28. Dua puluh Delapan.

12.6K 528 5
                                        

JANGAN LUPA VOTE GENGS!!!

Kejadian 1 bulan lalu membuat Gamal frustasi. Pria itu kini bagaikan mayat hidup karna selalu dihantui rasa bersalah.

Kejadian fatal dan tidak diinginkan terjadi padanya. Semua berjalan begitu saja seperti angin lewat.

Flashback On

Gamal mengerjabkan matanya, silau matahari telah membuatnya terbangun dari tidur.

Pria itu merasakan tubuhnya terasa sakit dan lelah. Dia juga merasakan badannya lengket sekali.

Tunggu, dirinya tidur atau kerja. Astaga.

Tapi seperti ada hal yang aneh. Gamal menyibakan selimut dan betapa kagetnya, Gamal melihat dirinya tidak memakai sehelai benang pun.

Gamal melihat samping kirinya terdapat seorang wanita yang sama sepertinya tengah tertidur. Wanita itu adalah Kanza.

Ya Tuhan, apa yang dia lakukan. Terpintas ingatan dirinya sedang melakukan adegan panas bersama Kanza.

Gamal memukul mukul kepalanya. Dirinya memang pria normal, tetapi jika begini sama saja dirinya menghancurkan Kanza.

Flashback Off

Roy menepuk bahu Gamal untuk menyadarkan lamunan pria itu.

"Lo kenapa?? Akhir akhir ini lo keliatan beda. Lo juga pucet. Lo sakit??"

Hanya gelengan kepala yang mampu Gamal jawab. Bibirnya begitu kelu hanya untuk berucap.

"Tiga. Tiga klien yang udah ngundurin diri buat kerja sama bareng kita. Gue juga bingung Mal mau jawab apa kalo setiap pertemuan, lo gak pernah fokus. Lo kenapa??"

Wajah Gamal tertunduk. Dirinya malu pada Roy yang selalu menghandle pekerjaannya.

"Mal, gue bukan gak ikhlas tapi gue pengen kita kaya dulu. Pemasukan kita sekarang berkurang. Gue gak mau, usaha yang lo udah bangun dari nol, hancur cuma gara gara lo sering ngelamun"

Roy mendengar jika Gamal terisak. Apa pria itu menangis??

Kejadian itu membuat gairah hidupnya hilang entah kemana.

"Kalo lo punya masalah, lo bisa cerita sama gue. Dari kapan sih kita temenan, dari Sd Mal, dari kita masih sama sama ingusan. Lo masih belom percaya sama gue??"

Gamal menggeleng pelan. Gamal juga bingung harus bagaimana. Sangat sulit untuk menjelaskan semuanya.

"Gue--"

"Gue minta maaf sama lo Roy.... Plis bantuin gue buat keluar dari masalah ini Roy...hiks"

Roy mengangguk dan menepuk bahu Gamal. "Selagi gue bisa bantuin lo, gue bakal bantuin lo Mal."

Gamal mulai bercerita. "Gue sama Kanza--"

Roy dengan sabar mendengarkan setiap ucapan Gamal yang sering terputus.

"Kenapa Kanza??" Tanya Roy pelan.

"Kanza... Udah gak virgin gara gara gue Roy..."

Roy bingung harus berkata apa. Kanza sudah tidak virgin gara gara Gamal?? Kenapa bisa?? Tapi lidah Roy susah untuk bertanya itu.

"Gue gak tau kalo gue bisa dalam keadaan mabuk dan nglakuan hal gila sama Kanza saat itu. Gue ngrasa kalo gue cowo brengsek Roy..."

"Saat Kanza belum bangun, gue tinggalin dia dalam keadaan telanjang. Gue jahat banget Roy. Gue tau pasti Kanza hancur banget. Gue cowo brengsek Roy"

Roy bangkit dari duduk dan memeluk tubuh sahabatnya. Roy tahu, Gamal membutuhkan sandaran saat ini.

Roy menepuk pundak kokoh Gamal. "Gue gak tau siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi gue tau kalo lo gak sengaja Mal. Semua diluar kendali lo. Lo masih bisa temui Kanza dan minta maaf sama dia."

Gamal menggelengkan kepala. "Gak Roy, sejak dari itu gue gak bisa hubungi Kanza lagi. Gue gak ketemu Kanza lagi. Gue takut Roy, Kalo Kanza--"

"Ssttt. Lo gak boleh overthinking dulu. Gue yakin Kanza bakal maafin lo, karna Kanza itu masih cinta sama lo"

Gamal terenyak, Mungkin benar apa yang dikatakan Roy. Pasti Kanza bisa memaafkannya.

"Tapi, gue takut kalo Kanza hamil Mal. Kalo Kanza hamil itu artinya lo punya dua anak dengan berbeda ibu."

Dua Anak?? Astaga Gamal baru ingat Arisha. Bagaimana keadaan wanita itu. Apa anaknya di dalam kandungan sehat atau sudah lahir??

Baru saja Gamal meredam kegelisaahannya, sekarang harus kembali gelisah dengan perkataan Roy barusan.

"Kenapa hidup lo serumit ini si Mal. udah seneng gue denger CEO AKM hamil anak lo. Eh sekarang lo malah ngasih jalan buat si Kanza. Kalo sampe Kanza hamil trs minta pertanggung jawaban sama lo. Gue orang pertama yang gak bakal restuin hubungan lo"

Gamal mengerutkan dahi. "Kenapa??"

Roy mendelik. "Lo tanya kenapa?? Masa lalu. Masih gedek aja gue sama dia. Untung cewe kalo bukan udah gue smekdon."

Gamal menghembuskan Nafas. Dia bingung ingin melakukan apa.

"Roy, muka gue masih keliatan pucet atau kucel gak??"

Roy menaikan satu Alis. "Sebenarnya gue mau tanya. Lo tadi mandi apa enggak??"

"Suek lo!!" Ucap Gamal sambil meninju lengan Roy.

Roy tertawa lebar. "Hahaha. Emang lo mau kemana??"

Roy bingung melihat Gamal yang sedang merapihkan Blazer dan kemejanya.

"Gue mau ketemu Bu Arisha. Pengen tau perkembangan anak gue gimana"

Roy bertepuk tangan heboh. "Wihhh...Daddyable. Pengen tau perkembangan anaknya apa Emaknya. Jiahahaha"

"Bacot lo."

"Semoga sukses boss. Sekalian nitip ya, kali aja ada cewe cakep trs kenalin gue. Hahaha"

Gamal tidak memperdulikan ucapan Roy dan terus berjalan meninggalkan ruangannya.

TBC

AUTHOR PUBLISH PAKE HOSPOT MAMAH NIHH🙄Xixix

Aku benci miskin

Single Mommy (LENGKAP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang