Kalau ada typo, tandai ya
828
🍭
🍭
🍭
Penawaran yang Brian berikan begitu menggiurkan. Sepertinya, pria itu telah mengetahui kelemahan Lia. Dengan uang, maka apapun Lia akan pikirkan. Apalagi jumlah yang Brian berikan tak main-main. Bisa makan berapa hari dirinya kalau menyimpan uang Rp. 500.000? Lia tak bisa menunggu Julia yang akan memberikan uang padanya. Sekali lagi, Lia melihat ke arah bubur dengan suwiran ayam dan daun bawang yang menghiasi bagian atasnya. Berusaha berpikir kalau makanan itu adalah sesuatu yang lezat. Lia memejamkan matanya, dua memikirkan salah satu YouTuber Indonesia yang selalu membuat video makan atau biasa disebut sebagai Mukbang.
Setelah mood makannya telah kembali, Lia mengangguk. "Baiklah. Mana uangnya?" tanya Lia. Setidaknya dengan dirinya memegang uang, Lia bisa menjadi lebih semangat dalam makan bubur tersebut.
"Harusnya uang diberikan setelah kau selesai makan. Nanti, bagaimana jika kau tak menempati janji dengan memakan habis bubur ini." Brian jelas tak percaya. Melihat Lia yang begitu jijik dengan bubur ini, membuatnya tak yakin kalau Lia akan menghabiskannya.
"Uang diberikan akan membuatku semangat. Apa? Kau tak memiliki uang. Dasar pria miskin." Lia membuang wajahnya. Dia tinggal menunggu reaksi Lia yang pasti tak ingin kalah. Lia sangat tahu bagaimana pria itu. Pria yang tak ingin dianggap remeh oleh siapapun itu.
Terbukti saat ini, Brian yang tengah terkejut. Wajahnya terlihat kesal, dia langsung menaruh tempat bubur tersebut di meja dengan kerasnya, sehingga menimbulkan sebuah bunyi yang nyaring. Tangan Brian mengambil dompet, mencium bau uang di dekatnya, Lia langsung memandangi Brian. Melihat pria itu yang membuka dompetnya, terpampanglah uang yang menumpuk di dalamnya, warna merah semua lagi. Lalu, dibeberapa bagian akan ada kartu ATM dan kartu kredit. 'Banyak sekali.' Lia berucap dalam hatinya. Air liurnya akan jatuh kalau tak cepat sadar setelah melihat yang sebanyak itu. Jika uang kertas dibawanya dalam jumlah banyak, lalu berapa jumlah uang dalam kartu ATM sebanyak itu? Wah, memang tak salah Lia memilih Brian sebagai kekasihnya. Tak peduli jika pria itu merasa Lia menjadi kekasihnya atas dasar kalah taruhan saja, yang terpenting adalah uang untuknya.
Brian mengeluarkan uang Rp. 500.000 dan diberikan kepada Lia. Tentu saja wanita itu langsung menerima, menghitungnya sejenak, sekiranya telah pas uangnya, Lia langsung memasukkan ke dalam selimutnya. Saat ini, dia memakai baju pasien yang pastinya tak memiliki kantung di beberapa bagian. "Ayo, suapi aku. Kebetulan aku sudah lapar." Lia langsung membuka mulutnya dengan lebar-lebar, menunggu makanan bubur itu memasuki mulutnya.
Satu suapan memasuki mulut Lia. Meski rasanya pahit, tetap di kunyah nya dan langsung menelan. "Satu sendok itu langsung penuh, jangan setengah. Biar cepat habis," ucap Lia saat melihat Brian yang menyendok bubur hanya setengah saja. Tak tahukah pria itu kalau Lia menahan rasa pahitnya saat memakan buburnya.
"Kau ini cerewet sekali. Ayo, makan." Sendok yang Brian pegang, berisi begitu banyak bubur.
Lia membuka mulutnya sebesar mungkin, agar bubur tersebut cukup di mulutnya. Saat sendok itu menumpahkan seluruh buburnya di lidah Lia, dia mengunyahnya dengan cepat dan menelannya.
"Lagaknya ingin makan banyak. Lihatlah, mulutmu sudah terkena banyak noda." Brian mengambil tisu dan dengan kasarnya, dia menekan pipi Lia yang terkena noda makanan. Lia melotot tak percaya, pasalnya akibat Brian yang mengelapnya dengan kasar, membuat Lia harus terdorong ke belakang.
