[completed story]
[highest rank : #3 in SadEnding, 8 July 2019]
•°•°•°•
"Dit, kenapa lo bisa lengket terus sih sama cewek penyakitan kayak Karen? Kenapa nggak cari cewek lain aja yang bisa di ajak have fun? Karen kan lemah. Diajak main basket aja n...
Ini sudah dua bulan lebih setelah acara ulang tahun Karen waktu lalu. Kondisi Karen tidak kunjung membaik, juga tidak memburuk. Opa secara resmi sudah mengurus surat cuti sekolah untuk Karen, agar ia bisa lebih fokus untuk menjalani proses penyembuhan. Nath hanya hisa tersenyum getir setiap kali mendengar "proses penyembuhan", mengetahui fakta medis yang sudah mengatakan dengan jelas keadaan Karen selama ini.
Karen tinggal sendiri di kamar rumah sakitnya saat jam menunjukkan pukul 8 pagi. Tadi pagi ia menyuruh Nath untuk berangkat sekolah karena hari ini adalah hari clasmeeting terakhir dan pastinya Nath akan bermain. Nath sempat menolak, tetapi Karen memaksa. Ia tidak akan mungkin membiarkan Nath diam saja di rumah sakit menemani dirinya, sedangkan teman-temannya yang lain bersenang-senang di sekolah. Karen baru saja selesai sarapan. Ia memgambil handphonenya, lalu langsung membuka pesan masuk dari Dodit. Sudah dua bulan belakangan ini nama Dodit di pin oleh Karen.
Dodit udah makan? gue tanding basket ni hari final lawan kelas lo 🤭 jadi inget waktu lo nemenin gue basket ampe malem 😌😌
Karen tersenyum kecil membaca pesan Dodit. Ia kemudian membuka foto profile Dodit yang menampakkan dirinya tersenyum. Pipi Karen bersemu, mengingat cowok tampan yang sedang ia pandangi fotonya itu adalah pacarnya sendiri. Karen merasa dirinya sangat beruntung bisa mendapatkan cowok dengan kepribadian seperti Dodit.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karen baru slse mkn wkwk mangat yaaaaw 🥰
Dan seperti yang sudah Karen duga, jawaban Dodit datang setelah Karen mengirimkan pesan.
Dodit aaaaaaa pake love sekarang ngechatnya jadi seneng 🤩🤩🤩😍😍 selpi dong selpi kangen
Karen terkikik. Padahal baru saja semalam mereka menghabiskan waktu berdua, jalan-jalan keluar kamar dan menemani Dodit nognkrong di starbuck rumah sakit.
Karen lebay bgt lo wkwk mahalllll tau muka gue
Dodit di sebrang sana juga ikut tersenyum. Ia sedang duduk di lapangan bersama segerombolan teman-temannya. Mereka sedang menikmati sarapan yang mereka beli tadi sambil mendengarkan musik yang di pasang oleh pengurus OSIS.
Dodit ah pelit sama pacar sendiri eh kamu pacar aku kan ya ???? 😂🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Karen iya kayaknyaaa 🤪🤔🤔🤔 wkwk lagi apa
"Kenapa lo Dit senyum senyum?" tanya Adam membuat Dodit mengalihkan pandangannya dari handphone.
"Liat Dam, gue udah ada yang perhatiin nih," jawab Dodit menunjukkan chat dari Karen.
Segerombolan cowok itu langsung ricuh menyoraki Dodit. Mereka sama-sama tahu perjuangan Dodit selama ini menunggu Karen untuk mau menjadi pacarnya. Dan sebagai teman-teman yang baik, mereka turut senang atas status yang akhirnya Dodit dapatkan.