22.

1.6K 168 13
                                    

(Namakamu) tersenyum kearah Iqbaal saat sudah didalam mobil, hari ini mereka berdua mempunyai waktu luang untuk jalan-jalan, walaupun sebenarnya (Namakamu) khawatir fans Iqbaal akan melihatnya secara mereka sudah mengetahui dirinya lewat sosial media dan tentu saja menimbulkan kecurigaan diantara dirinya dan Iqbaal.

(Namakamu) menyimpan tasnya di jok belakang awalnya biasa saja saat meletakkan tasnya dibelakang namun pandangannya beralih pada jaket yang tersimpan dibelakang. Membuat dirinya bertanya-tanya siapa pemilik jaket tersebut, ia yakin betul benda itu bukan milik Iqbaal mana mungkin ia memiliki jaket bermodel perempuan.

"Ini jaket siapa?" Tanya (Namakamu) sembari memperlihatkan jaket tersebut pada Iqbaal.

Iqbaal langsung menghentikan mobil dan beralih pada jaket tersebut, ia sempat menatap (Namakamu) yang kini menatap serius.

"Temen, ah dia lupa bawa. Nanti aku balikkin ke dia besok" Jawab Iqbaal tersenyum kikuk.

"Temen yang mana? kok aku nggak tahu?" (Namakamu) terus menatap.

"Punya Mawar, dia lupa bawa. Kamu jangan salah paham dulu, kemarin aku anterin dia pulang tapi bukan cuma kita berdua ada sepupunya juga ikut. Jangan marah sayang" 

(Namakamu) menghela napas pelan kemudian menangkup wajah Iqbaal agar dekat dengannya menatap penuh arti pada laki-laki itu.

"Kamu tahu kenapa aku kayak gini?" (Namakamu).

"Cemburu?" 

"Iya-lah aku cemburu! Malah nggak kasih tahu ada perempuan lain dimobil, untung bertiga" (Namakamu) cemberut saat sudah menjauh dari wajah Iqbaal.

Iqbaal terkekeh melihat wajah gadis itu yang sedang marah ia senang jika (Namakamu) terbakar cemburu pertanda gadis itu begitu menyayanginya. Tangannya meraih tangan (Namakamu) menggenggamnya erat.

"Maaf yah, lain kali aku bakal kasih tahu siapa aja yang naik mobil aku. Janji!"

(Namakamu) melepas genggaman itu kini ia serius pada Iqbaal, akhir-akhir ini ia selalu melihat Iqbaal bersama Mawar. Yang ia takutkan adalah fans mereka yang mengetahui bahwa idolanya ternyata berpacaran padahal pada kenyataanya mereka tidak memiliki hubungan apapun dan ia takut hal itu menjadi sebuah kesalahpahaman.

"Baal" Panggil (Namakamu).

"Hm?" 

"Kamu minta maaf ke aku udah berapa kali sih?" 

Iqbaal spontan diam, ia bahkan tidak tahu sudah berapa kali melakukan hal yang sama dan mungkin (Namakamu) sudah bosan mendengar kata maaf.

"Maksud kamu apa sih? Masa soal maaf dihitung mulu. Kita mau kemana sekarang? Dufan?" Ujar Iqbaal yang akhirnya mengalihkan pembicaraan.

(Namakamu) menghela napas berat lalu kembali diam, percayalah Iqbaal sedikit berubah akhir-akhir ini.

"Anter aku pulang" Ucap (Namakamu) kini tidak lagi menoleh Iqbaal.

"Kamu kenapa ? Kok jadi badmood gitu?"

"Aku cuma mau pulang aja" Balas (Namakamu) tetap pada pendiriannya.

"Kita bahkan belum jalan sayang, kamu cemburu banget sama Mawar? Sampe rencana kita gagal gitu aja?"

"Enggak bukan itu, cuma aku baru inget ada yang bertamu dirumah aku dan mama pasti butuh bantuan. Udah buruan"

***
Lambaian tangan menjadi perpisahan mereka hari ini, (Namakamu) memutuskan untuk tidak pergi bersama Iqbaal hari ini. Entah apa yang ia pikirkan, tiba-tiba saja ia membatalkan semua rencana mereka berdua.
Ia melangkah masuk kedalam rumah untuk beristirahat, sebenarnya tidak ada acara apapun dirumahnya (Namakamu) hanya berbohong dihadapan Iqbaal.

LUCKY FANS [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang