21. Duapuluhsatu

13.3K 590 2
                                        

JANGAN LUPA VOTE GENGS

Pagi ini Gamal baru saja datang di kantornya. Dia sedang duduk dengan pikiran bercabang, dia memikirkan tentang inseminasi buatan kemarin.

Sangat sulit jika dia menyembunyikan hal ini sendiri, dia butuh seseorang untuk cerita.

Akhirnya dia menghubungi seseorang untuk dijadikan teman cerita.

Tak lama setelah itu, Seseorang itu pun datang ke ruangannya.

"Pagi Boss. Kenawhy niih, Pagi pagi ngajak ngobrol??"

Gamal menyuruh Roy untuk duduk didepan mejanya.

"Gue pengen cerita hal penting ke lo Roy"

"Apaan?? Lo disuruh kawin sama tante Monik??"

Gamal menggelengkan kepala sambil mengusap rambutnya kasar. Tetapi Gamal malah terlihat lebih seksi dengan rambut berantakan.

"Bukan. Ini tentang gue"

Roy mengerutkan dahi. "Makhsudnya??"

"Tapi lo jangan cerita cerita sama orang. Cukup gue sama lo aja yang tahu"

"Iya iya, apaan emangnya" Ucap Roy sambil menggaruk pipinya.

"Janji dulu tapi"

Roy menatap jari kelingking Gamal. "Najis, kaya anak perawan. Iya gue janji gak bakal cerita ke orang, udh cepetan mau ngomong apa, jan sampe gue jorogin dari sini lo"

"Ck, gue bingung Roy, ceritanya dari mana dulu"

Roy menatap datar kearah Gamal. "Pukul tidak ya"

Gamal terlihat sangat gusar, Dia bingung harus memulai cerita dari mana.

"Ck, makanya sebelum lo manggil gue, lo persiapin dulu kata katanya. Lo tau gak sii gak enaknya menunggu??" Ucap Roy dramatis.

"Bacot lo. Jadi gini, ada cewe nih, dia lagi hamil anak gue"

Mata Roy langsung terbuka lebar dengan tangan menggebrak meja kerja Gamal. "Lo buntingin anak orang??!"

Gamal menggeleng kepalanya tegas. "Kagak. Lo dengerin dulu"

"Ya itu tadi lo bilang ada cewe lagi hamil anak lo!"

"Ck, jadi gini--"

Ucapan Gamal terhenti karna tiba tiba pintu ruangan Gamal terbuka. "Damian!!"

Roy memejamkan matanya menahan emosi. Dirinya sudah kepalang penasaran dengan cerita Gamal tetapi wanita itu datang.

"Kanza, bisa gak si kamu masuk ketuk pintu dulu" Ucap Gamal emosi.

Wanita itu adalah Kanza sang mantan kekasih Gamal.

"Sorry babe, Iya deh besok besok aku kesini ketuk pintu dulu"

Roy bangkit dari duduknya. "Lo utang cerita sama gue. Gue gak mau mati penasaran gara gara cerita lo itu"

Setelah mengucapkan hal tersebut, Roy langsung keluar dari ruangan Gamal.

"Damian, kamu punya cerita apa?? Cerita aja sama aku, aku siap dengerin kok"

Gamal menatap sengit kearah Kanza.

"Tapi aku gak mau cerita sama kamu. Mending sekarang kamu keluar, aku sibuk."

Kanza mengerjapkan matanya. "Dam, aku tahu kamu masih marah sama aku. Tapi plis, jangan kaya gini. Aku mau kita kaya dulu lagi, Dam"

Gamal memutar bola matanya malas. "Udah lah Za, kita gak akan bisa kaya dulu lagi, Kamu udah bukan siapa siapa aku sekarang. Jadi aku memohon sama kamu, jangan pernah ganggu hidup aku lagi"

"Kamu ngerti kata Khilaf gak si Dam?? Aku khilaf waktu itu, aku sayang sama kamu. Sampai berapa kali lagi aku harus minta maaf sama kamu Dam?? Aku tahu aku salah waktu itu, dan aku minta maaf."

"Khilaf itu hanya sekali, bukan berkali kali. Dan aku juga udah maafin kamu sejak lama, tapi hubungan kita memang harus berakhir. Mungkin aku bukan jodoh kamu. Dan dari sekarang kamu carilah pria yang lebih baik dari aku, bukannya kamu ahli ya dalam mencari pria yang baik untuk hidup kamu sendiri??"

Kanza terisak mendengar perkataan Gamal terakhir, Gamal seperti sedang memojokannya.

Kanza pun pergi dari ruangan Gamal dengan tangisannya. Ucapan Gamal begitu masuk kedalam hatinya.

Gamal merasa bersalah atas sikapnya kepada Kanza barusan. Apa perkataannya begitu tajam sampai wanita itu menangis?? Tapi biar lah, dia pun risih jika Kanza terus mendekatinya.

TBC





Single Mommy (LENGKAP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang