"GUE SUKA SAMA LO. GUE JUGA SUKA SAMA LO" pekik Laura yang secara tiba tiba.
Rayhan pun menghentikan langkahnya karena kaget atas ucapan Laura.
"Gue takut. Gue takut lo bakal nyakitin gue. Gue takut lo bakal mainin gue. Dan gue takut, lo bakal ninggalin gue nantinya" ucap Laura, mengeluarkan semua perasaannya ke Rayhan.
Air mata pun jatuh dengan sendirinya. Laura menundukkan wajahnya dan menangis.
Rayhan berbalik, dan menghampirinya.
"Gue takut, orang yang gue sayang, bakal khianatin dan ninggalin gue lagi" ucapnya dengan pelan.
Air matanya terus keluar membuatnya semakin merasakan sakit yang dia pendam sejak dulu.
Kini, Laura menatap Rayhan, "Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?"
Dia pun kembali menunduk, "Gue gak mau lagi ngerasain sakit lagi. Hati gue udah terlalu sakit karena masa lalu gue." Laura pun memukul dadanya karena merasakan sesak yang dalam.
Ingatannya kembali muncul, membuatnya semakin sakit. Rayhan pun memeluk Laura, menenangkan nya adalah jalan terbaik untuk saat ini. Laura pun menangis semakin jadi.
Mengeluarkan semua yang dia pendam. Mengeluh semua yang dia tahan. Merasakan sakit yang sulit dihilangkan. Membuang semua rasa yang dia pendam.
Rayhan semakin memeluknya dengan erat. Mengalirkan ketenangan. Saat Laura sudah merasa tenang, dia membawanya ke sofa.
Mereka duduk terdiam, fokus dengan pikiran nya masing masing. Rayhan masih merangkul Laura dan Laura pun tak menolaknya.
Rayhan pun juga memikirkan bagaimana caranya supaya Laura tak berfikir bahwa dia menunggu kisah darinya. Dia tak akan memaksa nya untuk cerita sekarang. Tapi dia bingung, harus mengatakan apa.
Laura masih bingung harus menceritakan kisahnya atau tidak ke Rayhan. Setelah beberapa menit, dia memutuskan untuk memberitahukan nya sebagai pelajaran.
"Gue sama dia udah sahabatan dari kecil."
Rayhan menengok karena Laura mengeluarkan suaranya. Dia tak menyangka bahwa Laura akan menceritakan kisah masa lalu nya.
"Persahabatan berubah jadi cinta sejak gue kelas 2 SMP dan dia kelas 3. Dia satu angkatan sama lo, kita beda setahun."
"Gue pacaran sama sahabat gue sendiri. Gue langgeng banget sama dia. Sampe dia lulus, dan lanjut ke jenjang SMA dan gue kelas 3 SMP. Kita masih contact contact an.Tapi pas bulan ketiga, dia udah mulai cuek. Gue gatau gue punya kesalahan apa sama dia sampe dia cuek kaya gitu."
Laura menghembuskan nafasnya sebagai jeda.
"Saat itu adalah bulan kelahiran nya. Gue berusaha buat kejutan dengan cara buatin kue ulangtahun sendiri dan beli kado buat dia. Kado yang gue kasih adalah hodie kembaran dengan bingkai foto gue sama dia dari kecil sampe sekarang. Gue racik sendiri bingkai itu agar kelihatan lebih spesial."
Suara Laura sudah mulai serak. Rayhan yang sadar pun mengelus bahunya, "Kalo lo gak siap cerita, gak papa kok. Gue gak maksa"
Laura menggeleng, "Hari kelahirannya pun tiba. Karena gue sama orang tua dia udah deket banget jadi gue mutusin buat kerumah dia ngasih kejutan tanpa ngabarin apapun. Tapi saat gue buka kamar nya"
Suara serak, air mata jatuh, "Gue liat dia lagi ciuman sama perempuan. Emang terbilang muda ciuman waktu umur masih 17 tahun"
"Tapi itu nyata."
Laura sudah tak kuat menahan tangisan nya, akhirnya tangisan pun dia keluarkan. Rayhan pun sigap dan langsung memeluknya. Laura menangis, mengingat kejadian masa kelam nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LAURA
Novela Juvenil"Kenapa lo ga suka sama gue?" tanya Rayhan dengan pede nya. Laura menyergit, "Kenapa gue harus suka sama lo?" tanya balik Laura dengan mengangkat satu alisnya. - Seorang gadis dengan kenangan tragis bersama mantan nya telah dihantui oleh seorang pr...
