14 〰 Baper

8.2K 616 11
                                        

Nath menatap hasil ulangan fisikanya dengan teliti. Ia sedang menyocokkan jawaban-jawabannya dengan milik Gabi. Jam pelajaran ke lima baru saja di mulai dan beberapa menit lalu, mereka menerima hasil ulangan fisika mereka seminggu lalu.

"Nanti malem gue mau pake piyama gambar dora ah Nath," ucap Gabi.

"Trus." balas Nath.

"Terus nanti gue poting rambut jadi kayak dora," lanjut Gabi.

"Trus."

"Terus nanti bawa tas ransel ungu sama boneka monyet," lanjut Gabi lagi.

"Trus."

"Terus nanti nya-" belum Gabi menyelesaikan ucapannya, Nath sudah menyelak.

"Ini gue bener konci." ucap Nath membuat Gabi yang duduk di sebelahnya melotot.

"Ih ngomongnya," ucap Gabi.

Tanpa menghiraukan perkataan Gabi, Nath berdiri membawa dua kertas yang sedaritadi ada di tangannya. Gabi mendapatkan nilai 100, sedangkan Nath 98,9. Entah hoki darimana sehingga Gabi bisa mendapatkan nilai setinggi ini.

"Bu." ucap Nath memberikan kedua kertas itu, lalu menunjuk nomor 18 dimana jawaban dirinya dan Gabi sama, tetapi ia disalahkan.

"Yaampun ibu salah liat! Yaudah sini ibu ganti, maaf ya," ucap bu Regina.

"Absen berapa kamu?" tanya bu Regina membuka buku daftar nilainya.

"22." jawab Nath.

"Sudah," ucap bu Reguna lagi mengembalikan kertas itu.

"Saya ijin toilet." pamit Nath tidak mengambil kembali kertas yang tadi ia berikan, lalu melangkah keluar.

Nath langsung bergegas ke toilet laki-laki yang ada di ujung koridor. Nath melewati kelas Dodit yang kebetulan berdekatan dengan toilet. Keadaan kelas itu hening, yang biasanya ramenya gak karu-karuan. Melihat keadaan toilet yang kosong, Nath langsung saja masuk ke sana. Oh iya, hari ini Nath berulang tahun ke 17 yang artinya h-25 Natal. Seperti yang sudah-sudah, sebagian besar anak angkatannya mendiami Nath seakan-akan hari ini tidak ada apa-apa. Classy.

🍌🍌

"Gimana ini Dit, kita di keluarin?" tanya Karen duduk di bangku panjang depan kelasnya bersama Dodit.

"Masuk aja minta maaf," jawab Dodit membuat Karen menggeleng keras.

"Ngapain udah di usir terus mohon-mohon udah kayak pengemis," balas Karen sewot.

"2 jam pelajaran ngegabut nih," ucap Dodit menggaruk rambutnya.

"Handphone gue di tas lagi," gumam Karen merogoh saku roknya.

Mendengar itu, Dodit mengeluarkan handphonenya dari saku lalu menyodorkan handphone itu ke Karen.
"Mau main hp? Nih," tawar Dodit.

"Gausah, nanti disita. Kita ke kantin aja yuk mau makan nasi," ajak Karen membuat Dodit tersenyum lebar lalu memgangguk.

Mereka berdiri, lalu berjalan ke tangga untuk sampai ke bawah.

Ketika melewati toilet, mereka berpapasan dengan Nath yang baru saja selesai dengan urusannya di toilet. Dodit menutup hidung mancungnya dengan kedua tangannya, membuat Nath berdecak.

"Bau banget toiletnya," ucap Dodit.

"Kayak tai lo wangi." balas Nath lalu berlalu untuk kembali ke kelas.

"Nath sering poop di sekolah ya?" tanya Karen.

Dodit mengangguk, "Bilik ke dua katanya paling pewe," jawab Dodit membuat Karen tertawa.

Rester [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang