Bagian 54. Seperti Orang Asing

2.5K 314 36
                                        

Tadinya mau di up kemarin tapi aku malah ketiduran😪😪

***

Lucas membuka pintu kelas 12 C dengan mendorongnya keras membuat suara tabrakan antara pintu dan tembok terdengar dimana-mana.

Anak-anak kelas 12 C yang berada di dalam terlonjak kaget melihat pintu yang dibuka secara paksa dan menatap Lucas dengan dahi berkerut.

Lucas berjalan masuk dengan tangan terkepal. Tujuannya hanya satu: menghampiri sekumpulan cowok yang sedang bermain kartu di pojok ruangan.

Orang-orang disana masih menebak-nebak apa yang akan Lucas lakukan. Pasalnya tidak biasanya Lucas datang ke kelas mereka dengan wajah semenyeramkan itu. Biasanya Lucas selalu tersenyum ramah kepada semua orang. Tapi kali ini, jangannya menyapa, senyum saja tidak.

Setelah sampai di tempat tujuan, Lucas menarik kerah kemeja Jeno membuat anak-anak disana langsung berdiri kaget. Jeno menepis tangan Lucas namun cengkraman si pemuda Wong lebih kuat darinya sehingga mau tak mau Jeno mengikutinya.

Setelahnya, Lucas langsung mendorong Jeno sehingga tubuh cowok itu menubruk meja guru dan membuat suasana kelas langsung gaduh. Anak-anak cewek berteriak kaget dan yang cowok langsung berdiri namun tidak ada yang berani mendekat.

"Apa-apaan sih lo?!" Jeno bertanya dengan posisi yang masih terduduk di lantai. Di tatapnya Lucas yang berdiri di depannya dengan tangan terkepal.

"Lo yang apa-apaan anjing?!"

"Maksud lo apa?"

"Maksud gue apa?" Lucas berjalan mendekat lalu menarik kerah kemeja putih Jeno membuat si tampan ikut berdiri.

"LO APAIN RENJUN, BANGSAT?!" teriak Lucas tepat di depan wajah Jeno.

Kelas langsung hening.

Tangan Lucas masih mencekal kerah kemeja Jeno sedangkan Jeno hanya terdiam. Ia sekarang mengerti apa tujuan Lucas menghampirinya. Sedangkan orang-orang disana menatapnya bingung.

"Gue kasih izin lo pacarin Renjun itu untuk jagain dia. Bukan untuk lo sakitin sesuka hati lo." kata Lucas masih dengan posisi yang sama. Ia menatap Jeno dengan mata berapi.

"Lo tolol atau bego sih, hah?!"

"LO PUNYA OTAK GAK?!" Lucas kembali mendorong tubuh Jeno membuatnya kembali menubruk meja guru.

"Cas, Cas," Guanlin maju berniat memisahkan keduanya namun dengan cepat Lucas mengangkat tangannya menyuruh mereka tidak usah ikut campur. Guanlin mengangguk lalu kembali mundur dan bergabung bersama yang lainnya di belakang.

"Lo tau hari ini Renjun gak masuk dan lo masih enak-anakan main sama temen-temen lo?"

"Kemaren gue masih ngediemin lo ya. Tapi kali ini jangan harap, Jen."

"Lo gak tau masalahnya, Cas." ujar Jeno masih dengan posisi duduk di lantai membuat cowok di depannya tersenyum sinis.

"Apa yang gue gak tau, hm?" Lucas berjalan mendekat lalu sedikit jongkok agar wajahnya sejajar dengan Jeno. Cowok dengan kemeja putih di keluarkan itu menekuk satu kakinya.

"Dua hari yang lalu Renjun puluhan kali nelpon lo tapi gak lo respon."

"Gue gak tau kalo dia nelpon gue-"

"Iya karena lo keasikan jalan sama mantan tersayang lo itu!" sela Lucas cepat membuat Jeno kembali terdiam.

"Lo gak tau kan kenapa Renjun nelpon lo?" tanya Lucas lagi. Dan lagi-lagi Jeno di buat terdiam.

"Lo lupa kemaren itu jadwal check up terakhirnya Renjun? Lo lupa, Jen?"

"Cas gue-"

"Gue bener-bener pengen mukul lo, Jen. Tapi gue masih ngehargain lo. Dari awal Renjun cerita gue udah mau nyamperin lo tapi gue gak enak sama dia. Sampe kemaren lo ngulangin kesalahan lo, lo bikin orang yang paling gue sayang nangis seharian sumpah gue bener-bener pengen nonjok lo." Lucas berkata pelan. Di tatapnya Jeno yang juga menatapnya.

DESTINYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang