"NATHAAAAAN!" teriak Dodit membangunkan Nath yang sedang tidur di kamarnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 11, tapi hanya Nath yang masih belum bangun dari tidurnya. Padahal semalam Nath tidur duluan, tapi sekarang ia bangun paling lama. Mungkin kalau semalam ia ikut bergadang dan tidur jam 2, bisa saja dia bangun jam 4 sore ini. Dasar kebo.
"Apasi bacot." gumam Nath lalu menaikkan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
"Adek lo di rumah sakit Nath, ayo kita jenguk!" ajak Dodit menarik selimut Nath, membuat anak itu melek.
"Udah tau. Sana kalo mau jenguk, gue skip." balas Nath lalu tidur lagi.
"Tapikan kita mau main basket hari ini Dit, giamana sih? Kan udah janji kemaren, lapangan juga udah di book 3 jam. Malu lah sama yang lain kalo nggak dateng. Lo yang ngajak, lo yang booking, lo yang gak dateng," timpal Rama tiba-tiba datang bersama Kenny.
"Ya sebentar aja jenguknya abis itu ke lapangan," balas Dodit.
"Emang rumah sakitnya di mana?" tanya Kenny.
"RS yang deket sekolah itu looooh," jawab Dodit.
"Ajegile, jauh gila itu dari lapangan! Ujung ke ujung tolol," balas Kenny menabok paha Dodit.
"Makanya berangkat sekarang biar nggak telat," jawan Dodjt.
"Yaelah, mau berangkat jam berapapun tetep aja macet. Kalo dari rumah lo kelapangan kan gak terlalu jauh, ada jalan nggak macetnya juga. Jangan gara-gara cewek lo jadi lupa janji deh Dit," ucap Kenny.
"Apaansih lo?" tanya Dodit merasa tidak suka dengan perkataan yang Kenny lontarkan barusan.
"Ya elonya juga si, Dit. Kan bisa jenguknya abis basket. Utamain janji dulu dong," balas Rama.
Nath hanya mendengarkan perdebatan ketiga temannya tanpa mau ikut campur. Ia sudah yakin hal seperti ini akan menjadi permasalahan di antara mereka. Apalagi Dodit yang susah memilih hal apa yang harus ia prioritaskan.
🌠🌠
Karen membaca chat-chat dari beberapa group yang ada di angkatannya. Mulai dari group angkatan, group ekskul basket putri, groupnya dengan Gabi, sampai group yang berisi tugas-tugas. Ia sedang menunggu Dodit datang. Dodit bilang, ia dan teman-temannya jalan ke rumah sakit jam 11, tapi sampai sekarang jam setengah 12 mereka belum sampai.
Karen masih sendiri. Gabi dan kedua temannya yang lain sedang pergi nonton dan akan datang nanti sore. Papa dan opa juga tidak bisa di hubungi karena sedang kerja. Kalvin kuliah. Jadilah Karen hanya sendirian di sini. Beruntung ada suster Grace yang setiap satu jam datang untuk mengecek infus Karen dan mengajak Karen untuk mengobrol.
Saat sedang asik memainkan instagram dan mencoba filter-filter di snapchat, Karen menerima voice call dari Dodit. Tanpa pikir panjamg, Karen langsung memencet tombol hijau agar ia dapat tersambung dengan Dodit.
"Halo," sapa Karen penuh semangat.
"Lo udah sarapan?" tanya Dodit tidak menyapa Karen balik
"Ih di ucapin halo bukannya bales kek.. Minimal hai-in Karen balik," ucap Karen tidak menjawab pertanyaan Dodit.
Di sebrang sana, Dodit yang sedang mengganti baju di ruang ganti terkekeh kecil.
"Iya maaf. Hai Karen, apakabar hari ini? Apakah sudah sarapan?" tanya Dodit dengan senyuman konyol di wajahnya yang sudah jelas Karen tidak dapat melihat.
"Udah. Tadi di suapin suster Grace bubur sumsum sama cake coklat tiga potong," jawab Karen.
"Lo udah di mana? Kalo belom nyampe, gue nitip kue ulang tahun yang red velvet dong. Gue pengeeeeeeen banget sebanget-banetnyaaaaa! Nanti duitnya gue ganti," lanjut Karen seketika buat senyuman Dodit luntur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rester [COMPLETED]
Teen Fiction[completed story] [highest rank : #3 in SadEnding, 8 July 2019] •°•°•°• "Dit, kenapa lo bisa lengket terus sih sama cewek penyakitan kayak Karen? Kenapa nggak cari cewek lain aja yang bisa di ajak have fun? Karen kan lemah. Diajak main basket aja n...
![Rester [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/129357240-64-k745085.jpg)