10. KNOWLEDGE

1.4K 142 63
                                        

Just because a problem can change personality to be bad.

***

🥀-Happy Reading-🥀

Koridor lantai 2 bagian pojok terlihat sepi. Maudy dan ketiga temannya menyeret Fita untuk mengikuti mereka. Sheila yang berjalan paling depan mendorong Fita hingga tubuhnya terbentur kerasnya tembok. Seringain tipis tercetak jelas di bibir mereka-lebih tepatnya seperti seringain iblis.

Maudy bersidekap dengan tatapan nyalang. Ia menoyor kening Fita kencang, tidak peduli jika Fita-korbannya merasa kesakitan. Yang Maudy saat ini ingin lakukan hanya melampiaskan rasa kesalnya karena kebodohan seorang Fita.

"Selain bisu, lo juga bego!" ucap Sheila menjambak rambut panjang Fita yang terurai.

"Bisa nggak sih lo jangan ceroboh jadi orang?"

Fita mendongak takut-takut, pelupuk matanya berlinang air mata. Hanya karena tidak sengaja menabrak Maudy hingga menumpahkan jus mangga yang mengenai seragamnya, lagi dan lagi Fita harus berhadapan dengan mereka. Bahkan untuk sekedar menjauh dan bersembunyi rasanya mustahil.

Tepat 2 bulan perpindahan Maudy ke sekolah ini, selama itu juga Fita tidak henti-hentinya menjadi korban bullying mereka. Bukan hanya di luar kelas, tapi kadang-kadang Maudy juga sering membully-nya di kelas. Siswa-siswi di kelas tidak bisa bertindak apa pun selain hanya menjadi penonton, mereka hanya takut menjadi korban selanjutnya jika membela Fita.

Maudy punya segalanya, ia terlahir dari keluarga yang sangat berada. Apa pun bisa dilakukannya tanpa harus merasa takut. Nyatanya, faktor itu juga yang membuatnya bertingkah laku semaunya, memilih-milih teman, merendahkan orang lain, dan arrogant.

Sedangkan Fita, ia hanya cewek yang terlahir dengan keadaan tidak sempurna. Fita tidak bisa berbicara, ia tidak bisa berteriak untuk melawan saat dirinya diperlakukan tidak baik. Sebelum kedatangan Maudy ke sekolah ini, Fita merasa hidupnya tentram. Tidak ada orang-orang yang membedakannya, walaupun seringkali Fita memilih untuk sendiri.

Tetapi, apa hanya karena kekurangan mereka bebas untuk menindas?

Selama ini Fita hanya memendamnya sendirian, ia tidak berani untuk bercerita dengan Mama tentang semua yang terjadi belakangan ini di sekolah. Fita hanya merasa tidak mau membuat Mama-sebagai satu-satunya orang yang ia punya sedih dan selalu kepikiran. Cukup, kepedihan ini biar ia saja yang merasakan. Masa SMA yang indah? Fita rasa itu sangat tidak berlaku padanya.

Fita mengangkat kedua tangannya yang bergetar.

"Maaf, aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu. Aku mohon maafkan aku,"

"Lo bilang nggak sengaja? Gunanya punya mata itu apa?!" sentak Maudy seraya berkacak pinggang.

"Udah bisu! Punya mata juga nggak lo gunain? Sampah banget lo!" Sheila yang berdiri disebelah kanan Maudy berseru dengan kata-kata pedasnya.

Sesak. Satu kata yang menggambarkan bagaimana perasaan seorang Fita mendengar kata-kata pedas Sheila. Tanpa mereka ulang kata-kata itu, Fita sudah tahu ia memang bisu. Bisa saja Fita merasakan benci pada mereka, tetapi untuk apa? Rasa benci yang mendalam tidak akan pernah menyelesaikan sebuah masalah.

"Aku akan mencuci seragam kamu Maudy. Esok hari akan aku kembalikan dalam keadaan bersih,"

"Lo pikir gue semiskin itu? Gue bisa beli baru!" Maudy menukas, memincingkan kedua matanya. "Tapi lo-udah buat gue malu Fita! Jadi terima balasan dari gue!" tekannya.

[GS2] OTHER SIDE (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang