAN BOLOS! KELAS LO UDAH ADA GURU!"

Biasanya gue langsung disorakin sama yang lain. "EMANG LIN TAMPOL AJA KALAU UDAH NGGAK NURUT" June menambahi dengan wajah tanpa dosanya. Temen gue masih suka amnesia kalau gue sama Guanlin itu udah putus.

Dua Kutub Magnet Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang