Kamu itu aneh, susah ditebak, tapi sayangnya terlalu istimewa.
***
🥀-Happy Reading-🥀
"Tolong diambil jagung yang udah dicuci, Sta." titah Rey pada anak bungsunya yang sedang bermain dengan Pompom di dekat kolam ikan.
"Di mana?" tanya Rasta yang tak tahu menahu.
"Dapur. Cepetan sana!"
Rasta mengangguk, ia berbalik badan memasuki rumahnya. Hari ini keluarganya sibuk mengadakan bakar-bakar selagi menunggu malam pergantian tahun. Alea-kekasih dari Abangnya itu pun turut hadir. Rasta hampir melupakan keberadaan Maudy dan Mamanya yang tengah berbincang-bincang dengan Bunda.
Soal meminta izin beberapa hari lalu untuk men-chat Maudy, berniat baik mengajak cewek itu untuk ikut bergabung dengan keluarganya di malam akhir tahun. Rasta mengambil baskom ungu berisi jagung yang sudah dicuci hingga bersih, ia kembali ke perkarangan rumah.
Langkah kakinya terhenti tepat di sebelah Ayah yang sedang mengipasi arang. Rasta menaruh baskom itu di rerumputan, berkacak pinggang memperhatikan Ayah yang tampak sibuk, sesekali pria paruhbaya itu mencibir karena asap mengenai mata.
"Bantu Ayah kipasin," pinta Rey memberikan kipas yang berbahan utama anyaman bambu.
"Emangnya Ayah mau ke mana?" Rasta bertanya dengan raut bingung.
"Cuci muka, kelilipan nih," Rey mengibaskan tangan ke arah wajah, kedua matanya memang berair.
Ada keinginan untuk menolak, tetapi Rasta tidak tega. Cowok itu mengipasi arang dengan gerakan cepat, sendi-sendi tangannya terasa pegal. Rasta mengusap dahinya yang mengeluarkan keringat padahal baru 5 menit. Manik hitamnya tertuju pada Abangnya yang terduduk di halaman bersama kekasihnya.
"Rafa," panggilnya. Detik ke detik orang itu tidak menanggapi membuatnya semakin emosi.
"RAFA BUDEK!" teriak Rasta sekencang mungkin, tidak mempedulikan tatapan tajam Bunda terarahkan padanya.
"Apa, Met?" tanya Rafa keheranan. Cowok dengan rambut hitam legam itu beranjak menghampiri Adiknya.
"Gantian, gue udah setengah jam."
"Mau bohongin gue ya?" tukas Rafa tersenyum miring, ia menyentil dahi Adiknya. "Setengah jam ngipasin arang, lo nggak ada kerjaan? Jagungnya aja belum diolesin apa-apa." cibirnya. Patut disayangkan, nyatanya Rafa tidak sebodoh itu.
"Lah, gue disuruh Ayah gitu," Rasta memberikan kipas itu pada Rafa. Setelahnya, ia berjongkok untuk mengoleskan margarin pada jagung yang akan dibakar.
Rafa mendengus, memilih mengalah daripada berurusan lebih panjang. Ia mengipasi jagung hingga warnanya berubah. Rafa memperhatikan Adiknya dengan seksama, lalu beralih pada cewek memakai hoodie sedang memainkan handphone.
"Biasanya lo ngajak Diva, kenapa sekarang nggak?" tanya Rafa penasaran, karena setiap tahunnya pasti mereka akan merayakannya bersama Diva, namun untuk kali ini tidak.
"Emang harus?"
"Ya, tapi aneh aja, marahan lo sama dia?" tanya Rafa lagi. Jiwa kepo-nya menggebu-gebu.
Rasta menggeleng singkat. "Nggak, lagian dia udah punya pacar," jawabnya jujur dan bersikap tak acuh.
"Kasihan banget. Jadi pertanyaan lo waktu itu ditujukan buat Maudy, iya kan?" Rafa menahan tawanya yang ingin pecah.
Bila diingat-ingat, Rasta dan dirinya tidak jauh berbeda. Dulu ia juga pernah terjebak friendzone dengan Tiara, dan mengharuskan cewek itu mengalah. Sekarang menurun pada Adiknya yang mengalah demi menjaga persahabatannya pada dua pihak.
KAMU SEDANG MEMBACA
[GS2] OTHER SIDE (Completed)
Novela Juvenil"Rasta!" "Ya?" "Kenapa, Sta?" "___" "Kenapa lo harus peduli sama gue?" "Bukan peduli, tapi kasihan." Rasta Dhefino Greynata, cowok cuek berbandana hitam yang tidak pernah mempedulikan sekitarnya. Perlahan pandangan berubah saat melihat kehidupan cew...
![[GS2] OTHER SIDE (Completed)](https://img.wattpad.com/cover/233067867-64-k820761.jpg)