JANGAN LUPA VOTE GENGS!!!
Arisha yang sedang duduk di kursi ruangannya harus dikejutkan oleh seseorang yang masuk ke ruangannya secara brutal.
"Zoy!! Lu bisa gak si ketok dulu. Kaget gue" Ucap Arisha sambil mengusap dadanya.
"Lo tuh bisa gak dengerin gue! Ris, kan gue udah bilang. Lo harus ambil cuti hamil, kandungan lo udah gede" Sungut Zoya.
Arisha memijat pangkal hidungnya. "Gue gabut Zoy kalo dirumah. Enek gue"
Zoya berdecak. "Tapi kasian anak lo Ris. Emang lo gak capek apa, jalan mulu bolak balik kantor ke rumah. Gue liatnya aja begah tau gak"
"Zoy. lo jangan teriak teriak dong, kasian anaknya Arisha, kaget gara gara denger suara lo" Ucap Kimi yang sibuk mengusap perut buncit Arisha.
Zoya hanya memutar bola matanya malas menanggapi ucapan Kimi.
"Gue jadi pengen hamil deh. Seru ya Ris, kalo malem dedeknya nendang nendang"
Arisha mengangguk Antusias, memang terkadang perutnya terasa nyeri karna tendangan si kecil.
"Kim, gue lagi ngomongin Arisha. Mending lo diem dulu deh. Ris--"
"Iya iya, ntar kalo udah 8 bulan gue ambil cuti" Ucap Arisha menyela ocehan Zoya.
"Gila lo ya, 7 bulan aja udah gede. Lo mau ambil cuti pas 8 bulan, niat brojol dijalan lo" Omel Zoya.
Kandungan Arisha memang sudah memasuki usia 7 bulan kemarin.
"Ya gimana. Gue bingung mau cuti kapan." Jawab Arisha santai.
"Pokoknya lo harus cuti besok. Gak ada alesan lagi." Ucap Zoya tegas.
Arisha mengangguki ucapan Zoya, itupun terpaksa.
***
Gamal terus saja menscrooll foto di Instagramnya. Dia mengukir senyum saat melihat foto Arisha yang menghadap ke samping dan memperlihatkan bentuk perutnya yang sudah besar.
Entah apa yang Gamal rasakan, tetapi dia sangat bahagia. Walau semua dengan cara berbeda, anaknya berhasil tumbuh didalam rahim wanita itu.
Sungguh tidak bosan Gamal jika terus memperhatikan foto Arisha yang tengah Hamil.
"Apa gue bisa kaya bapak bapak lainnya, pas anak gue lahir nanti, gue adzanin??" Monolog Gamal.
"Terus, apa ntar gue harus nemenin bu Arisha pas proses persalinan nanti. Megangin tangan dia gitu trs bilang. Ayo kuat bu Arisha... Semangat... Semangat"
Hanya membayangkan saja sudah membuat dirinya tersenyum sendiri.
Saat dirinya sedang menyelami kebahagiaan yang ia buat sendiri, tiba tiba ponselnya berdering menunjukan panggilan masuk. Dari Arisha.
Gamal pun menerima panggilan itu.
"Hallo bu Arisha"
"Hallo, pak Gamal"
"Ada apa menelpon saya?? Ada yang bisa saya bantu??"
"Emm gak ada pak. Saya cuma mau ngajak ketemuan aja. Pak Gamal bisa??"
Jantung Gamal berdetak lebih cepat saat Arisha-Partnernya mengajak bertemu.
"Bisa bu. Jika boleh tahu, dimana dan kapan kita ketemuan. Biar saya bisa bersiap"
"Iya, emm jika bisa sekarang. Gimana pak. Nanti saya shareloc tempatnya"
"Oh bisa bu Arisha. Saya juga lagi gak ada kerjaan"
"Iya pak Gamal. Ya sudah, saya tutup ya. Terima kasih"
Gamal belum menjawab, Sang penelpon sudah memutuskan telponnya lebih dulu.
Tidak ingin memusingkan, Gamal pun bersiap setelah dikirim lokasi yang dijanjikan.
Ternyata Arisha mengirimkan lokasi ke Restaurant yang tak jauh dari kantornya.
Gamal pun masuk dan menemui Arisha yang sudah duduk di meja dekat jendela.
"Bu Arisha sudah menunggu lama??"
Terlihat Arisha terjingkat saat Gamal berbicara. Ya suara Gamal cukup berat untuk ukuran pria matang.
Arisha tersenyum simpul. "Ah enggak. Saya juga baru sampai. Silahkan"
Gamal mengangguk lalu duduk dihadapan Arisha.
Pada saat Gamal datang ke Restaurant itu, banyak mata yang menatapnya puja. Siapa lagi kalau bukan wanita.
Tapi harapan mereka sirna karna mereka melihat pria tampan nan gagah itu, menemui wanita cantik yang sedang hamil.
Lalu ketika Gamal dan Arisha sedang berbincang bincang, tiba tiba ada seorang wanita yang menghampiri mereka berdua.
"Damian"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Single Mommy (LENGKAP)
General FictionApa yang kalian bayangkan jika mendengar kata "Single Mommy" ?? seorang Single parents/Janda?? tetapi Novel ini bukan menceritakan tentang seorang wanita Single parents yang ditinggal selingkuh oleh sang suami dan Novel ini juga bukan cerita tentan...
