[ Book 1 ] #PANCASILA'S UNIVERSE
Gue sama Guanlin itu bagaikan dua kutub magnet yang berbeda. Mungkin dia Positif dan gue Negatif. Tau artinya? Iya beda. Beda banget.
Gue anaknya nakal, Guanlin anak baik baik. Gue anaknya bobrok, Guanlin perfeksioni...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Guanlin playing basketball
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Guanlin studied with Kimi in the Library
_____
God has a more beautiful plan than we want. ______
Lai Guanlin. Satu nama itu gue temukan di nametag seorang cowok di bawah teriknya sinar matahari. Dia mengenakan seragam SMP asal sekolahnya, kepalanya ditutupi oleh topi dari karton berwarna merah, modelnya kerucut sama seperti milik gue hanya saja berbeda warna.
Dia satu-satunya orang yang bersinar di antara yang lain ketika baris-berbaris mengikuti kakak PJ dari gugusnya. Matahari.
Gue yang masih berumur 16 tahun itu, langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Cringe, parah.
Gue nggak suka sekolah, nggak suka belajar. Apalagi diri gue sedang masa kritis, sulit, dan menyedihkan. Setahun yang lalu keluarga gue disapu ombak masalah besar, menyisakan gue yang menderita di tepian bersama Ibu.
Gue benci melihat Aluna bersekolah di tempat yang sama.
Apalagi, mendengar bahwa Lai Guanlin si cowok bersinar itu memutuskan untuk berpacaran dengan Aluna di awal kelas 10.
Gue patah hati.
Padahal, gue sudah berniat mendekatinya dengan pura-pura ikutan jadi calon anggota OSIS. Semuanya sia-sia gue berhenti dari tahap seleksi itu. Guanlin resmi jadi anggota OSIS, tampangnya yang rupawan membuat kakak kelas suka membicarakannya.