[completed story]
[highest rank : #3 in SadEnding, 8 July 2019]
•°•°•°•
"Dit, kenapa lo bisa lengket terus sih sama cewek penyakitan kayak Karen? Kenapa nggak cari cewek lain aja yang bisa di ajak have fun? Karen kan lemah. Diajak main basket aja n...
Malam harinya, Dodit mengajak Nath makan martabak langganannya di pusat kota Jakarta. Dodit secara random datang ke rumah Nath dan megajak Nath makan martabak. Katanya ia sedang bm martabak tipiker. Karena merasa tidak enak untuk menolak, Nath akhirnya meg-iya-kan ajakan Dodit. Jadilah sekarang ia menikmati martabak dengan topping matcha dan Dodit melahap 5 lapis tipiker sekaligus. Dodit memang memiliki mulut yang lebih lebar dari orang biasanya. Teman-temannya saja sering merasa heran dengan kemampuan Dodit memasukkan banyak makanan sekaligus ke dalam mulutnya.
"Enak banget ya," ucap Dodit.
"Norak lo." balas Nath.
Ia membuka handphonenya yang bergetar, lalu sedikit bingung menerima pesan dari Gabi. Tumben sekali Gabi mengirim pesan, padahal ini sudah hampir jam 12 malam. Nath pikir, orang pintar macam Gabi sudah tidur di bawah jam 9.
"Main hp mulu, ngobrol ngapa ngobrol," ucap Dodit menyenggol lengan Nath setelah hampir bermenit-menit cowok itu fokus dengan handphonenya.
"Nih." Nath menyodrokan pembicaraannya dengan Gabi.
Setelah beberapa detik membaca percakapan itu, Dodit menyunggingkan senyum jahilnya. "Ada apa nih sama Gabi? Kok tiba-tiba minta di beliin martabak gini?" tanya Dodit curiga.
"Mana tau." jawab Nath.
"Yaudah lah beliin aja. Kasian," balas Dodit mengembalikan handphone itu ke pemiliknya.
"Nanti ke apartment dia dong." gumam Nath pelan yang masih dapat didengar oleh Dodit.
"Ya iyalah. Udah kayak abang go-food aja ya kita. Padahal nggak buka delivery order," balas Dodit.
Nath menggeleng pelan, ingin mencibir Dodit tapi ia sedang dalam mood untuk berperilaku baik. Ia bangkit berdiri, berjalan menuju tukang martabak yang sedang membuat martabak pesanan orang, lalu memesan martabak pesanan Gabi. Martabak red velvet. Setelah pesananya dicatat, ia kembali ke meja dan melanjutkan acara makannya.
Sementara Nath fokus dengan martabak dan beberapa makanan lain yang tadi ia pesan, Dodit sedang asyik bertukar pesan bersama Karen. Ia menemuan foto William --Papa Karen yang kebetulan sekali mirip dengan foto-foto yang pernah Dodit ambil.
Dodit pilih nih lu suka yang mana
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
atau ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.