30

7.9K 380 0
                                        

Jangan lupa vote and comment🥺
___
cinta segitiga tentu saja menyakitkan.

✨✨✨

[Author potong langsung di Bali ya]

Mereka memesan 2 kamar hotel yang cukup mewah. Balkon kamar yang langsung menghadap ke arah pantai, sangat menyejukkan saat di pagi hari.

Kenapa 2 kamar? Sela takut untuk tidur sendiri, jadi ia satu kamar dengan abangnya.

Tok tok tok

"Iya, bentar!", Dimas berteriak dari dalam kamar.

Ceklek

"Lama banget sih lo!", gerutu Aron.

"Bukan gue yang lama, tapi Sela. Berani gak lo marahin?", tantang Dimas.

"Hehe, abang ipar becanda aja, ya gak beranilah", Aron cengengesan.

"Udah udah, kak Tyo mana?", tanya Sela.

"Udah nunggu di bawah", jawab Aron.

"Yaudah, yuk", Sela menarik pergelangan tangan Aron dengan semangat.

Dimas hanya menghela nafas dan menggeleng pelan. Adiknya memang ceroboh, masa pintu kamar masih terbuka.

•••

"Waaahh!", Sela berlari ke bibir pantai.

"Sela! Jangan jauh jauh!", Dimas berteriak.

Bukan Dimas yang mengejar, melainkan Aron yang mengikuti Sela dari belakang.

"Sela, jangan jauh jauh", titah Aron.

"Kak Aron, maaf kak", Sela tersenyum sumringah.

"Seneng?", tanya Aron.

"Seneng banget kak!", Sela merentangkan tangannya, angin pantai langsung menerpa tubuhnya.

"Mau main air gak? Tapi jangan ke tengah banget", ajak Aron.

Sela mengangguk antusias.

"Hahaha, kak Aron", Sela membalas cipratan air pantai ke Aron.

"Hahaha, nih nih", Aron terus mencipratkan airnya kepada Sela.

"Hah, udah kak", ucap Sela.

"Udah capek?", Aron mendatangi Sela.

"Belum, Sela pingin kelapa kak",

"Yok, kakak juga haus", Aron menggandeng tangan Sela.

•••

Sela dan Aron duduk di hamparan pasir kuning yang berhadapan langsung dengan pantai.

Mereka meminum buah kelapa mereka masing masing. Sesekali Aron mengeluarkan joks recehnya yang mampu membuat Sela tertawa. Sela sangat nyaman dengan Aron.

"Sela rencananya kuliah dimana?", Aron menatap Sela.

"Belum kepikiran sih kak, kan harus naik kelas 3 dulu", Sela meletakkan buah kelapanya.

"Harus dipikirkan, jadi pas tamat nanti gak terlalu pusing mikirinnya",

"Siap kak!", Sela hormat di depan Aron.

Aron terkekeh melihat kelakuan Sela, sangat imut menurutnya.

"Kak, buat istana yok", ajak Sela.

"Istana? Sela mau punya rumah kayak istana? Tunggu kak Aron dah kerja dulu, habis itu kita nikah. Baru deh kita buat istana", jawab Aron enteng.

Wajah Sela bersemu merah, namun dengan cepat ia menepisnya. "Ih bukan gitu, maksudnya tu bikin istana istanaan pasir".

"O-ooh, bilang dong. Yaudah, yok".

•••

Wahyu dan Gana kini tengah di sekap di sebuah gedung tua yang sudah tak layak pakai. Mereka sekarang sedang di lantai satu untuk di introgasi.

"Jadi, lo masih gak mau ngaku!?", bentak Adhim.

"Ngaku apaan anjing!", sarkas Gana.

"Oup, lo ketos yang suka cari muka depan guru guru kan?", tanya Fara.

Fara tersenyum devil, "Abadikan".

Orang orang berjas hitam itu langsung mengabadikan semua perilaku dan kelakuan yang dilontarkan Wahyu dan Gana.

"Maksud lo apa nyulik kek gini, hah!?", teriak Wahyu.

"Asal lo tau, gue juga malas nyulik lo,  buang buang waktu. Yah, tapi karena memang ini pekerjaan gue dan gue juga udah muak liat muka lo,  mending gue selesaikan dari sekarang", jelas Fara.

Wahyu menyeringit bingung, "yang jelas bangsat!".

Bug!

Rahang Wahyu mendapat bogeman kuat dari Adhim.

"Lo gak perlu mikir, karena gak bakal dapat jawabannya sampai lo mati sekalipun", ucap Adhim.

"Dan ajal lo sebentar lagi akan menjemput, ehh, maksudnya kalian berdua", tambah Fara.

"Ck, ck, ck. Gana Gana, bodoh banget si lo kerja sama dengan pengkhianat kayak dia", Fara menatap miris Gana.

"Akibat kebodohan lo yang tidak bisa memperkerjakan orang, nasib lo jadi berujung maut", timpal Adhim.

Gana dan Wahyu hanya mampu menatap mereka tajam, mereka tidak bisa berbuat apa apa.

"Pindahkan mereka ke lantai 15, pastikan mereka terborgol kuat. Tutup semua akses jalan keluar dan jangan sampai ada orang yang mengetahui keberadaan mereka!",  perintah Fara yang langsung mendapat anggukan mantab dari anak buahnya.

"Bagus, Adhim", Adhim menoleh ke arah Fara.

Fara mengangguk, Adhim pun mengerti dan langsung mengaitkan tangan mereka untuk keluar dari gudang itu.

Gedung tua yang sebentar lagi akan dirobohkan. Sungguh malang nasib 2 orang itu.

TBC

Rada pendek ya, sorry semua 🙏


Bodyguards [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang