Jam menunjukkan pukul setengah 6 pagi. Ruang makan di rumah Karen pagi ini diisi oleh seluruh keluarga inti dan teman-teman Nath. Mereka sedang menikmati roti panggang isi daging asap dan keju leleh dilengkapi telur. Hari ini Karen harus kontrol ke dokter, jadi Papa mengambil cuti 1 hari untuk menemani Karen sekaligus menjemput Karen. Biasanya, murid yang ijin pulang diperbolehkan pulang pukul setengah 12, sebelum bel istirahat ke 2.
"Nanti kamu pelajaran sebelum istirahat ke 2 apa, Ren?" tanya Papa.
"Geografi," jawab Karen.
"Oh, Papa kira olahraga. Kalo olahraga, tadinya Papa mau suruh kamu bawa tas sekalian ke lapangan. Jadi gak usah ke atas lagi," balas Papa.
"Aku OR jam pertama," timpal Karen dijawab anggukan Papa.
"Nanti jam pertama gue di suruh sapuin kantin tau, Ren," ucap Kenny langsung membuat Papa tersedak, kemudian tertawa.
"Kenapa?" tanya Karen.
"Gara-gara cowok lo ini nih," jawab Kenny melirik Dodit yang sudah siap tertawa kencang.
"Dia aduin gue bawa mobil terus parkir di dalem," lanjut Kenny dihadiahi tawa dari semua orang yang ada di situ.
"Oh, jadi mobil yang parkir si sebelah mobil opa itu punya kamu? Mobil keren kok bannya gembos," jawab Opa terkekeh.
"Kok lo parkir sebelah Opa, Ken? Itukan buat tamu," tanya Karen.
"Kan emang oon," jawab Nath.
Mendengar suara Nath barusan, jantung Karen terhenti untuk sepersekian detik. Karen kira, perkataan Nath barusan adalah untuk mejawab pertanyaan yang ia lontarkan kepada Kenny.
"Biar di kira tamu, jadi gak curiga," jawab Rama mewakili Kenny.
"Terus ketahuannya gimana?" tanya Papa penuh penasaran.
"Aku di tanya gitu, om, parkir di mana. Terus di suruh sebutin siapa aja yang parkir di dalem," jawab Dodit.
"Terus kamu jawab apa?" tanya Opa.
"Ya aku bilang aja, 'Saya parkir di warung belakang. Kalo yang parkir di dalem si Kenny, bawa mobil!". Langsung pada heboh," jawab Dodit polos, kembali membuat tawa semua orang yang ada di situ pecah.
Acara sarapan mereka selesai saat jam menunjukkan pukul 6 lebih 15. Bel sekolah akan berbunyi pukul 6 lebih 55 menit. Jarak dari rumah Nath ke sekolah bisa ditempuh selama 30 menit dengan motor. Jadi, aman. Saat Karen hendak menghampiri Dodit dan yang lainnya di garasi, seorang asisten rumah tangga menghampiri Karen yang sedang berbicara dengan Papa sambil memakai sepatunya.
"Non Karen, maaf. Kok sekarang saya perhatiin, di kamar Non banyak rambut rontok, ya? Non Karen salah pake sampo ya sampe rontok banyak banget gini?" tanya asisten itu membuat Karen refleks menyentuh rambutnya.
Karen menyisir sebagian rambutnya dengan tangan, kemudian mendapati beberapa rambut ikut di sela-sela jarinya. Jumlahnya lebih dari rambut orang rontok biasa, membuat Mbak Erna, asisten rumah tangga yang tadi melotot.
"Yaampun, Pak, itu Non Karen harus ganti sampo kayaknya," ucap Mbak Erna.
"Ini efek kemo kayaknya, mbak. Maaf ya jadi ngerepotin Mbak Erna karena harus sapuin rambut aku," balas Karen.
"Besok habis nyisir aku sapu sendiri aja. Nanti Mbak sediain sapunya di kamar aku," lanjut Karen, merasa tidak enak karena rambutnya menambah pekerjaan Mbak Erna yang sudah banyak.
"Eh, ngga apa-apa Non. Kamu ini suka gak enakan, deh. Itukan emang tugas Mba. Mba cuma bingung kok akhir-akhir ini rambut kamu banyak rontok," balas Mbak Erna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rester [COMPLETED]
Fiksi Remaja[completed story] [highest rank : #3 in SadEnding, 8 July 2019] •°•°•°• "Dit, kenapa lo bisa lengket terus sih sama cewek penyakitan kayak Karen? Kenapa nggak cari cewek lain aja yang bisa di ajak have fun? Karen kan lemah. Diajak main basket aja n...
![Rester [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/129357240-64-k745085.jpg)