35. Tiga puluh Lima

11.7K 531 0
                                        

JANGAN LUPA VOTE GENGS!!!

Arisha mengangguk pelan. "Maaf, mungkin saya tidak sopan membicarakan hal ini di kantor anda. Tapi saya hanya ingin memberi peringatan kepada istri Anda untuk menjaga lisannya terhadap saya dan termasuk anak saya"

Gamal mengerutkan dahi bingung. Terlihat Arisha sangat marah sekali saat membicarakan Kanza. Entah apa yang istrinya perbuat hingga wanita di depannya ini marah.

"Maaf bu Arisha. jika boleh saya tahu,apa yang dilakukan Kanza??"

Arisha menatap tajam Gamal. " Mungkin jika istri anda menghina saya, saya masih bisa menoleransi. Tapi istri anda telah menghina anak saya dengan mengatakan anak haram, maaf saya tidak terima hal itu. Saya bisa saja membawa ini rana hukum dengan pelanggaran Penghinaan terhadap anak."

"Tapi saya berfikir kembali, saya tidak ingin memperbesar masalah ini dengan membawa ke rana hukum. Cukup memperingati anda dan istri anda saja."

Gamal mengumpat dalam hati, entah kenapa Kanza dengan berani membuat masalah pada Arisha.

"Maafkan perkataan Kanza, Bu Arisha. Saya akan menjamin dia tidak akan berbuat hal sama lagi. Maafkan sekali lagi"

Arisha tersenyum miring untuk menanggapi ucapan Gamal. "Saya tahu. Jika pak Gamal memiliki hati nurani seorang ayah, pasti pak Gamal akan marah ketika darah daging bapak sendiri dihina oleh istri anda sendiri."

Entah kenapa Gamal menangkap ucapan Arisha adalah sebuah sindiran.

Bagaimana pun Gamal juga marah jika ada yang menghina anaknya. Sangat tidak mungkin jika Gamal tidak marah.

"Iya Bu Arisha. Mohon maaf kembali atas tindakan istri saya. Saya sangat meminta maaf. Tetapi jika Bu Arisha tetap ingin membawa semua ini ke pihak berwajib, saya tidak akan menghentikannya."

Arisha mengerutkan dahi, apa pak Gamal sudah tidak waras. Dia membiarkan istri terbawa masalah.  Kenapa seakan akan Gamal pasrah begitu saja.

"Permisi pak Gamal, Bu Arisha. Maaf Bu, ada teman ibu yang ingin bertemu." Ucap Roy tiba tiba dengan sopan kepada Arisha.

Lalu masuk lah Tiar dengan setelan formalnya. Wanita itu memang sengaja menyusul Arisha di kantor Gamal.

"Lo udah selesai?? Kalo belom, lanjutin aja. Gue tunggu di lobby okey?" Ucap Tiar dengan memasukan satu tangannya ke saku celana.

"Enggak, gue udah selesai." Arisha kembali menatap Gamal. "Baik pak Gamal, hanya itu yang ingin saya sampaikan. Tolong kerja samanya. Saya tidak ingin hal yang sama terulang apa lagi kepada anak saya."

Bukan Arisha kasian kepada Kanza, tetapi karna Gamal sudah pernah membantunya.

"Baik Bu Arisha, Maaf sekali lagi."

Arisha mengangguk lalu sedikit membenarkan blazernya. "Baiklah, Saya permisi"

Arisha langsung keluar dari ruangan Gamal bersama dengan Tiar.

Roy menahan nafasnya saat Arisha lewat dihadapannya. Bagi Roy, berbahaya jika membuang nafas dihadapan CEO DIAMOND COMPANY itu.

Setelah terlihat Arisha sudah sangat jauh dari pandangan Roy. Roy langsung masuk ke ruangan Gamal.

"Anjrit, tahan nafas gue pas ada Bu Arisha. Kuat banget aura angkuhnya, Ngeri gue. Tumben tu CEO kesini. Ada apaan??"

Gamal meminjat pangkal hidungnya, dia begitu merasa tidak enak kepada mantan Partnernya itu. "Gak enak gue sama dia Roy."

"Kenapa?? Dia ngomong apa saja ke lo??"

"Sumpah gue gak habis pikir, bisa bisa nya Kanza nyari masalah sama Arisha." Ucap Gamal dengan nafas menggebu.

"Emang bini lo ngapain??"

Gamal membuang nafas kasar. "Gue dikasih peringatan buat Kanza, Kanza ngehina anak bu Arisha. Dan untungnya bu Arisha gak bawa ini ke rana hukum. Lo tau kan Roy, susahnya kalo udah bermasalah sama Arisha. Hampir aja anjlok reputasi gue."

Roy melebarkan mata. "Gila si Gila. Parah bini lo, gue aja mikir dulu kalo mau nafas di depan CEO dangerous itu. Eh si Kanza malah bikin masalah. Itu yang gue gak suka si Kanza dari dulu. Ngeselin." Ucap Roy dengan menggebu gebu.

Gamal akan memberi perhitungan kepada Kanza pulang nanti.

***

Gamal membanting tas kerjanya di samping tubuh Kanza yang sedang duduk sambil melipat baju.

"Damian kamu apa apaan siih. Kalo naro barang jangan asal lempar dong, kalo kena aku gimana coba."

Gamal menatap wajah Kanza tajam. Begitu tajamnya hingga membuat sang istri merengkut takut. "Kamu sebenernya punya otak gak sihh?? Hah?! Kamu sadar gak kamu udah buat masalah sama siapa??!"

"Masalah apa si Dam. Aku gak buat masalah apa apa."

Gamal mencengram pipi Kanza sedikit kuat. "Kamu hina Bu Arisha dan anaknya kamu pikir itu bukan bikin masalah??!! Kamu mau hancurin reputasi aku di depan bu Arisha??!"

Kanza tidak menjawab dia hanya menangis karna merasakan sakit di pipinya. Gamal tidak pernah sekasar ini padanya.

Kanza pun tahu wanita yang dia katai Jalang itu adalah Arisha CEO DIAMOND.

"Jawab Kanza!!"

Kanza terjingkat karna oktaf suara Gamal yang meninggi. Kenapa setelah menikah Gamal berubah menjadi orang yang kasar.

"Denger ini! Kalau sampai aku tau lagi kamu hina hina anaknya bu Arisha, Aku mau kita pisah. Aku nikahin kamu bukan buat nghancurin harga diri aku!!"

Mungkin karna efek hormon, Kanza menangis sesegukan saat Gamal mengancamnya dengan kata pisah.

Gamal menjambak rambutnya frustasi karna melihat Kanza menangis.  Dia bukan ingin menyakiti Kanza tapi dia juga tidak terima anaknya di hina istrinya sendiri.

TBC

Single Mommy (LENGKAP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang