Hari sudah berganti. Kenyataan bahwa Karen sudah pergi untuk selama-lamanya masih tetap melukai hati mereka, terutama Dodit. Hari ini, upacara pemakaman Karen akan dilaksanakan. Sekitar jam 12 siang, ambulans bersama iring-iringan jenazah sampai di pemakaman. Dodit, Nath, Kenny, Rama, Aska, Adam, juga teman-teman cowok yang lain bersama-sama membawa peti Karen dari ambulans ke liang kubur. Dodit berdiri paling depan. Ekspresi hilang dari wajahnya yang memucat. Tidak biasanya ia diam, hanya berbicara seperlunya, bahkan tidak banyak bergerak.
Setelah meletakkan peti di dekat liang kuburnya, mereka berpindah ke tempat duduk. Dodit duduk di barisan depan bersama keluarga Karen. Ia memeluk bungkai foto yang menampilkan kekasihnya sedang tersenyum sangat manis. Karen tampak bahagia di foto itu, dengan rambutnya yang ia ikat ke atas, juga gaun putih yabg membuatnya tampak begitu elegan. Tatapan Dodit hanya fokus pada peti putih berhiaskan bunga berwarna ungu yang sekarang sudah tertutup rapat. Sesekali ia menghapus genangan air di matanya dengan kasar. Bagaimanapun, ia harus berusaha untuk menahan tangisnya. Ia harus menepati janjinya kepada Karen untuk tidak menumpahkan air mata, walapun terasa sangat sulit.
Lalu setelah upacara pemakaman selesai dengan sempurna, ketika semua orang sudah beranjak pergi setelah memberikan penghormatan terkahir, Dodit duduk di sebelah makam Karen yang masih baru. Makam itu dipenuhi dengan bunga berwarna-warni. Di samping nisan yang menuliskan nama lengkap Karen, diletakkan buket-buket bunga. Dodit menyentuhkan tangannya ke nisan hitam itu. Sekuat tenaga ia mempertahankan air matanya agar tidak jatuh.
"Lagi apa? Udah ketemu Mama sama Papa? Lagi mau makan-makan ya, disana.." ucap Dodit pelan.
Nath berjalan menghampiri Dodit setelah ia mengatakan kepada Opa kalau ia dan Dodit akan pulang belakangam. Nath menyentuh pundak tegap Dodit yang turun, lalu ikut duduk di sebelah Dodit.
"Sekarang Karen udah nggak sakit lagi, Nath. Dia nggak harus di suntik. Ini kan yang dia mau?" tanya Dodit.
Nath mengangguk pelan, "Lo harus ikhlas, Dit."
Mendengar itu, Dodit tertawa getir. "Ikhlas? Lo gila, ya? Lo kira ngelepasin cewek kayak Karen itu gampang? Lo kira gue bisa segampang itu ikhlasin dia pergi, nganggep dia udah nggak ada? Gue bukan lo Nath, yang bisa segampang itu nganggep Karen ngga ada di sini," jawab Dodit.
"Mak-" belum Selesai Nath berucap, Dodit sudah menyela.
"Kalo aja lo sadar posisi lo sebagai kakak, mungkin kita nggak ada di sini, Nath. Kalo aja lo nyemangatin dia buat sembuh, ada buat dia waktu dia kesakitan, semuanya pasti bakal baik-baik aja. Cuma kenyataannya, lo nggak pernah ada buat dia. Nemenin dia di rumah sakit aja lo nggak mau. Terus ngapain lo masih berharap adek lo bakal sembuh? Kenapa lo narik ucapan lo, waktu bilang lo berharap adek lo mati?" tanya Dodit.
Ia menoleh, menatap Nath yang sekarang menunduk diam.
"Ngerasa bersalah? Sakit hati? Itu yang Karen rasain setiap kali lo bentak dia, teriak di depan dia, maki-maki dia, ngatain dia anak nggak berguna, terus-teruan nuduh dia yang bunuh nyokap lo, Nath. Lo sadar nggak?" tanya Dodit lagi.
"Dulu, awal ketemu Karen, gue liat dia nangis di dapur gara-gara lo ngatain dia bego. Gue inget banget, lo ngatain dia bego gara-gara dia cuma nabrak lo. Lo inget gak, waktu itu dia masih kelas 9 SMP? Apa lo pernah bayangin perasaan dia di maki di depan temen-temen kakaknya?" Dodit mendekatkan dirinya ke Nath. Tatapannya tajam menusuk Nath. Sisi lain yang Dodit miliki, di balik keceriannya yang selalu orang-orang lihat.
"Dia nggak mau ngaduin lo ke Papa, tau kenapa? Karena dia nggak mau Papa marah sama lo. Terlalu baik ya dia, buat kakak yang sama sekali nggak pantes di hargain kayak lo." lanjut Dodit dalam.
Nath menunduk. Dodit benar. Inilah yang pantas Nath dapatkan. Ia pantas merasakan apa yang Karen rasakan akibat perbuatannya waktu itu. Dodit menghela nafasnya berat, lalu menjauhkan dirinya dari Nath.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rester [COMPLETED]
Teen Fiction[completed story] [highest rank : #3 in SadEnding, 8 July 2019] •°•°•°• "Dit, kenapa lo bisa lengket terus sih sama cewek penyakitan kayak Karen? Kenapa nggak cari cewek lain aja yang bisa di ajak have fun? Karen kan lemah. Diajak main basket aja n...
![Rester [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/129357240-64-k745085.jpg)