"fiii...fionaa,"teriak seseorang membuat fiona mendongakkan kepalanya serta menegakkan tubuhnya.
"Anita..,".
"fii fioo gawaattttt,".
"Apa lo kenapa?,".
"Fiii ituu..,".
"apaansihloh,"geram fiona.
"gue lihat nyokap lo masuk ke ruang kepala sekolah sama ibu lina fii,".jelas anita.
mata fiona seketika membulat mendengar pengakuan anita "Apa lo bilang? ngapain nyokap gue kesekolah?," tanyanya pada anita.
"gue gak tau fiii banyak anak-anak yang lihat ibu lina nunduk gitu fii kasihan,".
"Oke,"ucap fiona singkat berlari menuju kantor kepala sekolah diikuti anita di belakangnya.
FIONA POV
Aku berlari menyusuri koridor sekolah yang lumayan banyak di penuhi siswa-siswi.
langkah kakiku kupelankan saat aku sudah mendekati kantor kepala sekolah aku belum membukanya saat kudengar suara lantang dari dalam ruangan itu.
"Saya tidak mau pecat guru ini atau saya akan menuntut sekolah ini!!,"
"Bagaimana mungkin seorang guru menghukum muridnya hingga pingsan dan sampai masuk rumah sakit? saya tidak terima anak saya di perlakukan seperti itu!!,".
"saya mau anda memecat dia saya dengar dia selalu menghukum murid-murid di sini? dan itu terutama anak saya Fiona,".lanjutnya sambil menunjuk ibu lina.
FIONA POV END.
mereka semua tak menyadari sedari tadi gadis itu sudah memasuki ruangan tersebut mendengar perkataan bundanya.
gadis itu menunduk sebentar lalu mengangkat kepalanya kembali sambil terseyum kecut.
"Sejak kapan ada punya waktu untuk mengunjungi saya?,"tanyanya dengan suara parau sontak semua mata menatapnya terutama bundanya ia berdiri hampir menghampiri gadis itu tapi tertahan kala fiona mengangkat tangannya mengarah ke bundanya.
"biar saya yang menghampiri anda,"ucapnya lalu melangkah.
"Nggak usah pecat ibu lina pak itu sudah pekerjaan seorang guru mengajarkan kedisplinan kepada anak muridnya dan saya tidak bersifat disiplin itu kesalahan saya karena datang terlambat,".
"Fii tapi kamu sampai di larikan kerumah sakir fii,".tegasnya "udah pak saya ingin dia di proses secepatnya atau saya akan menuntut sekolah ini,".
"Hentikann..kenapa anda bersifat seolah anda peduli terhadap saya? dari mana anda mempunyai waktu untuk sekedar datang memarahi orang? saya tidak apa-apa dan saya tidak butuh pembelaan anda jangan bertindak di luar ini jangan mencampuri masalah saya!! saya mohon BUNDA..,"Tegasnya dengan suara lantang tapi menyiratkan sesuatu.
"Ibu nggak perlu khawatir terhadap saya, saya permisi dulu,"ucap gadis itu lalu meninggalkan ruangaj tersebut.
Bundanya mengejar gadis itu meneriaki namanya tapi nihilnya gadis itu sudah tak dia temukan.
Fiona berlindung di balik tembok yang kemungkinan bundanya tidak akan melihatnya.
setelah beberapa menit menyandarkan dirinya di suatu tembok ia melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju rooftop sekolah.
sesaat delvin melihat Fiona bersandar di dinding sebelum melihatnya menaiki anak tangga, dengan kepala yang menunduk ia ingin mengikuti gadis itu tapi hari ini ia sangat sibuk karena harus mengadakan rapat bersama anggota OSIS lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Bad Girl
Teen Fictionkini ku ceritakan tentang seorang bad girl!! tidak tidak hanya ingin menunjukkan bahwa dia bad girl tapi sesungguhnya dia Fake!!. Bagaimana jadinya jika seorang bad girl menemukan seseorang yang mampu membuat hatinya mencair?dan perlahan membongkar...
