______
Selama tiga hari ini gue sibuk membaca buku dan berita. Mencoba mengerti permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mencernanya dengan baik. Kira-kira solusi dan tanggapan apa yang dapat gue berikan. Guanlin banyak membantu, pacar gue itu setiap malam selalu ngirimin materi dan berita yang akan gue baca ketika tengah malam.
Setiap hari juga dia ngajak bicara pakai bahasa Inggris. Katanya biar gue terbiasa. Bobby sama Seungwoo sampai pusing di buatnya, mereka berdua nyuruh gue jauh jauh kalau lagi sama Guanlin. Pusing dengernya katanya.
Waktu itu June sampe ngomong ke Daniel.
"Si Kimi sama Guanlin saban hari ngomong bahasa Inggris, tuh anak lama lama jenius nih kalau deketan mulu sama si Kuali"
"Memang bener ya pinter itu nular" Paling Daniel cuma jawab gitu doang.
Hari ini adalah waktu dimana para guru menyeleksi murid-murid yang akan pergi mewakilkan lomba denat Inggris minggu depan.
Kontestan berjumlah sepuluh orang. Itu pun yang mendaftar di seleksi lagi lewat nilai rapot bahasa Inggris itu sendiri. Kebetulan, gue lolos tahap satu. Dan berakhir berdiri di balik meja bersama kedua peserta lain.
Sistemnya 6 orang dibagi menjadi dua tim. Tiga orang akan di berikan tema dan topik yang sama. Diberi waktu lima menit untuk berpikir. Setelah itu kami semua memberi pendapat dan tanggapan masing masing orang. Untuk anak yang paling aktif maka akan ditentukan sebagai perwakilan.
Sesi pertama di mulai dari Mark, Aluna, dan gue
Lawan gue berat. Ada Mark yang jelas jelas keturunan Kanada, ada Aluna yang tahun kemarin mewakili perlombaan.
Topiknya adalah,
Entering college is the biggest way to get bright future.
Aluna berdeham. Gue sendiri menarik nafas panjang, mata gue melirik Guanlin yang duduk beraama kontestan lainnya. Cowok itu mengangguk penuh keyakinan dan tersenyum lebar pada gue.
"I agree. Why? Lecture become a great opportunity for many people to succeed in the future. Study in the college is like stock, there are some knowledge that can only be obtained from the college"
"Success at this time must hold on to a lot of knowledge. I think college is the best way"
Gue kira Aluna bakalan bilang nggak setuju.
Mark mengacungkan tangannya kali ini. "For me, everyone is successful through many things. Don't have to go to the college, because in the world of work alone nearly 70% of the knowledge from lectures is rarely used. Science can be obtained from everywhere, and for anyone who seeks it"
Gue menggigit bibir gue pelan. Tangan ini mulai serasa dingin, membuat gue memegang erat erat lipatan rok di kanan kiri.
Mrs Mia melirik ke arah gue dan menganggukkan kepalanya, mempersilahkan gue untuk berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dua Kutub Magnet
Fanfiction[ Book 1 ] #PANCASILA'S UNIVERSE Gue sama Guanlin itu bagaikan dua kutub magnet yang berbeda. Mungkin dia Positif dan gue Negatif. Tau artinya? Iya beda. Beda banget. Gue anaknya nakal, Guanlin anak baik baik. Gue anaknya bobrok, Guanlin perfeksioni...
