37. Lanjut atau?

610 68 134
                                        

"Ur heart is too weak for a strong girl like her." — From Story Zenata

*****

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ISI SETIAP LINE DENGAN KOMENTAR KALIAN YA!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


ISI SETIAP LINE DENGAN KOMENTAR KALIAN YA!

BEBAS! JANGAN MERASA SUNGKAN UNTUK BERASUMSI!

KOMENTAR KALIAN SEMANGAT AKU!

SIAP UNTUK MEMBACA CHAPTER INI?

SELAMAT MEMBACA!

———————

"Tapi, gue ikhlas kok kalo mereka beneran ada apa-apa...."

"Ssstt udah-udah jangan dilanjutin," sergah Oki sambil merentangkan kedua tangannya.

"Tangan lo nggak usah kayak gini juga kali!" Eko menepis tangan Oki dengan kasar.

"Iya, tuh! Mana keteknya bau. Bulunya sampe jatuh, tuh liat," tunjuk Tedy menunjuk sebuah gumpalan berwarna hitam.

"Anjir! Bukan bulu itu mah. Sapu ijuk goblok!" murka Oki kesal menatap Tedy tajam.

Tedy cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Eh gimana-gimana tadi aksi gue? Hebat, kan?" tanya Reno dengan dada yang dibusungkan.

Zena menoleh penasaran. "Aksi apa?"

"Dia mukulin cowok lo," jawab Tony.

"Hah? Beneran? Kok bisa?"

"Bisalah. Apa sih yang nggak bisa. Reno datang masalah hengkang," sombong Reno kembali membusungkan dadanya.

"Terus keadaan dia gimana? Masih ganteng, kan?" tanya Zena sempat-sempatnya.

Krik krik krik. Hening. Tak ada jawaban.

"Gue kira lo khawatir takutnya dia kenapa-kenapa. Eh ini malah khawatir sama mukanya. Dasar cewek!" cecar Tony.

ZENATATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang