Kamu tau? Sakit itu jika kita hanya dianggap sebagai benalu dalam kisah hidup seseorang.
***
🥀-Happy Reading-🥀
Pelajaran olahraga baru saja berakhir. Siswa-siswi 11 MIPA 2 berhamburan menjauhi lapangan untuk menuju kelas, tetapi ada sebagian dari mereka yang memilih untuk ke kantin sekedar membeli minum. Sama seperti kelima cowok yang terduduk dipojok kantin dengan baju olahraga yang tersampir di pundak.
"Mabar nggak nih?" tanya Dito mengibaskan-ngibaskan baju olahraganya yang dibanjiri keringat.
"Males, gue mau tidur aja rasanya." ujar Sandi.
Ganda yang baru datang dengan sebotol air mineral dalam genggamannya mendudukan bokongnya di atas meja. Ia melemparkan air mineral itu ke arah Arka yang sedaritadi mengelus-elus tenggorokannya sebagai kode.
"Mapel siapa habis ini?" tanya Ganda sembari menumpukan kedua tangannya pada sisi meja.
"Pak Eko," jawab Ezra. Cowok berwajah bule itu terlihat menghela nafasnya gusar. "Susah cabut mapel dia, mainnya langsung BK."
Mereka kembali terdiam sesaat dengan wajah lesu. Materi olahraga tadi latihan fisik dengan waktu masing-masing 2 menit dan harus mengumpulkan nilai terbanyak, lalu setelahnya harus bertemu dengan mata pelajaran fisika yang kian memusingkan. Handphone dalam saku celana olahraga Rasta bergetar, ia merogohnya cepat. Terpampang di layar 2 notifikasi pesan masuk dari Diva.
Diva Gedisya
Sta
Lo lagi di mana?
Rasta Dhefino
Kantin
Diva Gedisya
Oke, gue otw ke sana. Lo tunggu depan pintu masuk kantin ya
Rasta Dhefino
Iya
Rasta menonaktifkan handphonenya, ia memasukannya lagi ke dalam kantong celana. Matanya terus terarahkan pada pintu masuk kantin yang terlihat sepi, mulai tidak fokus dengan perbincangan teman-temannya yang terlihat seru, bahkan Ezra sampai tertawa terbahak-bahak.
Tidak lama, dari kejauhan Rasta melihat Diva yang melambaikan tangannya. Rasta beranjak dari duduknya, ia memilih memutari meja karena jika tetap memaksakan ada Sandi di lantai yang tengah tertidur pulas.
"Mau kemana Sta?" tanya Arka penasaran.
"Ke sana bentar,"
Setelah itu, Rasta melangkahkan kakinya menghampiri Diva yang bersembunyi dibalik pilar. Entah, Rasta sendiri juga tidak mengerti untuk apa cewek itu bersembunyi. Saat Rasta baru saja sampai dihadapan Diva, cewek itu langsung mengulurkan kotak bekal plastik berwarna orange padanya. Seulas senyum Rasta terukir, tapi buru-buru ia merubah raut wajahnya datar.
"Buat?"
"Tolong kasih ke Ganda ya, nanti kalau dia tanya dari siapa? Jawab aja lo juga nggak kenal," ucap Diva dengan suaranya yang lembut.
Rasta mengangguk singkat, ia memutar tubuhnya. Baru ingin melangkah panggilan Diva kembali terdengar. Rasta menautkan kedua alisnya tanpa mengucapkan apa pun lagi. Diva meraih tangan Rasta, ia juga menaruh kotak bekal dengan warna yang berbeda tetapi memiliki ukuran sama.
"Yang itu buat lo. Spesial buatan gue," Diva menukas saat tidak mendapatkan respon apa pun dari Rasta. "Makasih ya Sta, bye!" ujar Diva dengan senyum manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[GS2] OTHER SIDE (Completed)
Novela Juvenil"Rasta!" "Ya?" "Kenapa, Sta?" "___" "Kenapa lo harus peduli sama gue?" "Bukan peduli, tapi kasihan." Rasta Dhefino Greynata, cowok cuek berbandana hitam yang tidak pernah mempedulikan sekitarnya. Perlahan pandangan berubah saat melihat kehidupan cew...
![[GS2] OTHER SIDE (Completed)](https://img.wattpad.com/cover/233067867-64-k820761.jpg)