25 〰 Dokter Yansen

8.2K 647 25
                                        

Karen melepas helm hijau milik ojol yang sedari tadi ia pakai. Jam sudah menunjukkan pukul 7. Dari luar pagar, ia dapat melihat mobil Papanya terparkir di halaman. Sontak, hatinya merasa senang dan tidak sabar ingin segera masuk. Buru-buru saja ia membuka pintu gerbang, lalu berlarian ke dalam rumah yang pintunya terttutup itu.

"PAPAAA, ANAKNYA PULANG!" teriak Karen sambil melepas sepatunya.

Tidak mendapatkan jawaban, ia memutuskan untuk berjalan ke dapur karena ada aroma makanan. Mungkin Papanya sedang memasak. Dan benar saja, saat Karen tiba di dapur hidungnya langsung disengat oleh bau-bau masakan kesukaanya.

"Laper!" seru Karen langsung duduk di meja makan.

Papa yang sedang menata makanan tersenyum manis melihat putrinya yang baru saja pulang. Sudah hampir seminggu ia tidak melihat wajah cantik anaknya ini. Papa duduk di sebelah Karen yang sudah menyedok nasi, lalu mengehentikan aktifitas anaknya.

"Mandi dulu," ucap William membuat Karen berdecak.

"Aku laper banget. Ini ada cumi tepung, ayam tepung, udang tepung, sambel terasi, aku mau makan sekarang," balas Karen.

"Ih, kamu kan abis makan. Papa tau kok kamu pulang sekolah makan martabak dulu sama temenmu," timpal Papa.

Alis Karen naik satu, "Tau dari mana?" tanyanya mengingat ia belum sempat memberi kabar.

"Tadi kan Papa jemlut kamu, terus kata Dodit jamu pergi beli martabak sama.. Gabi ya namanya?" tanya Papa balik membht Karen manggut-manggut.

"Tapi aku kan kangen masakan Papa," balas Karen.

"Yaudah kamu mandi sana. Habis mandi kamu ke kamar Papa, nanti makan di sana. Besok ada PR?" tanya Papa lagi mengelus kepala Karen.

"Enggak ada. Nanti makan di kamar Papa, di suapin?"

"Iya. Udah lama Papa nggak nyuapin kamu,"

Mendengar itu, senyuman Karen melebar. Ia memutuskan untuk naik ke kamarnya dan mandi karena ia juga sudah merasa gerah. Rambutnya juga perlu dikeramasin karena sudah bau helm ojek yang ia pakai tadi.

👧👧

Karen memasuki kamar Papanya dengan menggemblok tas sekolah dan menenteng laptop serta beberapa kertas di tangannya. Ia sudah siap tidur dengan piyama pink bergambar Pink Panther yang belakangan ini menjadi kesukaannya.

Di kamar luas ini terdapat satu tempat tidur besar di sisi kiri, dan sofa serta tv led berukuran besar lengkap dengan xbox, ps, speaker dan lain-lainnya di sisi kanan. Hal ini membuat Karen betah main di kamar Papanya. Selain dingin dan luas, wifi di sini juga kenceng. Bisa memenuhi kebutuhan menonton Karen yang amat tinggi.

"Sini," ucap Papa yang sudah duduk di sofa dengan sepirimg besar berisi nasi dan masakan yang tadi ia masak.

"Bawa kertas apa itu?" tanya William ketika Karen sudah duduk.

"Ini tagihan bayaran. Papa belom bayar SPP aku udah 5 bulan," jawab Karen memberikan surat dari sekolahnya.

William menepuk jidatnya, lalu berdecak. "Sampe nunggak gini astaga," gumamnya.

Karen yang sudah mulai makan terkekeh pelan, "Sesibuk itukah Papa sampe 5 bulan gak bayar SPP aku?"

"Papa lagi ada proyek besar, Ren. Jadi gak bisa di tinggal sering-sering," jawab William.

"Kan bisa kasih Opa," balas Karen. "Transfer juga bisa," lanjutnya.

"Papa nggak sempet ambil duit, nggak sempet ke bank, gak sempe-" belum selesai William menyelesaikan kalimatnya, Karen menyelak.

Rester [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang