Bagian 30. Mengenal Lebih Jauh

3.2K 395 14
                                        

Kalo ada yang typo bilang ya 🤗

***

Udara malam yang menusuk membuat cowok yang baru saja keluar dari taksi itu merapatkan jaketnya. Dengan langkah terburu-buru, Jaemin setengah berlari memasuki minimarket 24 jam yang terletak di ujung jalan daerah perumahannya.

Tujuan Jaemin malam-malam keluar rumah adalah karena tiba-tiba saja cowok itu ingin membeli makanan ringan untuk persediaan selama liburan dan untuk menemaninya ketika suntuk.

Setelah selesai di rak makanan ringan, si pemuda Na itu membawa keranjangnya ke tempat minuman dingin. Matanya sibuk mengamati banyak sekali minuman di depannya sehingga tangan putih itu mengambil beberapa kaleng minuman soda dan juga kopi lalu ia satukan dengan makanan lainnya yang baru saja ia simpan di dalam keranjang belanjaan.

Setelah merasa cukup, kaki jenjang itu menjauh dari tempat minuman dan berjalan menuju kasir.

Dengan santainya Jaemin  mengantri sambil bersenandung kecil dan sesekali memperhatikan orang-orang yang keluar masuk minimarket.

"Kalo gak punya uang ya jangan belanja disini mas."

"Maaf ya mbak, dompet saya itu ketinggalan. Kalo gak ketinggalan juga saya bayar ini minuman."

"Ya sudah bayar sekarang, ngakunya banyak uang tapi bayar sepuluh ribu aja gak mampu. Gimana sih mas?"

"Masya Allah mbak, dibilang dompet saya ketinggalan. Gak percayaan nih mbak nya."

Jaemin yang melihat acara debat di depan antara penjaga kasir dan cowok berhoodie cokelat memilih maju dan meletakan keranjang belanjaannya.

"Biar saya yang bayar mbak, satuin aja sama yang ini." Jaemin menggeser keranjangnya membuat kedua orang itu menoleh secara bersamaan ke arahnya.

Mbak-mbak kasir hanya mengangguk lalu segera menjumlah semuanya meninggalkan tatapan tajam dari cowok itu sedangkan Jaemin masih berdiri santai sambil bernyanyi tanpa suara.

"Totalnya seratus tiga puluh tujuh ribu, mas."

"Oh iya," Jaemin tersenyum lalu segera mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet cokelatnya.

"Kembaliannya ambil aja, mbak." Lagi-lagi Jaemin tersenyum sebelum mengangkat dua plastik putih itu dan berbalik lalu keluar dari minimarket.

"Heh mas kok malah bengong sih, itu temennya udah pulang." penjaga kasir itu memukul mejanya membuat cowok berhoodie cokelat menoleh ke arahnya.

"Apaan sih mbak." cowok itu mengambil minuman bersodanya lalu segera berlari keluar minimarket.

Mata elangnya menatap sekitar minimarket yang sepi nan gelap sebelum akhirnya menangkap seorang cowok lumayan tinggi yang sedang berdiri di pinggir jalan.

"Hei!"

Teriakan nyaring itu membuat Jaemin yang sedang memesan taksi online menoleh dan terlihat cowok yang tadi berjalan ke arahnya.

"Nanti gue ganti duit lo."

"Gak usah. Itung-itung gantiin minuman yang kemaren lo kasih ke gue."

Cowok berhoodie itu tersenyum dan mengangguk samar sebelum ikut berdiri di samping Jaemin.

"Jaemin ya?"

Jaemin yang masih fokus dengan ponselnya menoleh dan sedikit mendongkak karena cowok di sampingnya lebih tinggi darinya. Tak lama kedua ujung bibirnya terangkat.

"Kak Mark, kan?"

"Gue kaget sih tadi. Btw thanks ya." Mark menunjuk minuman soda di tangannya yang tinggal setengah itu membuat Jaemin tersenyum lalu mengangguk.

DESTINYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang