_______
Langit hari ini cerah banget, gue memutuskan untuk bolos di rooftop sekolah, menikmati angin sejuk yang sepoi-sepoi sekaligus langit siang menjelang sore. Gue udah janji sama Seungwoo kalau pelajaran Bahasa Indonesia ini nggak akan bolos dan nggak akan melewati cerita di setiap pertemuan yang membosankan dari Bu Dwi. Tapi gue ingkar, tuh anak gue tinggalin di kelas.
Belakangan ini hati gue nggak tenang, gue gelisah, apalagi setiap ngelewatin ruang kepala sekolah. Gue nggak tau kapan tepatnya mading akan mengumumkan rapat komite disiplin dari kedua siswi yaitu Aluna dan gue. Grup Lambe Pancasila bakalan rame lagi, gue dan Aluna menjadi topik viral di sekolah.
Mungkin kepala sekolah nungguin Aluna kembali masuk ke sekolah, soalnya ini udah tepat seminggu Aluna nggak terlihat di sekolah. Gue jadi kepo, jangan-jangan Ayah melakukan sesuatu seusai gue kasih tau perihal perbuatan anak tirinya.
Gue jadi pusing sendiri.
Gue menghela nafas pelan, mengeluarkan satu buah permen kaki dari bungkusnya kemudian gue masukkan ke dalam mulut.
"Harusnya gue seneng Aluna bakalan dihukum setelah apa yang dia lakuin sama gue, tapi kenapa gue jadi gelisah gini sih yaampun ribet ya jadi orang baik"
"Siapa bilang kalau elo orang baik?"
Eh? Gue menoleh ke belakang menatap sosok Guanlin yang berdiri di depan pintu besi lebar yang menghubungkan anak tangga dan rooftop.
Gue mengerjap kaget, permen di mulut gue keluarkan dan berakhir gue lempar dari atap ke bawah.
"Sejak kapan lo disitu?"
"Gue itu pacar lo, tapi anehnya gue tau kabar ini dari ruang guru. Lucu ya?" Dia tertawa kecil sebentar, kemudian berjalan mendekati gue.
Gue terdiam di tempat, menggigit bibir pelan, takut Guanlin marah. Dari sekian banyak orang yang deket sama gue mulai dari Daniel, Seungwoo, June, Bobby bahkan Guanlin yang pacar gue, kenapa gue memilih Zacky menjadi orang pertama yang tau hal ini?
Gue baru sadar akan hal itu.
"Terakhir kali gue bermasalah, lo gebukin Helmi sampai masuk rumah sakit"
"Jadi lo nggak suka kalau gue bertindak bantuin lo?"
"Bukan gitu, hubungan gue sama Aluna beda dengan gue sama Helmi. Itu sebabnya gue nggak mau banyak orang yang tau, Daniel, June, Bobby sama Seungwoo bahkan nggak tau"
Gue menunduk, menatap sepatu converse hitam putih yang gue kenakan saat ini. Melihat kilatan kemarahan dari mata Guanlin membuat nyali gue menciut.
"Oh ya? Tapi tetangga lo pasti tau masalah ini"
Gue nggak membantah, memang benar adanya begitu. Terdengar helaan nafas kecil dari Guanlin.
"Waktu gue ngehadap ke Bu Resti, guru-guru lagi rame banget bicarain kalau Aluna tertangkap cctv udah dorong lo dari anak tangga, rapat komite disiplin dilaksanain satu minggu lagi"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dua Kutub Magnet
Fanfic[ Book 1 ] #PANCASILA'S UNIVERSE Gue sama Guanlin itu bagaikan dua kutub magnet yang berbeda. Mungkin dia Positif dan gue Negatif. Tau artinya? Iya beda. Beda banget. Gue anaknya nakal, Guanlin anak baik baik. Gue anaknya bobrok, Guanlin perfeksioni...
