3. Chimon!

4.7K 509 30
                                        

"Oii Non! Aku selalu tidak senang kalau berada di dekatmu seperti ini," kata Namtan.

"Kenapa?" tanya Nanon sambil menyantap makanannya.

"Sama aku juga," sambung Frank.

"Kenapa sih memangnya?!" tanya Nanon lagi.

"Itu! Lihatlah mereka yang selalu mengambil fotomu diam-diam. Aku tidak nyaman dengan banyak kamera," jelas Namtan.

Nanon hanya tersenyum dan melanjutkan menyantap makanannya.

Kini mereka berada di kantin, mereka baru saja selesai kelas dan langsung menuju ke kantin seperti biasanya.

"Oh iya Frank, nanti kau jadikan kerumah ku?" tanya Ohm.

"Hmm, aku akan ke rumahmu nanti. Kita harus mengerjakan tugas ini bersama-sama," jawab Frank.

"Aku dan Sing juga akan mengerjakannya nanti, kami langsung pergi ke pabrik untuk mendapatkan informasi," jelas Namtan.

"Kita sama? Kenapa tidak pergi bersama?!" tanya Sing heboh.

"Kau benar. Tapi, bagaimana dengan Nanon? Pabrik hanya menerima empat orang tamu dari luar," jawab Ohm.

Nanon menyudahi makanannya dan menghela nafas.

"Kalian saja, lagian aku bukan kelompok kalian," jawab Nanon pasrah.

"Kau sudah bicara dengan Chimon?" tanya Namtan.

"Katanya dia akan mengerjakannya sendiri," jawabnya.

"Aku benar-benar tidak menyukai nya," lanjutnya.

Frank tersenyum dan memegang bahu sahabatnya itu erat.

"Jangan berkata seperti itu. Kau harus ikut mengerjakannya bersama Chimon. Aku yakin dia akan keteleran mengerjakan tugas sendirian," jelas Frank.

"Benar, kau juga akan rugi karena tidak ikut mengobservasi pabrik," sambung Ohm.

》 》 》

Chimon menyiapkan semuanya. Dari kamera, alat tulis dan ponselnya yang sudah di charger penuh untuk merekam wawancaranya dengan orang-orang di pabrik.

Ia berjalan keluar dari gedung fakultas menuju parkiran mobil nya. Baru saja sampai disana ia melihat dua orang yang telah berlari meninggalkan parkiran.

Chimon tak peduli dan berjalan ke arah mobil nya.

"Siaa!" umpatnya.

Ia kaget mendapat kedua ban depan mobilnya yang sudah kempes.

Chimon benar-benar bingung. Ia yakin kalau kedua orang yang berlari tadi adalah pelaku yang mengempiskan ban nya.

Tiba-tiba Nanon datang dan melihat Chimon yang sedang kesal melihat ke arah ban mobilnya.

"Ban mu kempes?" tanya Nanon.

Chimon kaget dan melihat ke arah Nanon yang kini sudah berada di belakangnya.

"Kau tidak lihat?" tanya Chimon kesal.

"Kapan kita akan mengerjakan tugas kelompok itu?" tanya Nanon.

"Aku akan mengerjakannya sendiri," jawab Chimon.

Nanon menghela nafas dan berjalan mendekati Chimon dengan frustasi.

"Kenapa kau seperti anak-anak? Aku sudah bilang, aku akan ikut!" kata Nanon kesal.

Nanon melihat Chimon intens kemudian ia mengalihkan pandangan nya pada kamera yang tergantung di leher Chimon.

FOR YOU [Namon]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang