Alvaro mendua?

1K 61 16
                                        

Selamat Malam Semuaaa~
.
.
.
Setelah kemarin berbaikan kini Defian mengajak Tania jalan bareng karena sudah lama mereka belum pernah menghabiskan waktu bersama lagi. Tania sangat beruntung masih bisa mempertahankan hubungannya yang bahkan bisa dibilang sudah berada di ambang batas perpisahan.

"Kak Def mau ngajakin aku kemana sih," Kepo Tania sambil memeluk erat Defian yang kini sedang memboncengkannya menggunakan motor KLX miliknya.

"Mau lo kemana," Sahut Defian dibalik helmnya

"Ihh jadi kakak gatau tujuan kita tuh mau kemana!!!! Yaampunnn," Teriak Tania dengan lantang. Sangat tidak cocok melihat gaya Tania yang sekarang. Gadis berhijab tapi sekali ngomong tidak pernah difilter terlebih dahulu. Namun Defian tetap menyukainya.

"Teriak aja terooos sampe putus tuh pita suara," Celetuk Defian membuat Tania refleks memukul bahu kekasihnya dengan keras.

"Makan aja yuk ah laper nih," Rengek Tania

Defian tidak menjawab ucapan Tania. Justru lelaki itu semakin mempercepat laju motornya membuat Tania ketakutan sendiri. Meskipun Tania dulunya suka balap motor tetapi gadis cantik satu itu sangat takut ketika diboncengkan orang lain dengan kecepatam tinggi. Akhirnya Tania bisa sampai di lokasi dengan selamat meskipun tadi dia sudah merapalkan banyak doa karena takut terjadi apa-apa di jalan.

"Ini kok rame banget sih tempatnya," Celetuk Tania sambil mengedarkan pandangannya

"Kalo mau sepi ya ke kuburan aja sana," Sahut Defian dengan santuy membuat Tania memberengut kesal

"Diem aja deh kakak. Sekalinya ngomong ngeselin banget," Ketus Tania

Defian dan Tania sekarang sudah duduk dengan tenang sambil menikmati alunan musik yang sangat menyejukkan hati. Selang beberapa menit Tania dibuat terkejut ketika menyadari kehadiran Aisyah bersama teman-temannya. Dan anehnya Aisyah dengan santainya merokok di tempat umum tanpa ada rasa takut.

"Kak Def ituu bukannya kak Aisyah ya," Panggil Tania sambil menggoyangkan lengan Defian yang sedari tadi sibuk bermain game yang ada di ponselnya.

"Iya." Sahut Defian singkat

"Loh kok kakak gak shock atau gimana gitu," heran Tania

"Gue udah tau kalo dia ngerokok. Jadi buat apa gue harus shock gaguna banget," ucap defian membuat Tania mengangguk paham

"Kak Aisyah masih sering ngechat kakak gak?" tanya Tania ssambil menatap Defian dengan kepo

"Lo lupa ya kalo gue baru aja ganti kartu, mana bisa dia ngechat gue lagi," ujar Defian sambil meletakkan ponselnya

"Isshh ya juga sih," sahut Tania

"Udahlah gausah bahas hal yang gak penting. Gue ngajak lo jalan tuh biar kita bisa seneng-seneng, bukannya gibahin orang yang unfaedah kayak gini," ucap defian

"Iyaa-iyaaaa maafin Tataaaa," Sahut Tania sambil tersenyum manis

"Ntar mau tidur di apartemen gue apa balik?" Tanya Defian

"Balik aja deh. Gaenak tau kalo keseringan tidur di tempat kakak," Ucap Tania sambil menatap ke arah Defian

"Iya, Lagian juga gaaneh-aneh kan," Ujar Defian dengan tenang

***

Tania sekarang sedang mengikuti kegiatan club musik di fakultasnya. Kebetulan dia mendapatkan bagian untuk bernyanyi jadi dia masih bisa bernafas lega. Setelah selesai mengikuti kegiatan, Tania langsung berpamitan untuk segera pulang. Sesampainya di parkiran ternyata disana ada Arsen dan kawan-kawannya yang sepertinya baru selesai berlatih basket.

BLACKFIRE II [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang