Faiza Putri Anisa dapat foucer gratis liburan kecina pada liburan akhir semester. Yang anehnya ia berangkat hanya sendiri. Tak ada yg lain. Ayah bundanya tak mengizinkan dia pergi krn dia anak perempuan. Tp ia nekat pergi ke China sendirian. Ia ingi...
Beberapa hari ini faiza mengurung diri di dalam kamar nya, tak ada seorang pun yg ia perbolehkan masuk.
Sekarang ini ia sdg berguling -guling di ats kasurnya sambil memandangi gelan dan cincin unik bermahkotakan bunga yg cantik, terkadang ia berhalusinasi bahwa dua benda itu mengeluarkan cahaya spt sekarang ini, tp..itu benar2 indah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia membayangkan dirinya sedang bebaring di padang rumput dan bunga yg bermekaran di temani dg minuman dan cemilan menikmati pemandangan indah, melupakan kegundahan hatinya. Iapun mendesah panjang. Perlahan ia membuka matanya, matanya melebar takjub. Melihat pemandangan didepannya . Ini...seperti mimpi... apa yg ia lihat spt yg dia bayangkan. Padang rumput dan bunga terbentang luas, dan di dekatnya ada poci keramik dan cawannya .
Ia mencubit tangannya menyadarkannya dr mimpi. Tapi..Ia merasakan sakit cubitannya.
"Ya Rob, apa yg terjadi? Kenapa aku disini? Tadi... aku hanya membayangkan dirinya sedang berada di padang rumput dan bunga, dan menjadi kenyataan. Tapi...ini dimana?" Iapun bangkit dg baju tidur yg masih melekat ditubuhnya, sebuah gaun tidur yg sedikit terbuka.
"Ini... dimana? Ya ampuun...Ini di tengah hutan? Ini hutan yg waktu aku di kurung pria mesum itu" ia berbalik untuk pergi, tp tiba2 berhenti." Knp gue bodoh? Td kesini dg membayangkan tempat ini, jd... bayangin aja kamar gue" Faizapun memejamkan matanya membayangkan kamarnya, tapi ia tak tahu jika ada orang yg mendekatinya dan memukul tengkuknya. Iapun pingsan.
●○◎○●
Sedangkan Juan Shi sudah berada di indonesia, ia menyamar sebagai tukang listrik untuk menculik Faiza, tapi ia dikejutkan jika gadis itu tiba2 menghilang spt ia tiba2 berada di kamarnya sewaktu dia datang dr liburannya. Karena semua pintu dan jendela terkunci dr dlm , begitu pula pintu kamarnya. Satu rumahpun gempar dan calon tunangan nyapun juga ikut panik. Juan Shipun tak jadi masuk utk menculik Faiza.
Ia dapat kabar dr org yg menunggu di kediaman ditengah hutan, jika ia menangkap seorang gadis spt gadis yg dicarinya. Iapun bergegas kembali kechina, krn besok malam adalah bulan purnama.
✩★♡★✩
Gadis yg berbaring ditempat tidur itupun membuka matanya yg indah.
"Ini dimana? Seperti familiar. "Pandangan nya tertuju ke bingkai lukisan laki2 yg ia benci.
"Apa! Kenapa gue balik kesini lagi...padahal gue mbayangin kamar gue sendiri...eh..tunggu2, sblm tak sadar spt ada org yg memukulku di tengkuk gue. Sssss benar..leher belakang ku sakit."
"Ach...nona sudah sadar? Pangeran akan segera datang."
"Tak butuh, aku ingin pulang"
"Tidak semudah itu nona. Ach iya, sementara ini anda tdk bisa teleport, karena ruangan ini sdh dimantrai "
Pelayan itupun pergi setelah meletakkan makanan diatas meja.
"Ach sial, kenapa ini terjadi padaku, aku gk mau jadi hewan ternak untuk pengembang biakan"
"Apa yg kamu katakan gadis pembangkang. Setelah berani kabur dr zhen ini?"
"Sekate lo aje, gue kagak mo jd budak lo"
"Apa yg kamu bicarakan? Bicara yg jelas jgn bicara bahasa yg tdk zhen mengerti."
Faiza hanya membuang muka kesamping.
Juan Shi mendesah, dan duduk disamping Faiza dan meraih tubuhnya kepelukannya.
"Zhen ini sangat merindukanmu..permaisuriku" bisiknya.
Faizapun menegang, ia tak berani bergerak.
Juan Shi mengambil kesempatan ini membaringkan tubuh Faiza di tempat tidur. Dan menciumnya dalam.
Faiza yg sadar dg apa yg dilakukan Juan langsung menendang pisang panjangnya dgn lututnya sangat keras. Juan pun meraung dan melolong sambil memegangi pisangnya itu.
"Rasain, om2 mesum!" Hardiknya puas melihat tingkah Juan yg berguling-guling kesakitan.