JANGAN LUPA VOTE GENGS!!!
"Saya sudah cerai dengan Kanza karna masalah masa lalu" Ucap Gamal lusu.
Gamal tersenyum getir. "Dan sekarang saya berstatus Duda"
Arisha menatap Gamal lewat ujung matanya. Apa pria itu berbohong atau memang dia benar sudah bercerai.
"Ya, memang sangat lancang. Seorang Duda seperti saya, ingin menikahi direktur terhormat seperti Bu Arisha. Tapi, dari hati saya langsung, saya benar mencintai Bu Arisha...dan itu sejak anda mulai mengandung Surya"
Arisha mencoba berdehem untuk menetralkan detak jantungnya. Oh ya Tuhan, jantung Arisha seakan sedang berdisko saat ini.
"Ekm...Pak Gam--" Ucapan Arisha terhenti karna suara ponselnya yang berdering. "Maaf, sebentar pak Gamal"
Arisha pun mengangkat panggilan masuk itu. "Ya Hallo"
Mata Arisha membola. "Ya Ampun saya lupa. Baiklah saya akan segera kesana. Ya, terima kasih bu guru"
Ternyata Arisha lupa menjemput Surya. "Maaf pak Gamal. Pertemuan kita cukup sampai disini. Saya harus menjemput Surya di sekolah"
Gamal ikut berdiri dari duduknya. "Aa... bu Arisha. Apa saya boleh ikut menjemput Surya??"
Arisha mengerutkan dahi, untuk apa pria itu ikut menjemput anaknya.
"Surya juga anak saya" Gamal berucap, seperti tahu apa yang ditanyakan dalam pikiran Arisha.
Mau tidak mau, Arisha mengiyakan keinginan pria didepannya ini. "Emm, Baiklah"
***
Gamal terus mengikuti arah jalan Arisha menuju Basemant Resto. "Aa..., bu Arisha. Bagaimana kalau anda ikut bersama saya saja. Tenang, saya nanti akan menyuruh anak buah saya untuk membawa mobil anda ke rumah. Bagaimana??"
Arisha memejamkan mata menahan emosi, tidak ada waktu baginya untuk terus tanya jawab bersama pria aneh ini. "Ya sudah, kita pakai mobil pak Gamal saja"
Gamal mengangguk cepat, lalu pria itu berlari ke arah kursi kemudi dan di susul Arisha di kursi penumpang.
Sebenarnya Gamal ingin bertanya kenapa Arisha duduk di belakang, tapi dia urungkan, karna takut Arisha marah nantinya.
Gamal pun langsung melajukan mobil ferrari nya menuju ke sekolah Surya yang ditunjukan Arisha.
***
Bocah berjambul katulistiwa itu terus saja berdecak kesal, pasalnya semua teman teman paud nya sudah di jemput. Tapi dirinya???
"Bu guru, Mommy mana sii??" Tanya Surya dengan mendongak ke arah Jasmin, guru paud nya itu.
Bu Jasmin tersenyum hangat. "Sebentar lagi, tunggu ya. Dafa juga belum dijemput tuh"
Surya menatap Dafa yang duduk tenang di ayunan kelinci. "Dafa, Mamah kamu mana. Kok belum jemput kamu??"
Bocah berambut sempong itu, menggeleng. "Gak tau. Kata mamah, nanti yang jemput papah"
Surya hanya ber 'Oh' ria saja. Anak itu jadi teringat Gamal. Dia juga ingin dijemput sekolah oleh papahnya.
"Surya surya. Itu Mommy kamu. Tapi om itu siapa??" Teriak Dafa dengan menunjuk ke arah Arisha.
Surya melihat ke arah yang ditunjuk temannya itu. Seperti Slow Motion, pelan tapi pasti anak itu melihat ke arah Arisha dan...."Papah!!!"
Senyum Arisha pudar saat melihat anaknya berlari cepat ke arah Gamal dengan begitu riang gembira.
Bu guru Jasmin dan Dafa, diam menyaksikan adegan anak dan ayah itu yang sedang berpelukan.
Gamal mengangkat tinggi tinggi tubuh Surya, lalu menciumi pipi cubby itu dengan gemas. "Jagoan papah."
"Papah jemput aku bareng sama Mommy??!" tanya bocah itu dengan begitu keras.
Gamal mengangguk. "Iya sayang. Papah mau jemput anak papah yang ganteng ini"
Arisha menatap Ayah dan anak itu ya tengah di balut kebahagiaan. Cih dunia seakan milik mereka berdua dan yang lain ngontrak.
Arisha tersenyum ke arah Bu Jasmin. "Siang bu guru"
"Ah, siang juga Bu Arisha." Ucap Bu Jasmin dengan ramah.
Dafa meminta gendong papahnya yang baru saja datang. "Papah gendong"
Sungguh, suasana saat ini begitu Awkwkrd . Arisha kembali tersenyum canggung ke arah Bu Jasmin. "Ahaha, maaf bu guru. Saya Surya dan Suami saya ijin pulang lebih dulu ya. Baiklah, selamat siang. Permisi"
"Silahkan bu Arisha. Iy selamat siang kembali."
Hati Gamal seakan berbunga bunga, kala Arisha menyebut dirinya sebagai 'Suami' kepada guru paud Surya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Single Mommy (LENGKAP)
General FictionApa yang kalian bayangkan jika mendengar kata "Single Mommy" ?? seorang Single parents/Janda?? tetapi Novel ini bukan menceritakan tentang seorang wanita Single parents yang ditinggal selingkuh oleh sang suami dan Novel ini juga bukan cerita tentan...
