4 - Instagram Viktor

168 37 20
                                        

Suasana kelas 12 Ips 2 sedang riuh, padahal bel masuk belum berbunyi untuk pertama kali.

“Wih, udah dateng nih gaiss.” ujar salah satu teman Viktor

“Hmm, yang post foto bareng cewek untuk pertama kalinya.”

“Ceweknya anak sini kok, pake jas Osis lagi.”

“Wah, yang bener? Osis kelas berapa tuh?”

“Pasti cinlok di Osis ya mas?”

“Pengen tau nih mas Viktor.” Kali ini Dita ikut bersuara. Dita itu salah satu anak pensiunan Osis kelas 12 Ips 2.

Viktor tidak menjawab, namun memperlihatkan tatapan mendelik ke seluruh temannya. Membuat mereka serempak tertawa bersama seolah baru saja melihat pertunjukan yang lucu.

Melihat sahabatnya di goda satu kelas, Zidan dan Alfaraz tertawa sampai mengeluarkan air mata.
Lucu saja. Biasanya Viktor itu anti dengan cewek, ini sudah berani posting di Instagram lengkap dengan mengetag akun si cewek.

”Udah jadian nih ceritanya?” tanya Zidan ketika Viktor mendudukkan bokongnya di kursi sebelah

“Belom. Doain aja.” sahutnya

“Gue nih yang udah jadian sama Diandra temannya Athala.” ujar Alfaraz

“Anjir gercep banget lo.” Ujar Zidan

“Iyelah, nanti di embat orang.” Jawab Alfaraz

“Jadian sama siapa lo?” tiba-tiba Rania datang dan duduk disebelah Alfaraz

“Kepo banget sih, mantan.” Celetuk Zidan

Rania  itu teman sekelasnya Nabila, pacar Zidan. Salah satu mantannya Alfaraz. Bisa dibilang Rania itu sahabat dekatnya Nabila.

“Gue kan nanya. “ sahut Rania

“Vik, lo beneran deket sama adek kelas? Terus gue gimana nih?” lanjut Rania

Zidan menyentil dahi Rania, “Dulu sama Alfaraz terus lo putusin, sekarang lo juga mau sama Viktor. Bil, ajak temen lo balik kelas gih.”

“Diusir kan gara-gara lo.” Ucap Nabila setelah itu keluar dari kelas

“Eh, tapi tu Rania juga ngetag gue di postingannya kok gak pada ribut, kenapa yang diributin cuman Athala?” tanya Viktor

“Ya bedalah mas Viktor, Rania yang ngetag lo, ini lo yang ngetag Athala. Sensasinya beda.” Jawab Alfaraz

“Bener banget.” Tambah Zidan

Di lain tempat, Athala juga menjadi bulanan teman sekelasnya.

“Eh, udah lihat akun cewek kelas ini belum? Yang di tag cowok kelas 12.” sindir Faya

“Bilang aja lo nyindir gue.” sewot Athala

“Eh, chairmate gue. Lo jadian ya sama kak Viktor?”

“Belum. Yang udah sih itu belakang.” terang Athala

“Wah-wah, Diandra udah jadian sama kak Faraz nih?” kalau masalah seperti ini, Faya yang sangat antusias. Faya itu seperti sumber informasi, lebih tepatnya lambe turah.

Kalau mengingat tadi malam, Athala jadi senyum-senyum sendiri.

“Jangan senyum mulu lo, liat nih.” Ucap Faya seraya menyodorkan hpnya

“Oh ternyata kemarin fotbarnya bukan cuma sama gue.” Jawab Athala

“Username nya rarania, cantik juga.” Komentar Faya

“ Iya lah, secara kak Rania kan anak Osis juga dulunya lebih cocok sama kak Viktor.” Sahut Athala

Faya masih meneruskan acara scrol srolnya. Tidak menanggapi Athala lagi.

Baru aja mau seneng, eh udah jatuh lagi. Gumam Athala

•••

“Kesambet apa lo? Senyum senyum gaje.” sambar Zidan

“Paan sih. Pelajaran noh.” jawab Viktor dengan tangannya menangkup kepala Zidan untuk menghadap depan.

“Viktor, bisa minta tolong beliin minum di kantinnya Mang Fredi ya.” pinta Bu Indah

Viktor memperlihatkan tampang keberatan, “Kok saya, Bu?”

Zidan menyenggol kaki Viktor hendak memberitahu bahwa guru mereka itu sedang hamil.

“Lagian kamu juga gak fokus pelajaran malah mesem mesem gak jelas.” ucap Bu Indah

“Yaudah, saya belikan dulu.” ucapnya final

“Sekalian bilangin Athala, nanti istirahat suruh ke kantor guru ya.”

“Athala siapa, Bu?” tanyanya

“Halah kamu ini sok gatau. Athala Emilya, pacar kamu kelas 11 Ipa 6.”

“Bukan pacar saya kok, Bu.” selanya

“Saya tau kok, saya kan follow instagramnya Athala. Buru sana beli.” usir Bu Indah

Viktor menghela nafas menahan malu. Satu kelas sudah mulai menggoda ia lagi. Lebih baik ia segera meninggalkan kelas kalau seperti itu.

“Gak usah buru-buru, Vik. Gak sabar ketemu Athala ya?” goda Alfaraz yang tidak dihiraukan lagi oleh Viktor

Pas sekali, saat Viktor menuju kantin yang melewati kelas 11 Ipa 6 Athala juga keluar dari kelas bersama Faya, teman sebangkunya.

Viktor berteriak memanggil nama Athala di koridor kelas 11.

“Kenapa, kak?”

“Duh, pacarannya nanti aja dong, Gue udah kebelet nih.” ujar Faya

“Sebentar doang dek. Dapet pesan dari Bu Indah, nanti istirahat suruh ke kantor guru.” jelas Viktor

Athala mengangguk, “Oke kak, makasih ya.” Tanpa menunggu lagi, Faya segera menarik tangan Athala, membuat Viktor menggelengkan kepalanya.

“Suruhan Bu Indah minum apaan ya? Kok langsung cabut aja gue.” gumam Viktor heran sendiri


” gumam Viktor heran sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


komen dong part ini gimana!!
jangan lupa bintangnya

tbc.



lutfianapii

Viktor Bukan VektorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang