Mau tau boleh, alasan kalian masih baca cerita ini.
Is fate gitting what you deserve, or deserving what you get?
—Jodi picoult.
***
🥀-Happy Reading-🥀
Di dalam sebuah kamar bernuansa tosca, Maudy membaca setiap tulisannya pada sticky note yang tertempel di lemari. Helaan nafasnya terdengar panjang, cewek itu mendudukan bokongnya di kursi seraya menopang dagu.
Karma itu ada Maudy, lo nggak akan tau kapan terjadinya.
Terbayang-bayang ucapan Rasta saat mereka tengah berada di dalam toilet. Seharian ini Maudy tidak bisa merasakan ketenangan, ucapan Rasta bagaikan alunan melody yang berputar menghantuinya. Maudy menelungkup, menyembunyikan wajahnya dibalik lipatan tangan.
Prang
"KAMU JADI ISTRI CUMA BISA MALU-MALUIN SAYA!"
Maudy sontak menegang mendengar suara pecahan serta teriakan Papanya. Cewek berambut cokelat kehitaman itu beranjak dari duduknya, membuka pintu kamar dengan berjalan mengendap-endap. Maudy berdiri tepat di anak tangga teratas, ia menyaksikan secara langsung kekejaman Papa terhadap istrinya sendiri di ruang tamu.
"SEHARUSNYA KAMU ITU SADAR! SAYA ATAU KAMU YANG MALU-MALUIN KELUARGA?!" tanya Mama—Citra seraya memegangi pipinya yang ditampar.
"KAMU!" Papa—Mario mengambil sabuk yang berada di atas meja, ia mengangkatnya tinggi-tinggi bersiap menghujami tubuh istrinya.
Sebelum semua itu terjadi, Maudy buru-buru menuruni anak tangga menghampiri mereka, ia terduduk di lantai seraya memeluk Mama mencoba untuk melindunginya. Sorot matanya menajam bersamaan dengan kedua tangannya yang terkepal kuat.
"Kalau Papa udah bosan sama Mama, silahkan pergi! Kami nggak pernah maksa Papa buat tetap di sini!" Maudy berseru. Sejujurnya ia sudah muak melihat perlakuan Papanya setiap hari.
"Maudy, kamu nggak perlu ikut campur masalah ini!" tegas Mario.
Maudy menyunggingkan senyum miring, "Kenapa nggak? Saat melihat wanita yang melahirkan aku disiksa apa aku harus diam?!" tanyanya.
"MAUDY!"
"DARI DULU ITU PAPA MEMANG NGGAK PERNAH BERUBAH! SILAKAN PERGI BERSAMA WANITA SIMPANAN, KAMI JUGA NGGAK BUTUH KEHADIRAN PAPA DI SINI!!" pekik Maudy meneteskan air mata yang sekuat tenaga ia tahan.
Emosi Mario tidak lagi tertahan. Pria paruhbaya itu mengangkat sabuk dalam genggaman tangannya, ia mendaratkan cambukan di beberapa bagian tubuh anaknya. Maudy mengerang merasakan sakit, ia semakin mengeratkan pelukannya pada Mama.
Rasa perih itu menjalar. Maudy berusaha untuk kuat selagi melindungi Mama, baginya lebih baik ia yang merasakan sakitnya cambukan sabuk itu. Citra yang menyaksikan kekejaman suaminya mencoba melepaskan pelukan Maudy. Wanita paruhbaya itu menahan cambukan yang akan mendarat, sehingga mengenai punggungnya.
"KAMU INI GILA! DARAH DAGING SENDIRI KAMU SIKSA!" murka Citra, suara isak tangisnya terdengar pilu.
"DIA JADI KURANG AJAR SAMA SAYA PASTI KARENA KAMU!"
"Seharusnya kamu berkaca dulu, apa pantas orang seperti kamu dibela?" lirih wanita paruhbaya itu dengan sorot mata kecewa.
Mario mengatupkan bibirnya rapat-rapat, ia melemparkan sabuknya ke sembarang arah. Pria paruhbaya itu mengusap wajahnya yang terlihat frustasi, ia sempat melirik istri serta anaknya sekilas lalu melangkahkan kakinya keluar rumah tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
KAMU SEDANG MEMBACA
[GS2] OTHER SIDE (Completed)
Roman pour Adolescents"Rasta!" "Ya?" "Kenapa, Sta?" "___" "Kenapa lo harus peduli sama gue?" "Bukan peduli, tapi kasihan." Rasta Dhefino Greynata, cowok cuek berbandana hitam yang tidak pernah mempedulikan sekitarnya. Perlahan pandangan berubah saat melihat kehidupan cew...
![[GS2] OTHER SIDE (Completed)](https://img.wattpad.com/cover/233067867-64-k820761.jpg)