"Pelan-pelan kau tahu aku sampai---"
Saat sedang berbicara, mulut Lia langsung diisi lagi dengan bubur tersebut. Brian tertawa kecil, melihat Lia yang sangat lucu ingin mengoceh tetapi mulut penuh, membuatnya terlihat seperti anak kecil.
Lia memukul keras tangan Brian yang telah menjahilinya. Dia mengunyah dengan cepat dan menelannya. "Aku lagi sakit. Harusnya kau menjagaku dengan baik. Bukan seperti itu caranya."
"Habisnya kau terlalu banyak keinginan, membuatku kesal saja." Brian mengambil botol yang berisi air mineral. Dibuka tutup botol tersebut dan diberikan kepada Lia.
Meminum air mineral dengan begitu cepat. Bahkan Brian saja menggeleng melihat Lia yang seperti orang yang tak minum selama beberapa tahun saja. Padahal beberapa menit lalu, Lia telah menghabiskan satu gelas.
Lia menatap pada mangkuk yang berisi bubur. Tinggal sedikit lagi, mungkin beberapa suapan besar akan membuat bubur itu sampai ke lambungnya dan dicerna oleh enzim.
Satu demi satu suapan, membuat Lia merasa kenyang. Brian tak lagi memberikannya porsi bubur dalam jumlah besar di sendok nya lagi. Hingga dalam waktu 5 menit, perut Lia sudah terasa benar-benar mengerat akibat kenyang dan juga mangkuk yang berisi bubur juga sudah habis.
"Yeay, habis." Lia berseru gembira. Dia ingin menjatuhkan tubuhnya, karena saat ini dia sedang duduk. Namun, punggungnya ditahan oleh Brian. Lia menatap penuh kebingungan dengan pria itu.
"Mengapa?"
"Habis makan tidak boleh tidur. Ayo, duduk!" Bria menaruh bantal di sandaran kepala ranjang dan mendorong pelan tubuh Lia, agar bisa bersandar.
"Aku lagi sakit, Brian." Meski tubuhnya sudah lebih membaik dan rasa pusingnya masih terasa, Lia hanya ingin istirahat dan tidur. Bukan duduk tidak jelas seperti ini.
"Kita akan menonton televisi."
Brian memilih film dari stasiun televisi Indonesia yang menyiarkan Box Office, khusus film barat. Biasanya film barat yang masuk ke stasiun televisi Indonesia adalah film aksi. Hal inilah yang membuat Lia terdiam. Dia fokus pada film aksi, genre kesukaannya, apalagi yang memainkan peran utama adalah James Bond, Lia sangat suka sekali. Brian duduk di sampingnya, ranjang yang begitu kecil, membuat jarak mereka sangat dekat.
Lampu yang mati, membuat mereka seperti berada di bioskop jika layarnya lebih lebar dibanding di rumah. Kurangnya hanya cemilan saja, Brian juga membeli beberapa Snack kesukaan Lia, hanya saja lidahnya yang masih berada pahit membuat mood makannya sangat jelek.
Lia menyandarkan kepalanya di bahu Brian saat kepalanya kembali sakit. Dalam kegelapan, matanya melirik me arah Brian yang sedang sangat fokus pada film tersebut. Seolah sangat terhipnotis saat pria itu sedang menonton film, Lia hanya diam saja.
Tak sekalipun dirinya mengalihkan pandangan dari Brian. Sebelum ....
"Astaga. Maafkan, aku yang telah menganggu waktu kalian." Stella dengan senyum nya muncul. Tangannya yang memegang plastik disembunyikan ke belakang tubuhnya. "Jika kalian ingin berdua. Aku akan ke kantin dulu."
"Tidak. Aku sudah akan pergi," ucap Brian. Dia turun dari ranjang dan menatap Lia sejenak. "Besok aku akan ke sini lagi. Beristirahat lah." Sebelum meninggalkan Lia, Brian sudah terlebih dulu mengelus puncak kepala Lia.
"Dia pria yang sangat romantis," ucap Stella setelah melihat Brian pergi dari ruangan inap Lia.
Stella berbalik. Melihat Lia yang menatap kesal padanya.
"Maaf. Aku menganggu waktu berdua kalian."
TBC
Kamis, 26 November 2020.
Publikasi: Sabtu, 16 Januari 2021.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Money (END)
Dla nastolatkówIni tentang Lia yang menjadi gadis pecinta uang. Seringkali dia memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan uang, salah satunya adalah memanfaatkan seorang pria kaya yang akan diambil uangnya. Niatnya ingin memanfaatkan, justru menjadi sebaliknya. Li...
