Sebelum membaca alangkah baiknya kita absen dulu, kalian tau cerita ini dari mana?
Baca part ini jam berapa?
Tim sad ending atau happy ending?
Oke, cukup. Happy Reading guys❤
Suasana kota Jakarta di pagi hari sudah dipenuhi berbagai kendaraan. Suara deru motor terdengar nyaring melalui indra pendengarannya. Aura gelap sudah terasa walaupun hanya dari sorot matanya, Darka menarik pedal gas untuk mempercepat laju motornya mencoba menghilangkan segala macam pikiran yang berada dibenaknya saat ini.
Tidak membutuhkan waktu lama, Darka sudah tiba di tempat tujuan. Memasuki area parkir, dan menghentikan motornya. Tangannya terulur melepas helm lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
Tidak, tidak ada jeritan histeris para gadis seperti yang diharapkan. Bukan juga karena tidak memiliki ketampanan. Namun, mereka tidak memiliki nyali yang cukup besar jika harus berhadapan dengan Darka.
Aura mencekam sungguh terasa di sekitarnya. Di sisi lain Arisha baru saja ke luar dari mobilnya, melambai ke arah seseorang yang berada di dalam mobil sebelum memasuki sekolahnya. Darka tersenyum miring memperhatikan Arisha melalui kaca spion-nya.
Baginya, kehidupannya sudah hancur sekarang.
Darka segera turun dari motornya, tatapan nyalangnya terus memperhatikan gerak-gerik Arisha yang berjalan di depannya. Darka mempercepat langkahnya, menarik lengan gadis itu dengan kasar dan memojokkannya ke dinding membuat Arisha tersentak kaget. Darka bahkan tidak ragu mencengkeram bahu Arisha dengan sangat kuat.
"D-Darka—"
"Buat apa lo di sini?" tanya Darka.
"Apa?" Arisha mengerutkan dahinya karena tidak memahami perkataannya.
"Segitu niatnya, sampai pindah ke sekolah yang sama bareng gue? Biar apa? Biar gue mau terima perjodohan kita? Cih." Darka berdecih seraya memberikan tatapan mematikan.
"Pergi dari sini."
"Darka gue—"
"Gue bilang, pergi dari sekolah ini. Sekolah ternama kayak gini, gak pantes nerima murid jalang kayak lo," tekan Darka.
"Kenapa lo kayak gini, Darka? Kenapa lo benci sama gue?" tanya Arisha menatap lekat netra laki-laki itu.
"Masih gak nyadar? Lo lupa, apa perbuatan lo setahun yang lalu?"
Arisha terdiam sesaat sebelum akhirnya mengalihkan pandangan ke arah lain. Satu tahun yang lalu adalah kejadian yang tidak akan pernah mereka lupakan. Persahabatan yang ia jalani bersama Darka hancur begitu saja tanpa adanya penjelasan. Seperti sekarang, Darka terang-terangan menatapnya dengan penuh kebencian.
Darka tersenyum miring "Kenapa diam?"
"Tapi itu kecelakaan, kita semua tau kalo itu kecelakaan. Kenapa lo nyalahin gue?"
"Seharusnya lo mati, Arisha. Kenapa lo harus hidup setelah buat orang lain koma?"
"Dengerin gue, selagi gue minta secara baik-baik. Pergi dari sekolah ini, dan batalin perjodohan kita. Setelah itu, gue akan lupain apa yang terjadi satu tahun yang lalu."
Arisha menggeleng pelan tanpa menatap Darka. "Sorry, gue gak bisa."
Kedua tangan Darka mengepal kuat, giginya gemertak menahan amarahnya. Berdekatan dengan Arisha justru semakin menguras emosinya. Tidakkah Arisha harus menuruti permintaannya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Stop It, Darka! [END]
Teen Fiction"Seharusnya lo mati, Arisha. Kenapa lo harus hidup setelah buat orang lain koma?" Sadis, kejam, dan penuh amarah, kalimat yang tepat untuk menggambarkan seorang Darka. Tidak ada yang memiliki keberanian untuk mendekati laki-laki itu. Bahkan, sekada...
![Stop It, Darka! [END]](https://img.wattpad.com/cover/251602222-64-k587073.jpg)