Don't look at other people only from one side.
***
🥀-Happy Reading-🥀
Maudy memandangi layar handphone. Selepas pulang sekolah, Fita meminta ditemani ke Gramedia Temannya itu berniat membeli sebuah novel terbaru untuk mengisi kartu literasi yang wajib diisi setiap hari Selasa dan Kamis sebelum pelajaran berlangsung.
Selagi menunggu pesanan grab datang, keduanya berdiri di lobby mall seraya menyeruput jus kemasan yang tadi mereka beli. Maudy merasa bingung karena Fita juga tak ingin langsung pulang, melainkan mengajaknya bermain di taman kota hingga waktu petang.
Namun, Maudy menyimpan semua pertanyaan yang mengganjal dalam benaknya. Sekali-kali ia menghabiskan waktu dengan Fita tidak apa. Maudy membuka aplikasi chatting, banyak pesan masuk serta panggilan telepon dari Rasta dari beberapa jam yang lalu, tapi ia sama sekali tidak berniat untuk membalasnya.
Rasta Jamet.
Maudy Legista
Maudy
Ody
Dy
Dy
Jawab satu kata
Ody
Sayang
Maudy tertawa kecil, tetap tidak membalas pesan tersebut. Manik hitamnya tertuju pada mobil dari arah kiri yang memiliki plat bernomor sama dengan yang ada di aplikasi. Maudy menyenggol lengan Fita hingga temannya itu terkesiap karena terlalu fokus dengan handphone dalam genggamannya.
Saat mobil terhenti di depan mereka, buru-buru Maudy dan Fita memasuki bagian belakang mobil. Tak lama mesin mobil kembali terdengar, lalu melaju dengan kecepatan normal membelah jalan ibu kota yang ramai lalu-lalang kendaraan.
Maudy menyandarkan kepalanya di jendela, memperhatikan kondisi di luar. Sedangkan Fita tengah membaca lembar per lembar novel yang baru dibelinya. Tak ada di antara mereka yang membuka pembicaraan, keduanya sama-sama mengatupkan bibir rapat-rapat.
Jalanan ibu kota sangat lancar sehingga mobil bisa sampai tujuan dalam waktu singkat. Maudy mengeluarkan uang dari tasnya, lalu memberikannya pada pengemudi. Ia membuka pintu mobil, begitupun dengan Fita yang tadi duduk di sebelahnya.
Selepas mobil pergi, kedua cewek berseragam lengkap itu melangkahkan kaki memasuki taman kota yang ramai dikunjungi ketika hari menjelang sore oleh kumpulan anak-anak kecil. Fita merogoh kantong celana, seperti kehilangan sesuatu.
"Kenapa, Fit?" tanya Maudy keheranan.
Tangan Fita terangkat di udara, memberitahukan Maudy dengan bahasa isyarat.
"Kunci rumahku jatuh,"
"Terus gimana? Biar gue bantu cari." ucap Maudy bersiap berjalan ke tempat mereka turun dari mobil, namun Fita memegang lengannya.
Fita menggelengkan kepala, "Kamu langsung ke kursi panjang yang dekat rumah pohon aja ya, aku cari sendiri." pintanya.
"Nggak mau! Pokoknya gue ikut cari," balas Maudy kekeuh dengan pendiriannya. Fita itu temannya, jadi ia harus membantu dikala susah, lagipula selama ini Fita selalu baik padanya, sedangkan ia belum pernah membalas kebaikan Fita sedikitpun.
"Tolong. Aku tidak apa-apa cari sendiri." Fita tersenyum tipis.
Raut wajah yang ditunjukan oleh Fita membuat Maudy membeku. Ia menghela nafasnya gusar, kemudian menganggukkan kepala. Ya, memilih untuk mengalah.
Cewek bersurai hitam kecoklatan itu membalikkan badan, melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Maudy menolehkan kepala ke belakang, terlihat Fita membungkuk mencari-cari keberadaan kuncinya. Sebenarnya Maudy tidak tega, tetapi ia juga tidak bisa membantah permintaan Fita padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[GS2] OTHER SIDE (Completed)
Teen Fiction"Rasta!" "Ya?" "Kenapa, Sta?" "___" "Kenapa lo harus peduli sama gue?" "Bukan peduli, tapi kasihan." Rasta Dhefino Greynata, cowok cuek berbandana hitam yang tidak pernah mempedulikan sekitarnya. Perlahan pandangan berubah saat melihat kehidupan cew...
![[GS2] OTHER SIDE (Completed)](https://img.wattpad.com/cover/233067867-64-k820761.jpg)