15 〰 Pre-HSS

8.3K 615 5
                                        

Dodit, Kenny, dan Rama sedang meniup balon warna-warni bersama beberapa cowok satu tongkrongan Nath. Mereka mendekor apartment Nath yang lumayan luas. Karena tidak mengundang terlalu banyak orang, Nath memutuskan hanya merayakan kecil-kecilan di apartmentnya.

"Eh, nanti kita berisik-berisik di marahin tetangga gak?" tanya Kenny khawatir karena toa teman-temanya yang keterlaluan.

"Gue bawa pengedap suara tuh," balas Dipo menunjuk tasnya.

"Santay Ken," ucap Dodit menepuk pundak Kenny.

"Foto-fotonya udah kelar, Ram?" tanya Sandri kepada Rama yang sedang mencetak foto Nath di kertas polaroid.

Mereka menghias apartment Nath yang tadinya bernuansa cream menjadi hitam. Mereka menutup tembok-tembok dengan kain besar berwarna hitam sehingga semuanya kelihatan seperti malam. Horden hitam yang menutupi jendela besar di ruang tv membantu suasana.

"Gue tempelin bintangnya ya," ucap Matthew memegang satu plastik besar berisi pita dan bintang-bintang berwarna emas.

"Fotonya udah kelar ni boy," seru Rama mengangkat hasil cetakannya.

Itu foto dari Nath masih bayi sampai tadi pagi. Ada sekitar 30 lembar foto yang akan di tempel di satu sudut ruangan. Dan seperti biasa, Nath tidak tahu akan jadi seperti apa apartmentnya nanti. Yang ia tahu, mereka hanya mendekor apartment Nath layaknya pesta ulang tahun biasa. Tidak dengan foto, apalagi pita-pita.

"Tempel di sini aja, Ram. Nanti kue sama kado-kadonya taro di sini," balas Dodit menunjuk horden hitam yang sedang di pasangi bintang-bintang.

"Ini lampu lednya warna apa?" tanya Alex mengeluarkan beberapa kotak berisi lampu led.

"Itu punya lo, Lex?" tanya Rama.

"Punya adek gue. Gue ambilnya ngumpet-ngumpet anjir demi ultahnya Nath doang ini," jawab Alex membuat orang-orang di situ tertawa.

"Dua minggu lagi kita uas boy," ucap Sandri terdengar resah.

"Iya kan makanya minggu-minggu ini kita di suruh naikin nilai yang pada anjlok. Merah lo kemaren berapa San?" tanya Dodit.

"Gaada merah. Cuma c semua nilainya," jawab Sandri.

"Yaudah santuy. Untung gue ada nilai a 2," balas Dodit.

"Apatuh?" tanya Kenny.

"Agama sama seni musik," jawab Dodit membuat teman-temannya berdecak.

"Kirain mah fisika apa kimia gitu," ucap Dipo.

"Yeeeh lo ga denger bu Tina pernah bilang kalo nilai agama jelek, gabakal naik kelas?" tanya Dodit.

"Engga," jawab mereka.

"Makanya kalo guru ngomong dengerin," balaa Dodit.

"Lo nanti jemput Karen gak Dit?" tanya Kenny mengalihkan pembicaraan.

"Iya, kenapa?" tanya Dodit balik.

"Bawa mobil gue, Karen bareng temen-temennya juga," jawab Kenny.

"Lah emang gue bawa mobil yang mana?" tanya Dodit

"Porsche kan?" tanya Kenny balik.

"Kijang bego," jawab Dodit membuat satu ruangan itu tertawa.

"Loh itu porsche siapa?" tanya Kenny.

"Punya Nath dari bokapnya," jawab Rama mewakili.

"Enak banget ulang tahun kadonya begitu," celetuk Sandri.

Rester [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang