Jam menunjukkan pukul 11 siang. Karen baru saja selesai dengan kelas onlinenya dan sekarang sedang istirahat. Ia akan mulai lagi nanti setelah sekolah selesai, sekitar jam 3 sore. Hari ini ia belajar bahasa inggris dan seni musik. Saat sedang asik menggambar di iPadnya, seseorang masuk ke kamarnya yang sepi ini. Kedatangan yang secara tiba-tiba membuat Karen sempat terkejut. Di sana ada Renata, Mama Dodit, berjalan mendekati bed Karen. Renata membawa rantang susun dan satu plastik yang berasal dari supermarket tempat biasa Karen suka belanja.
"Tante!" panggil Karen melebarkan tangannya, membuat Renata tersenyum hangat.
Renata meletakan barang-barangnya di meja dekat bed Karen, lalu dengan cepat menghampiri Karen dan memeluk anak itu dengan erat. Setelah cukup lama, ia melepaskan pelukannya lalu menangkup pipi Karen.
"Tante kangen banget sama kamu," ucap Renata tersenyum berbarenan dengan matanya yang berkaca-aca.
"Aku juga kangen sama tante. Udah lama banget kita nggak ketemu," balas Karen.
Renata menjauh dari Karen untuk mengambil rantang yang ia bawa tadi. Ia kemudian duduk di kuris sebelah tempat tidur Karen dan mulai membuka rantangnya. Ktika rantang itu terbuka, bau makanan langsung memenuhi ruangan Karen.
"Tante masakin kamu ikan salmon. Kamu suka kan ikan salmon?" tanya Renata dijawab anggukan semangat dari Karen.
Di meja memang sudah ada makan siang untuk Karen, tetapi Karen sama sekali tidak berniat untuk makan. Itu hanya bubur hambar dengan pelengkapnya. Terkadang, Karen merasa sangat mual saat memakan bubur itu dan akhirnya membuang apa yang sudah ia makan. Apalagi saat baru selesai kemo. Karen merasa benar-emar kelelahan, padahal ia tidak melakukan apa-apa.
"Tante suapin, mau?" tanya Renata kembali membuat Karen mengangguk semangat.
Renata pun duduk di ranjang Karen. Ia menyendok nasi dengan ikan salmon olahannya. Ia menyuapi Karen dengan sangat telaten dan lembut. Ia selalu sabar menunggu kalau Karen mengunyah dengan lambat. Terkadang juga bersiap dengan plastik kecil ketika Karen merasa mual.
"Tante jadi kangen anak perempuan tante," ucap Renata pelan saat sedang menunggu Karen mengunyah.
"Tante punya anak perempuan?" tanya Karen dijawab anggukan Renata.
"Adiknya Dodit. Namanya Alya. Kalo ada dia sekarang mungkin dia udah sebesar kamu," jawab Renata lalu memberi suapan lagi untuk Karen.
"Waktu tante berantem sama Papanya Dodit, dia bawa Alya pergi. Sampe sekarang tante nggak tau kabar anak tante gimana. Udah sebesar apa dia, gimana dia waktu dia pertama kali menstruasi, apakah dia hidup layak atau enggak," lanjut Renata bercerita tanpa Karen minta untuk diceritakan.
"Bener-bener lost contact?" tanya Karen.
Renata mengangguk, "Tapi sekarang tante udah mulai iklasin dia. Walaupun mungkin dia nggak kenal tante, tante nggak pernah berenti doain dia. Tante sekarang mulai bisa nerima kenyataan kalau yang tante punya sekarang cuma Dodit," jawab Renata.
"Dodit pasti beruntung punya mama kayak tante," ucap Karen mengulas senyuman.
"Tante juga beruntung Dodit deket sama kamu. Dari semua mantan dia yang pernah di bawa ke tante, cuma kamu yang tante suka. Kamu lucu," tutur Renata.
"Bukannya Gabi juga lucu tan? Dia kan mungil gitu," balas Karen.
Renata tertawa pelan, "Iya, semua mantan Dodit cantik. Maksud tante kamu itu lucu. Ekspresif gitu," jawab Renata membuat Karen mangut-angut.
"Tante libur haru ini?" tabya Karen.
Renata menggeleng pelan, "Nanti tante harus balik ke kantor,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rester [COMPLETED]
Fiksyen Remaja[completed story] [highest rank : #3 in SadEnding, 8 July 2019] •°•°•°• "Dit, kenapa lo bisa lengket terus sih sama cewek penyakitan kayak Karen? Kenapa nggak cari cewek lain aja yang bisa di ajak have fun? Karen kan lemah. Diajak main basket aja n...
![Rester [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/129357240-64-k745085.jpg)