JANGAN LUPA VOTE GENGS!!!
Kabar pernikahan Gamal sudah menjadi trending topic di dunia perusahaan.
Bagi mereka yang berperan sebagai wanita, menjadikan kartu undangan pernikahan Gamal adalah sebuah bencana.
Impian mereka untuk bisa menikah dengan seorang Damian Gamal Prayuda kandas karna kartu sialan itu.
"Pak Gamal. Bapak beneran mau nikah??" Ucap salah satu karyawan Gamal yang terkenal bar bar di kantor.
Gamal tersenyum lalu mengangguk. "Potek hatiku pak"
"Iso ne mung nyawang...Dah lah aku sama jeon jungkook aja." Ucap Karyawan lain.
Roy terkekeh melihat gaya para karyawan yang tengah bersedih ini.
"Gimana kalo sama saya aja??" Gurau Roy kepada Karyawan itu.
"Terima kasih atas tawarannya pak Roy. Tapi cukup sama pak Gamal saja, hati kita dipatahkan."
Gamal menatap iba kepada para karyawan yang menatapnya sedih.
"Gengs... Kita masih ada waktu buat nyawang pak Gamal sebelum jadi laki orang."
Gamal menggelengkan kepala sambil memijat pangkal hidungnya. Dirinya baru tahu jika memiliki karyawan seperti mereka.
"Emm. Pak Gamal nya saya bawa dulu ya." Ucap Roy sambil menarik lengan Gamal.
Roy membawa Gamal pergi ke cafe dekat kantor. Sebenarnya Gamal juga tidak ingin ada pernikahan seperti ini. Tapi takdir sudah menentukan.
***
Gilang berlari ke arah kamar Arisha dan langsung melahap pipi gembil ponakannya.
"Hallo boboy bocil... Tumben kamu gak nangis kalo deket Om cil. Yaaa ditinggal Mommy kerja yaaaa. Kasiann delohh"
Gilang tiada hentinya menciumi wajah Surya. Dari hidung, pipi, dahi sampai ke ubun ubun lembek Surya dia ciumi.
Surya tergeletak pasrah saat Om nya menciumi wajahnya. Hahaha
"Kamu kapan gede si cil. Cepet gede dong...nanti kita main bola bareng"
Gilang berbaring dekat Surya, lalu tidur menghadap bayi mungil itu.
"Bobo yuk cil. Om ngantuk"
Tak lama Bunda datang, dan melihat putranya tertidur dengan menjadikan Surya guling.
"Ya Allah, Gilang...Adiknya kok ditindih sihh"
Pria itu sudah terlelap ternyata. Akhirnya Bunda mengangkat Surya.
"Cucu nenek diapain sama Om Gilang?? Ditindih ya. Iya..??"
Bunda Hara melihat Surya mengisap jempolnya sendiri. Apa bayi itu haus??
"Cucu nenek haus?? Kita telpon Mommy aja ya. Suruh pulang."
Arisha sempat memberikan susu Asi di dalam botol. Tetapi susu itu sudah habis. Akhirnya bunda Hara menghubungi putrinya.
"Assalamualaikum Bund. Surya nangis ya Bund??"
"Waalaikumsalam warohmatullah. Enggak Ris. Tapi kayanya dia haus nih. Kamu pulang yah, susu yang kamu kasih tadi udah habis"
"Iya Bund. Aris pulang sekarang. Tunggu ya bund"
"Iya. Hati hati ya nak"
Bunda mematikan sambungan telpon bersama Arisha.
Lalu tak lama, Terdengar deru mesin mobil Arisha di pekarangan rumah.
"Arisha pulang!!"
Arisha mencium punggung tangan Bunda Hara.
"Kamu lagi gak ada meeting kan Ris??" Tanya Bunda.
Arisha menggeleng. "Enggak Bund. Arisha malah gak ada kerjaan di kantor. Oh ya, mana anak Mommy yang haus??"
"Ganti baju dulu sana."
Arisha mengangguk. "Sebentar ya nak"
***
Pukul 1 malam Arisha masih membuka mata. Sebenarnya dia sudah sangat mengantuk tapi putra tunggalnya ini tidak kunjung tertidur.
"Surya anak Mommy yang ganteng...bobo yuk. Udah malem" Ucap Arisha sambil membelai rambut putranya.
"Mommy ngantuk banget nak. Bobo ya" Arisha menepuk kecil bokong putranya. Berharap putranya tertidur.
"Biasanya kalau udah mimi susu anak Mommy langsung bobo. Kok ini masih seger banget sii"
Surya menangis saat Arisha menggigit pipi putranya dengan gemas.
"Uh sakit ya sayang. Hahaha maafin mommy. Abisnya mommy gemes sama kamu."
Arisha mengusap bekas gigitannya di pipi Surya. Setiap Arisha menatap putranya, wajah Surya sangat indentik sekali pada ayah Biologisnya.
Arisha jadi teringat Gamal, pria itu akan menikah sebentar lagi. Entah kenapa ada rasa kesal jika mengingat hal itu.
TBC
BACA JUGA CERITA AUTHOR. "BOS KU GALAK" "TWINS" dan "HELLO, CAPTAIN!" TERIMA KASIH.
KAMU SEDANG MEMBACA
Single Mommy (LENGKAP)
General FictionApa yang kalian bayangkan jika mendengar kata "Single Mommy" ?? seorang Single parents/Janda?? tetapi Novel ini bukan menceritakan tentang seorang wanita Single parents yang ditinggal selingkuh oleh sang suami dan Novel ini juga bukan cerita tentan...
