JANGAN LUPA VOTE GENGS!!!
"Damian"
Arisha dan Gamal, menatap wanita tersebut.
Gamal mengernyitkan dahi. "Kanza, ngapain kamu disini??"
Kanza tersenyum miris. "Harusnya aku yang tanya, ngapain kamu ada disini??" Kanza menatap Arisha. "Oh jadi ini alasan kamu gak mau lanjutin hubungan kita"
"Ini gak seperti yang kamu pikirin Za"
"Terus apa??! Kamu disini duduk sama wanita yang lagi hamil tua. Dan kamu, kamu punya suami kan?? Apa suami kamu jelek sampai kamu cari pria lain??!" Ucap Kanza dengan nada yang meninggi.
Arisha yang diajak bicara, mengerutkan dahi. Apa wanita didepannya ini tidak mengenalnya?? "Saya?? Saya belum menikah. Sebentar, anda tidak mengenal saya??"
Kanza menutup mulutnya. Bisa bisanya wanita hamil itu membicarakan aib nya dengan santai. "Kamu belum nikah tapi udah hamil. Gila kamu ya. Dan buat apa saya kenal sama kamu. Jalang!"
Gamal menggebrak meja. "Kanza, tutup mulut kamu! Gak sopan!"
"Jelas jelas dia belum nikah tapi udah hamil Dam. Ya pasti dia seorang jalang! Begitu santainya dia membawa anak haram itu berkeliaran." Ucap Kanza pedas.
Gamal menampar pipi Kanza. "Jaga bicara kamu!!Jangan pernah sebut anak saya, anak haram!!"
Arisha bingung, kenapa dirinya tidak bisa marah saat anaknya dihina. Entah karna hormon atau apa, Arisha hanya menatap Gamal yang sedang marah.
"Anak kamu??" Tanya Kanza, sambil memegang pipinya.
"Iya dia anak saya! Jadi jangan pernah kamu ucapkan kalau anak saya adalah anak haram. Atau kamu akan kemakan akibatnya"
Air mata Kanza meluruh deras. Tamparan yang diberikan Gamal tidak begitu sakit ketimbang rasa sakit hatinya, saat gamal mengaku sebagai ayah dari anak wanita itu.
Kanza memukul dada Gamal. "Kenapa kamu jahat Dam, Kenapa?? Hiks.. Kamu bilang aku jahat, tapi kamu lebih kejam. Aku benci sama kamu aku benci Dam!! Hiks...Hiks.."
Gamal menarik tubuh Kanza kedalam dekapannya. Gamal menyesal telah menampar mantannya itu.
Arisha jadi merasa gerah saat melihat adegan pelukan dihadapannya. Kenapa juga Partnernya berpelukan di depannya. Arisha uwuphobia.
Arisha mengambil tasnya lalu beranjak pergi dari restoran itu. Arisha hanya tidak ingin mengganggu acara mereka.
Arisha masih bingung, masih ada orang yang tidak mengenal Arisha Kei Maheswara, yang Notabenenya CEO wanita muda tersukses diindonesia?? Haish, Artinya Arisha masih belum Famous betul di dunia ini.
Wanita itu mengusap perut buncitnya, baru berjalan sampai parkiran dirinya sudah sangat lelah.
Mungkin benar apa kata Zoya, dirinya harus mulai cuti. Kasihan anaknya, pasti merasa pusing karna ibunya tidak bisa diam. Hahaha.
Pertemuan Gamal dengan dirinya, hanya untuk absen muka saja. Tidak lebih.
"Aris pulang!!" Ucap Arisha setelah sampai rumah.
Gilang menghampiri kakaknya. "Capek Bu?? Sampe ngos ngosan begitu"
Arisha mengangguk. Lalu bokong sintalnya pelan pelan duduk di sofa. "Ambilin gue air donk dek. Capek nihh"
"Asyiaapp nyonya"
Bunda baru saja masuk dengan membawa kantong kresek belanjaan. "Loh, Aris. Kamu udah pulang. Ya Allah kamu dari mana aja sihh nak, kok kringetan gini."
Arisha menggeleng, deru nafasnya masih belum teratur. "Abis dari kantor Bund, Jalanan panas banget"
Gilang datang membawa secangkir Air putih. "Nih kak. Eh Bunda udah pulang."
"Nih nanasnya. Emang buat apa sii buah nanasnya??" Tanya Bunda sambil memberikan buah nanas ke Gilang.
Gila meringis. "Cuma buat proyek pendeteksian aja bund. Biasa tugas sekolah"
Mata Arisha berbinar melihat buah Nanas. "Ih Aris mau Nanas"
"Gak boleh. Katanya kalo orang hamil gak boleh makan nanas. Bahaya. Kan Bund??" Ucap Gilang.
Bunda Hara tersenyum lembut. "Iya sii, tapi bahayanya kalau hamil muda. Kalau udah 6 bulan ke atas, boleh kok"
Arisha tersenyum lebar. "Mau Bund"
Gilang menatap geli kakaknya yang sedang memberikan Puppy eyes ke arah bundanya.
"Ya udah nanti bunda irisin ya. Kamu duduk diem diem disini."
Arisha mengangguk patuh. Dan duduk dengan tenang di sofa Ruang tamu.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Single Mommy (LENGKAP)
Ficción GeneralApa yang kalian bayangkan jika mendengar kata "Single Mommy" ?? seorang Single parents/Janda?? tetapi Novel ini bukan menceritakan tentang seorang wanita Single parents yang ditinggal selingkuh oleh sang suami dan Novel ini juga bukan cerita tentan...
