Beberapa minggu kemudian, Iqbaal kini berada di unit apartemen (Namakamu) menemani gadis itu yang sedang mengerjakan tugasnya.
Karena Iqbaal risih dengan rambut panjang pacarnya itu ia meraih ikat rambut milik (Namakamu) lalu mengikat rambut gadisnya ini menjadi ponytails.(Namakamu) tersenyum menengadah keatas melihat Iqbaal yang juga ikut tersenyum.
"Thank'you" Ucap (Namakamu) lalu kembali menatap layar laptop.
"Masih banyak?" Ujar Iqbaal sambil melingkarkan tangannya dileher (Namakamu).
"Enggak terlalu. Ya biasa dosen demen kasih tugas"
Keheningan terjadi diantara mereka Iqbaal masih setia menemani (Namakamu) dengan tangan yang masih melingkar di leher gadis itu.
"Aku mau ke Indonesia" Ucap Iqbaal memecahkan keheningan.
(Namakamu) langsung berhenti mengetik ia menatap Iqbaal yang kini berubah posisi duduk disampingnya. Dalam rangka apa Iqbaal kesana?
"Kenapa mendadak? Ada urusan yah?" (Namakamu) diakhiri helaan napas pelan.
Iqbaal meraih tangan (Namakamu) menggenggamnya dengan lembut.
"Ada project film lagi. Jadi aku harus kesana"
"Kamu nggak masalah ninggalin kuliah kamu? Ini belum libur" (Namakamu) sedikit khawatir.
"Kamu khawatir aku nggak masuk atau khawatir nggak ketemu aku nanti?" Goda Iqbaal.
"Ya khawatir nggak ketemu kamu. Tapi Baal masa kamu--"
"Aku izin kok. Kamu lupa sebentar lagi juga libur tinggal menghitung hari."
"Tahu darimana kalau libur? Kamu ngaco" (Namakamu) terkekeh pelan.
"Aku-kan Dilan, ramalan Dilan selalu bener." Goda Iqbaal lagi.
(Namakamu) tertawa pelan mendengarnya. "Dasar! Kamu sekarang lagi nggak peranin sosok Dilan jadi nggak usah gombal"
"Memangnya kamu nggak bakal kangen sama aku? Aku tinggalin kamu disini loh" Iqbaal menatap.
"Kalau udah libur aku bakal nyusul. Aku yakin kamu juga bakal lama disana"
"Ikut aja!"
"Ah dasar ajaran sesat kamu yah! Nggak ah, aku nggak mau kalau bukan hari libur. Takut"
"Haha, izin dong"
"Enggak, kamu aja kesana"
"Yakin?" Iqbaal menggoda (Namakamu) lagi.
"Yakinlah! Udah ah jangan ganggu." Ucap (Namakamu).
Iqbaal menghalangi aktivitas (Namakamu) yang ingin kembali mengetik itu, (Namakamu) menatap Iqbaal yang tengah tersenyum manis kearahnya dengan tangan yang masih digenggam Iqbaal membuat (Namakamu) merasa nyaman.
"Kenapa lagi?" (Namakamu) yang menatap malas Iqbaal.
"Nanti aku bantu kamu ngetik. Sekarang istrahat aja dulu" Iqbaal penuh perhatian.
Ada benarnya juga (Namakamu) lupa waktu jika mengerjakan tugasnya. Andai Iqbaal tidak memberikan peringatan kecil padanya tentang wakti istrahat mungkin ia akan terus mengerjakannya sampai selesai tak peduli jika ia mengantuk ataupun lapar.
Iqbaal bangkit berdiri melangkah kearah dapur. (Namakamu) kemudian bangkit berdiri juga menyusul Iqbaal, sampai didapur ia melihat laki-laki itu sedang melakukan sesuatu untuknya. Memasak lebih tepatnya.
"Kamu ngapain?" (Namakamu) mendekati Iqbaal dan berdiri disampingnya.
"Masakin makanan yang enak buat kamu." Balas Iqbaal tanpa menatap gadisnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
LUCKY FANS [COMPLETED]
FanficAku hanya orang biasa Bagaimanapun aku tetap orang biasa pada umumnya, aku tidak pantas menjadi seorang yang special dihidupmu. Seakan aku hanya salah satu bintang yang beruntung diantara jutaan bintang dilangit. Tahukah kamu, kalau kamu punya banya...