Koreksi kalau ada typo ya...
Disapa sama Athala itu dimulmed..
--------------------
Hari Jumat, hari terakhir sekolah tiap minggunya merupakan hari yang mengesalkan bagi kelas 11 Ipa 6. Jika kelas lain disuguhi mata pelajaran yang lebih ringan, maka kelas ini dimulai dengan jam pelajaran pertama mapel fisika. Dilanjut dengan biologi. Yang ada bukannya mudeng malah puyeng. Sudah bukan rahasia bagi kebanyakan murid SMA jurusan Ipa, pasti mereka kurang menyukai mapel fisika tersebut.
"Eh eh ada kabar menyenangkan gengs." Ucap Diki yang baru saja masuk ke ruang kelas, padahal bel masuk sudah lima menit yang lalu.
"APA?" tanya Silvi ngegas.
"Bu fisika gak masuk," jelas Diki yang membuat sekelas berteriak kesenangan. "Tapi ngasih tugas harus dikumpul hari ini juga." Kalimat Diki selanjutnya membuat anak Ipa 6 menurunkan bahunya serempak, baru saja mau seneng tapi langsung dijatuhkan. Apalagi Bu Andin kalau tidak masuk seperti ini selalu menitipkan tugas yang banyaknya tidak kira – kira.
"Berapa soal, Dik?" tanya Riska.
Bukannya langsung menjawab, Diki malah senyum cengengesan. Satu kelas juga tahu, kalau mereka berdua dekat tapi mereka selalu menyangkal. "Katanya sih dikit, tapi aku lihat ada 30."
"WHAT?" teriak Diandra syok. Fisika memang bukan keahliannya, keahliannya adalah dandan dan joget serta menggambar.
"Kuping gue ya allah, Diandra." Gerutu Disya yang duduk di sebelahnya.
"Thala thala thala....kerjain gue nyontek." Ujar Riska.
"Bodo lah, Ris bodo." Sahut Athala kesal.
Setelah beberapa menit hening, iya akhirnya mereka mengerjakan tugasnya. Tiba – tiba, Sonya si rangking satu di kelas berteriak, "ITU SUARA KECILIN DIKIT KEK! Gak lihat apa konsentrasi gue keganggu gara – gara suara kalian."
Yang tadinya pada asik mengerjakan, sontak menoleh kearah Sonya. Sonya juara umum untuk kelas 11 IPA 6, pintarnya kebangetan, cantik juga, tapi sifatnya membuat ia tidak disukai kebanyakan anak. Rangking lima pararel dari keseluruhan kelas 11, jagonya bahasa Inggris dan Biologi.
"Ampun nyai." Sahut Erik yang lebih memilih mengalah ketimbang tidak dapat contekan.
"Nomer lima apaan?" tanya Disya ke Athala, Disya tidak berani bertanya ke Faya karena anak itu sedang serius mengerjakan kalu di ganggu bisa ngamuk. Faya itu tipe anak yang kalau lagi serius mengerjakan tiak boleh ada yang ganggu, kalau mau tanya nanti kalau dia sudah selesai.
"Nih, foto aja." Ucap Athala seraya mengangsurkan buku tulis tugasnya ke Disya.
•••
"Dik, diki, buat tik tok ini kuy." Ajak Bagas, Diki mengiyakan kemudian mengajak anak laki – laki yang berjumlah dua belas termasuk dirinya sendiri.
"Din, video in ya!" ucap Bagas ke Diandra. Nama panggilan Diandra itu kadang 'Di ada juga yang memanggilnya 'Din.
Mereka berdua belas sudah baris berjejer, dengan Diki di depan sebagai pemimpin karena ketua kelas. Mereka memasuki kelas secara berurutan, yang nanti akan diedit sisipan nama mereka masing - masing. Jangan lupa! Banyak adek kelas serta kakak kelas yang lewat melihat itu, karena jam sudah menunjukkan waktu istirahat.
"Thal thal, buat yuk." Ajak Diandra seraya menunjukkan apa yang ada di hpnya.
"Enggak." Diandra mendengus mendengar jawaban Athala yang bahkan tidak melihat hpnya, kemudian fokus ke hpnya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Viktor Bukan Vektor
Fiksi Remaja[follow sebelum baca!!] Warn!! Part awal masih berantakan, tolong pengertiannya ygy. Cover dari pinterest. "Gue suka kak Viktor, kayak gue suka Matematika." - Athala "Berdoa aja supaya gue kayak Matematikanya lo." - Viktor Viktor, vokalis Revenge...
