17. Rencana Gagal dan Penantian Berharga

725 80 17
                                        

"Penantian ini akan selalu menjadi penantian yang paling berharga. Di mana rencana menjauh gagal, tapi hatimu berhasil ku cekal." — Zikri Rafasya

—————————————

"Lo kenapa, Zik? Muka udah kayak baju yang nggak disetrika setaun," tanya Reno yang melihat wajah Zikri benar-benar kusut dan tidak enak dipandang.

"Gue capek," balas Zikri pendek.

"Pulang sono tidur," titah Reno.

"Bukan badan gue yang capek."

"Terus?"

"Hati gue," gumam Zikri pelan.

"Ya udah sini gue pijitin hati lo biar nggak capek," ujar Reno sambil mendekat ke arah Zikri.

"Aneh banget lo!"

Sekarang ini mereka sedang berada di warung Teh Ismi. Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak satu jam yang lalu. Tapi Zikri dan Reno memutuskan untuk nongkrong di warung Teh Ismi. Sedangkan Tedy, cowok itu pamit pulang duluan.

Jam sudah menunjukan pukul 17.20 tetapi warung Teh Ismi masih ramai oleh anak-anak SMA Houten. Memang warung itu tempatnya sangat strategis sehingga memudahkan akses keluar masuknya. Jadi walaupun sekolah sedang libur, warung Teh Ismi akan tetap buka karena lokasinya ada di luar area sekolah. Lebih tepatnya di belakang gedung sekolah.

"Zik," panggil Reno menyadarkan lamunan Zikri.

"Apa?" jawab Zikri malas.

"Gue pengin berak," ujarnya cengengesan seraya berlari menuju kamar kecil di samping warung.

Sedangkan Zikri hanya menggeram kesal. Cowok itu tak habis pikir kelakuan Reno yang benar-benar di luar batas orang normal. Mau BAB saja kenapa harus laporan pada Zikri? Emang Zikri nu arek ngombehana ngke?

Sepertinya dulu waktu pembagian otak si Reno telat datang. Alhasil takarannya kurang sesendok. Aneh banget.

Sepeninggalan Reno, Zikri kembali merenung di tempatnya. Cowok itu menatap room chatt yang tidak ada perubahan sedikit pun. Tidak ada tulisan sedang mengetik. Bahkan orang yang diharapkannya tidak kelihatan online. Terakhir dilihat pukul 07.00.

Deru nafas Zikri tak beraturan. Dadanya sesak dan hatinya terisak. Ia tidak pernah menyangka jika mencintai akan sesakit ini. Tapi apakah jika ia dicintai pun akan merasakan bahagia sesuai dengan ekspektasinya?

Ingin rasanya Zikri menyudahi semuanya. Kembali seperti biasa. Hidup tanpa terbebani dengan rasa. Dan akan selalu terlihat baik-baik saja. Daripada seperti ini. Berjuang sendiri tak dihargai. Mengharapkan balasan tapi tak kunjung datang. Apa Zikri salah menaruh hati pada Zena? Yang cepat berubah dan tidak punya pendirian. Kemarin bilang iya, sekarang bilang tidak. Apa itu yang dinamakan cinta pada masa SMA?

Zikri mengacak rambutnya prustasi lalu berdiri mengambil jaket dan kunci motornya yang tergeletak di atas meja.

"Eh eh lo mau ke mana?" tanya Reno riweuh.

"Cabut."

"Tunggu gue ikut!"

Reno tentunya tidak akan membiarkan Zikri berjalan sendiri dalam keadaan seperti ini. Dia sedang butuh tempat curhat untuk meluapkan semua keluh kesahnya. Dan Reno sudah siap untuk menjadi pendengar yang baik.

*******

"Udah gue duga kalo lo nggak bakal langsung pulang, Zik," ujar Reno saat mereka berdua sudah sampai di tempat yang cukup sepi dan sangat cocok untuk menenangkan diri.

ZENATACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang