27. Serangan balik Guanlin

6.7K 1K 364
                                        

***

Kebetulan tadi kelas kosong, Bu Resti yang biasanya ngajar bahasa Inggris nggak masuk. Cuman ngasih tugas aja ke kita, disuruh kumpulkan.

Tapi, Seungchol si ketua kelas sendiri yang bilang nggak usah dikerjain. Abis itu Pinky malah ngajak latihan flashmob.

Jadinya gue ikutan maju ke depan sama Seungwoo, mau ngerapihin meja, disingkirin ke pinggir dulu biar kelasnya lega. Mumpung habis ini jam istirahat, jadinya meja bisa dirapihin lagi ketika jam istirahat. Niatnya sih gitu.

Tapi. Yang gerak cuman sebagian doang, sisanya diam aja.

"Warga kelas IPA 2 tercinta! Kita latihan Flashmob yuk mumpung jam kosong" Ajak gue pada anak anak yang sibuk membuka buku Bahasa Inggris.

"Iya latihan yuk! Inggris mah nggak usah dikumpulin, sekelas ini" Kali ini Siyeon yang biasanya judes judes, berbicara manis.

"Lagian mau dikumpulin mau enggak, nggak bakal gue kerjain juga, orang diperiksanya minggu depan" Ocehan Wonwoo disetujui oleh Seungwoo yang udah sibuk geser meja guru ke pinggir.

Gue menghela nafas, tak ada satupun sahutan dari orang orang yang sibuk ngerjain bahasa Inggris di buku mereka masing masing.

"Guys respon dong, kasian yang cowok udah geser geser meja depan, kalian berdiri dulu yuk, latihan aja sebentar, atau enggak perhatiin Seungwoo yang bakal nunjukkin koreografinya ke kalian"

Gue kasian juga sama Seungwoo, soalnya awalnya dia nggak mau bikin koreografinya, tapi gue yang bilangin soalnya itu kan dari ide dia.

Gue juga kasian sama Woozi, Vernon yang udah ngangkatin rak sepatu ke meja belakang. Kasian juga sama Seungchol yang nggak dihargai sama sebagian rakyatnya, apalagi Pinky dan Siyeon yang berkali kali minta tolong.

"Ini kan tugas Bu Resti! Kalau kalian nggak mau ngerjain urusan kalian, kita mau ngerjain tugas aja"

Gue diam, menatap lamat lamat cewek kelas gue yang bernama Namira. Setau gue, dia paling pinter di kelas ini, tapi sepinternya dia nggak pernah nangkring urutan 10 besar peringkat sekolah. Tertinggal jauh sama Guanlin dan Aluna yang menempati atas.

"Tau! Lagian masih lama" Ujar teman sebangkunya, yang gue lupa namanya siapa.

Gue menghela nafas. "Yaudah kalau nggak mau latihan hari ini, kalian liat dulu yuk koreonya, Seungwoo yang buat, kalian bisa belajar dirumah. Iya sih masih lama, tapi kelas lain juga udah mulai nyiapin dari sekarang"

"Iya, malah gue denger kelasnya Mark udah mulai latihan nanti pulang sekolah, mereka mau accoustic" Sahut Sinbi.

"Kelas Daniel stand up comedy, yang maju Bobby sama Hanbin, ya tapi mereka mah berdua juga udah rame, temen temennya banyak ngedukung dan ngeramein nanti" Seungwoo yang dari tadi nggak bersuara ikutan ngomong.

Gue menghela nafas kasar, kemudian mendudukkan diri di samping Pinky yang asik ngedeprak di bawah.

"Gue tau alasan lo Kim kenapa jarang banget main di kelas bareng kita" Tiba tiba Pinky berbicara pelan, sedangkan Seungchol berbicara di depan, menghimbau mereka untuk melihat Seungwoo sebentar.

"Ya begitulah, kelas kita diisi sama anak anak pinter yang ngejar PTN susah payah, sampe sampe harus ngorbanin masa seneng mereka di SMA. Boring banget hidupnya, makanya gue nggak demen"

Tiba tiba pintu kelas terbuka, kepala Lucas dari luar menyembul ke dalam.

"Maap nih tetangga, ada pesan dari pak Azka" Ujarnya pelan, sekaligus berdeham mengetahui atmosfer kurang baik dari kelas ini.

Dua Kutub Magnet Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang