Part 2

2.6K 152 31
                                        

Kalau ada typo, tandai ya.

160

🍭

🍭

🍭

Sepanjang hari ini, Lia lebih memikirkan bagaimana cara mendekati pria yang selama ini belum dikenalnya, bahkan nama saja tak diketahuinya. Akan sangat sulit baginya, karena inilah kali pertama untuk dirinya mendekati seorang pria. Lia cukup takut kalau pria itu akan menolaknya, tetapi saat dia memikirkan uang, maka apapun akan dilakukannya.

Pensil yang lancip tersebut menari di atas kertas, menciptakan suatu bunyi. Lia tampak lihai dengan kreativitasnya melukis wajah pria itu. Senyum terbit di wajahnya, melihat hasil gambarnya yang tak terlalu buruk.

"Lebih baik, kau urungkan saja niatmu. Kau tahu, Dia adalah orang yang sangat berbahaya," ucap Stella.

"Kau tahu saja isi pikiranku." Lia langsung menjatuhkan kepalanya di atas meja. Dia menatap pada lukisan yang telah dibuatnya, seutas senyum langsung muncul, memancarkan sebuah kebahagiaan, meski sedikit terganggu dengan nasihat yang Stella berikan.

Jujur, Lia adalah anak yang tak suka diatur. Apalagi rencana yang sudah disusunnya harus tergganggu dengan nasihat Stella.

"Itu semua terserah mu. Aku hanya ingin memberitahu saja. Lebih baik, kau buka grup Lambe untuk mengetahui informasi yang lebih banyak," ucap Stella. Dia kembali fokus pada buku bacaannya, sebuah buku yang menceritakan suatu sejarah.

Mengikuti ucapan Stella, Lia langsung membuka gadgetnya. Ke sebuah media sosial yang sangat dikenali oleh seluruh orang WhatsApp. Melihat suatu grup yang bertuliskan:

Lambe turah sekolah Garuda.

Dengan gambar sebuah bibir yang tebal. Grup gosip yang didominasi oleh para kaum hawa. Mereka mengungkapkan informasi terbaru yang sangat menghebohkan. Lia menghela napasnya kasar, ada sekitar 20.579 pesan yang belum dibacanya dalam grup ini.

Dia tak menggemari gosip seperti ini, hanya membuang waktu saja. Namun, demi informasi yang sangat penting, Dia terpaksa membukanya.

Julia 11 Mia 2: Aku baru saja mendapatkan sebuah informasi yang sangat penting kalau Brian dan teman-temannya itu adalah orang yang sangat berbahaya. Rumornya ada sekitar 10 geng motor di Kota Jakarta ini yang sudah takluk dengan geng motor Mavros.

Hanya kalimat itu saja yang menjadi fokus utama Lia. Dia terdiam, mencerna maksud dari ucapan Julia; seorang wanita yang menjadi admin dari grup ini. Dia adalah orang yang paling cepat mendapatkan informasi terbaru.

"10 geng motor? Apakah tak terlalu berbahaya?" gumam Lia. Sudah tak terhitung jumlah geng motor di Kota ini dan membuat tunduk 10 geng motor sangatlah banyak. Mereka pasti sangat berpengaruh. Dari wajahnya saja, Lia dapat melihat bagaimana mereka yang sangat seram.

"Bagaimana? Apakah kau akan tetap mendekati pria itu lagi?" tanya Stella. Dia tersenyum saat melihat wajah Lia yang tampak pucat setelah membaca pesan dalam grup itu.

"Aku belum mengenalinya. Jadi, aku tak bisa mengambil kesimpulan hanya dari gosip saja." Lia tetap keras kepala. Dia membaca kembali pesan yang ada dalam grup tersebut. Hatinya terasa panas saat melihat lebih banyak informasi buruk yang berasal dari Julia.

"Melihat informasi yang buruk ini, membuat suasana hatiku menjadi buruk. Aku ingin ke taman, apakah kau ingin ikut?" tanya Lia. Dia mengambil roti dan botol minumnya, bersiap untuk pergi ke Taman.

"Aku ikut. Di sini sangat berisik, membuat telingaku menjadi sakit." Stella beranjak, dia hanya membawa buku Sejarahnya, pelajaran yang sangat disukainya.

Ms. Money (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang