Jangan lupa vote and comment🥺
___
yang 5 tahun LDR akan kalah dengan yang 5 bulan dekat.
✨✨✨
Tak terasa 2 minggu lagi Sela, Ceri, dan Qila akan bertemu dengan ujian nasional. Ya, tinggal melewati satu tahap lagi dan mereka akan segera lulus dari SMA.
Mereka pun menjadi lebih sering berkumpul dengan 3 curut, yang tak lain adalah Dimas, Aron, dan Tyo. Tapi mereka berkumpul bukan dengan tujuan ingin bermain, melainkan belajar bersama.
Seperti sekarang, mereka tengah berkumpul di ruang tamu rumah Sela dan Dimas. Memang setiap hari rumah ternyaman untuk berkumpul adalah rumah mereka.
Pletak!
"Awss!", Qila mengusap usap dahinya yang terasa sakit akibat sentilan dari Tyo.
"Fokus! Lo ke sini buat belajar bukan ngehalu", celetuk Tyo sedikit pedas.
"Gue gak lagi halu!", balas Qila tak terima.
"Terus ngapain lo melamun? Mau minta kesambet?", tanya Tyo tak kalah sewot.
"Sembarangan mulut lo!", Qila menatap sinis Tyo yang duduk di depannya.
"Udah ihh, kok malah berantem sih", gerutu Sela pada mereka.
"Tauk, gak dimana mana berantem mo berdua", Aron ikut memarahi Tyo dan Qila.
"Jodoh baru tau rasa". Tyo dan Qila menatap horor Aron yang baru saja mengucapkan kalimat itu.
"Ape?", dengan rasa tak bersalah Aron malah menanya balik sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Big no! Gue tuh udah sama Farel, lagian malas banget gue sama tu dugong!", desis Qila sambil melirik Tyo.
Tyo tertawa remeh, "lo kira gue mau sama lo? Gue doain putus mampus lu!"
"Nyebelin! Lo tu cocok tau gak sama Arya, lo bapaknya dugong si Arya anaknya"
Sela tertawa renyah mendengar gerutuan Qila yang membawa nama Arya. Memang hampir setiap hari Qila selalu menyebut Arya anak dugong.
"Lo ngatain gue?", Tyo menatap tak terima Qila.
"Emang! Sadar diri kan lo!", Qila menjulurkan lidahnya untuk mengejek Tyo.
"Lo tu nenek lampir!", ejek Tyo dengan muka kesal.
"Dih, kok malah balas ngatain gue! Dasar bapak dugong!"
"Nek lampir!"
"Bapak dugong!"
"Nek lampir!"
"Bap--"
"Udah!!", teriak Sela dan Aron bersamaan.
"Telinga kami yang capek tau gak", kesal Sela pada Tyo dan Qila.
"Harusnya lo pada contoh dua orang yang ada di sono tuh", Aron menunjuk dua orang di depannya
Mereka mengikuti arah pandang Aron dan mendapati Dimas yang sedang fokus mengajari Ceri.
Sangking tak bersuara nya Dimas dan Ceri, mereka sampai lupa bahwa ada dua orang lagi yang sedang ikut belajar di sini.
"Oi, belajar atau pacaran tuh?", teriak Tyo pada Ceri dan Dimas.
"Udah, gak usah di dengerin", bisik Dimas pada Ceri.
"Wah, jahat", tambah Tyo yang tak mendapat respond dari mereka.
"Makannya lo gak usah berisik, bilangin orang belajar lu sendiri gangguin orang", sindir Qila pada Tyo.
"Diem lo nek lampir!". Qila memukul lengan Tyo kuat hingga membuat Tyo meringis kesakitan.
"Lo cewek tapi tangan lo kayak baja njing", celoteh Tyo.
"Kak Tyo, mulutnya", ucap Sela memperingati Tyo.
"Iya, maaf ya Sel". Sela mengangguk pada Tyo.
"Udah, mending lanjut belajar bukan lanjut kelahi", titah Aron.
"Dih, sok banget si Aron, padahal diantara gue sama Dimas dia yang paling malas belajar"
"Gue malas belajar tapi otak gue jenius", balas Aron sombong.
"Dari mane otak lo jenius? Dari sedotan?", ejek Tyo dengan muka yang ingin ditampol.
"Kalo gue gak pinter mana bisa gue pendiri sekaligus CEO perusahaan?", Aron tersenyum miring.
Tyo menatap datar wajah sombong Aron. Tangannya gatal sekali ingin menggaruk muka itu.
Qila menahan tawa melihat Tyo yang terdiam tak bisa membalas.
"Mampus, kicep kan lo", ujar Qila mengejek Tyo yang terdiam.
Tyo mendengus kesal melihat Qila yang cekikikan. 'Hari ini kenapa pada nyeselin semua dah?', pikirnya.
TBC
Lagi bukan harinya Tyo wkwkw🤣
KAMU SEDANG MEMBACA
Bodyguards [END]
Novela JuvenilApa kalian pernah terpikir akan mempunyai abang dan pacar yang posesif? Ditambah dengan sahabat abang mu? Perkenalkan, Sela. Perempuan bermata biru dan wajah imut imut. Mempunyai abang yang posesif dan pacar yang posesif. Jika kalian berfikir itu a...
![Bodyguards [END]](https://img.wattpad.com/cover/227557011-64-k164764.jpg)