Part 32

227 10 0
                                    

Di kantin sekolah semua riuh dengan suara-suara para siswa yang kelaparan dan mengantri makanan. Di bagian pojok kantin para anggota inti Jaguat tengah menyantap makan siangnya dengan di selingi canda tawa.

Mata tajam Saga tertuju pada gadis berkaca mata yang tengah membaca bucu di salah satu kursi kantin.Dirinya memang sering sekali melihat gadis itu membaca buku di kantin memang harus di kantin ya untuk apa perpustakaan di buat kalo begitu, dan mereka satu kelas tanpa Saga sadari gadis tersebut selalu menarik perhatiannya.

"Liat apaan si lo."Tanya Andra penasaran sedari tadi dia lihat sohibnya itu memandang ke arah lain.

"Itu cewek sapa?."Tanay Saga.

Keenam kepala itu menoleh dan melihat seorang gadis tenga membaca buku di sana.

"Dia Raya, emang napa naksir lo."Tebak Andra.

"Lo kenal?."Tanyanya lagi.

"Kenal lah dia temen SMP gue."Jawabnya.

"Gas bos."Sahut Damar.

"Otw lahh."Jawab Saga santai.

Raya Maudia gadis cantik dengan rambut hitam panjangnya, kulit putih, hidung mancung, dan bibir mungilnya. Dia bukan salah satu siswi modis dan terkenal dia hanya murid biasa yang tidak terlalu di kenal, hobinya yang selalu membaca buku membuatnya sedikit memiliki teman dan berinteraksi.

"Ray, lo ngga makan?."Tanya Nada.

"Ngga, kamu aja."Sahut Raya dengan senyuman.

"Gue beli roti mau?."Tawar Nada.

"Mau deh sedikit."Raya merobek sedikit roti dan memasukkan ke dalam mulut.

Nada satu-satunya teman sekaligus sahabat Raya di mana ada Raya pasti di situ Nada berada mereka bagaikan ban sepeda selalu berdua.

"Masuk kelas yu bentar lagi bel."Raya menggangguk dan berjalan sembari bergandengan tangan.

"Wihh... Bos yang atunya juga cakep tuh."Ucap Satria dengan semangat.

"Mau apa?."Tanya Saga dengan sinis.

"Cuma ngasih tau bos."Jawabnya dengan lemas.

Saga dan lainnya memasuki kelas dan duduk di sarangnya, Raya duduk tepat di depan mejanya Saga melihat mereka tengah mengobrol dengan asik entah apa yang mereka bicarakan.

Guru datang dan pelajaran pum di mulai tugas mereka hari ini merangkum Saga sangat malas untuk merangkum saat ingin menulis pulpennya raib entah kemana nasib pulpen hasil temuan.

"Ndra... Andra.."Yang punya nama pun menoleh.

"Pulpen."Sahutnya tanpa mengeluarkan suara.

"Kaga ada."Dia menunjukkan pulpennya.

Ssttt

Ssssttttt

Saga berubah menjadi siluman ular mendadak, dirinya tengah memanggil Raya namun yang punya nama tak kunjung menoleh. Satria yang mihat itu merasa jengah sendiri.

"Kalo lo mendadak berubah kadi siluman ular mending keluar."Ucapnya dengan malas.

Saga nyengir dan menarik-narik rambut panjang Raya. Raya yang merasa rambutnya di tarik menoleh.

"Ada pulpen? Gue pinjem."Raya mengecek tempat pensilnya dan memberikan satu pulpen.

"Ntar gue balikin."Raya mengangguk dan kembali menghadap ke depan.

Saga amatlah malas dia memilih menjatuhkan kepalanya dibatas meja dengan tangannya sebagai batalan. Raya mendengar kursinya di ketuk-ketuk oleh sesuatu saat menoleh terdapat tangan di sana ya orang yang meminjam pulpennya.

SAGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang