JANGAN LUPA VOTE GENGS!!!!
Malam ini di Apartement, Arisha tengah duduk di tepi ranjang sambil mengusap perutnya yang sudah mulai membuncit.
Arisha sangat bahagia, karna anaknya sudah tubuh dan berkembang didalam rahimnya.
"Sehat sehat ya dek. Mommy tunggu sampai kamu lahir ke dunia."
Arisha memang kerap sekali bicara pada Anaknya sambil mengusap perutnya.
Lalu setelah itu, Arisha teringat Bunda Hara. Arisha pun berniat untuk datang kerumah Bundanya.
Setelah selesai bersiap siap, Arisha langsung berangkat ke rumah Bunda Hara.
Sampai lah wanita itu disana, Arisha masuk ke dalam dan dia pun melihat Gilang dan Sarah yang tengah bercanda di ruang tengah.
"Eh ada bumil muda" Ucap Gilang sambil tersenyum aneh.
Arisha hanya memainkan alisnya untuk menanggapi ucapan Adiknya.
Sarah pun menyalimi Arisha sebagai kakak dari kekasihnya.
"Kak Arisha apa kabar?? terus gimana dedeknya, sehat kan??. Maaf Sarah baru main kesini lagi"
Arisha tersenyum ke arah Sarah. "Baik Sar. Dedeknya juga baik kok."
Lalu setelah itu, Bunda datang ke ruang keluarga. "Aris, bunda kan udah bilang. Selama kamu hamil, jangan tinggal di Apartement dulu. Kalau terjadi apa apa gimana?? Disni aja dulu sama bunda nak"
Arisha hanya meringis. "Maaf Bund, iya deh Arisha tinggal disini sama bunda"
Bunda Hara menghela nafas lalu menggeleng kepala menatap Arsiha.
"Bund. Bunda punya buah pepaya kan??" Tanya Arisha.
Bunda mengangguk. "Punya. Bunda tadi beli. Kamu mau??"
Arisha mengangguk antusias. "Mau Bund, tapi dijus"
Gilang yang sedang bercanda dengan Sarah, langsung menatap kearah kakaknya. "Paya di jus?? Gak salah tuh"
Bunda tersenyum lalu mengusap perut buncit putrinya. "Gapapa, Kakakmu ini kalau ngidam memang aneh dek. Ya udh bunda buatin dulu ya. Kamu tunggu sini."
Arisha tertawa mendengar ucapan Bundanya. Lalu Sarah bangkit dari duduknya. "Bunda, Sarah bantuin ya??"
Bunda mengangguk sambil tersenyum. "Iya sayang."
Tinggalah Arisha dan Gilang di ruang keluarga. Gilang sesekali melirik kearah Kakaknya.
"Kak"
"Hm"
"Besok kan, gue sama Sarah mau ke puncak"
"Terus??"
"Emm, Bayarin ya kak. Kan Kakak tuh orang Kaya yang baik dan tidak sombong. Jadi gapapa lah bayarin adiknya yang mau liburan"
Arisha paham, jika Gilang menginginkan sesuatu, anak itu pasti akan memujinya dengan sangat handal.
Arisha mengerutkan dahi. "Kan lo yang mau liburan, kenapa gue yang harus bayar?"
"Kan lo tajir"
Arisha hanya memutar bola matanya malas. Sangat tidak jelas sekali jawaban adiknya itu.
"Gilang kamu apaan sih. Jangan Kak, aku sama Gilang kayanya juga gak jadi ke puncak" Ucap Sarah yang baru saja datang dari dapur.
Gilang melebarkan matanya. "Loh kok gajadi. Kan kita udah lama ngerencanain buat ke puncak yank"
"Ya kan aku maunya, kalau kita kepuncak pakai uang kita sendiri Lang." Ucap Sarah membela diri.
Gilang hanya memanyunkan bibirnya. "Ya aku juga cuma nyari jalan pintas aja, yank"
Bunda Hara menggelengkan kepala melihat tingkah putranya. Lalu memberikan Jus pepaya kepada Arisha. "Udah udah. Nih jus pepayanya"
Arisha melihat jus itu, lalu mengerutkan dahi. "Kok gitu jus nya ya Bund??"
"Ya ini jus pepaya yang kamu minta tadi. Bunda sengaja gak tambahin susu, takut nanti kamu mual."
Arisha menggelengkan kepala cepat sambil menutup bibirnya dengan tangan.
"Loh kok gak mau??" Tanya Bunda bingung.
"Gak enak Bund. Emm Lang, tadi lo bilang mau ke puncak kan?? Gue ikut, ntr gue bayarin liburan lo"
Bunda menggeleng keras atas penuturan Arisha barusan. "Gak. Mau ngapain kamu kepuncak Aris? kamu ini lagi hamil, masa mau kepuncak. Ngaco deh"
Bahu Arisha merosot karna ucapan Bundanya. "Yah Bund, Arsiha kan mau kepuncak juga."
"Gak ada gak ada. Kalau terjadi apa apa sama kamu gimana, Sarah sama Gilang juga yang Repot nanti." Ucap Bunda Hara tegas.
Bunda cukup lelah menuruti keinginan Arisha yang sangat aneh.
Arisha memanyunkan bibirnya. "Ya deh, Arisha gk jadi kepuncak, tapi sebagai gantinya, Aris mau jus mangga"
Bunda tersenyum lembut. Lalu mengusap surai putrinya. "Iya Bunda buatin, tapi janji nanti diminum ya."
Arisha mengangguk lucu.
Gilang menatap kakaknya bingung. "Dari puncak ke jus mangga. Jauh njuyy"
Sarah hanya terkekeh mendengar gumaman Gilang.
"Emm tapi, jadi kan kak bayarin gue liburan ke puncaknya??"
Sarah memukul Paha Gilang dan melototkan matanya kearah pria itu.
"Hmm. Tapi nanti jangan lupa beliin baju kecil yang ada gambar Leak nya disana."
Gilang menatap Arisha dengan datar. Kakaknya kira, Gilang akan belibur ke Bali. Dasar Bumil.
"Untung kakak dan sumber keuangan. Kalo bukan, pengen tak Hiiiihhhh!!!"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Single Mommy (LENGKAP)
Ficção GeralApa yang kalian bayangkan jika mendengar kata "Single Mommy" ?? seorang Single parents/Janda?? tetapi Novel ini bukan menceritakan tentang seorang wanita Single parents yang ditinggal selingkuh oleh sang suami dan Novel ini juga bukan cerita tentan...
