P A R T 1 3

34.1K 2.6K 48
                                        

Bruk!

Seluruh makanan yang ia bawa jatuh berserakan di lantai, Seyna memandang nasi goreng yang Darka berikan kepadanya kini terlihat mengenaskan sebelum ia sentuh. Seyna berniat ke kantin, namun di koridor seseorang menabraknya membuat tupperware itu jatuh dari genggamannya.

"Lo lagi?" kata orang yang menabrak Seyna. Dia adalah Saras, mendengar itu Seyna mengalihkan pandangan untuk memandang Saras. "Lo lupa, apa peringatan dari gue?"

Seyna tidak menjawab, gadis itu justru membuang pandangan membuat Saras naik pitam.

"Lo bisu, hah!" Saras mendekati Seyna dengan marah, namun Celline menahan lengan Saras bermaksud menghentikan gadis itu.

"Sar, lo bisa dapet masalah," bisik Celline.

"Cupu ini yang bakal dapet masalah!" ketus Saras kini mendorong bahu Seyna.

"Lo bener-bener cari masalah gue ya?!"

Kali ini Seyna menatap Saras. "Tapi Kakak duluan yang nabrak aku."

Saras tersenyum miring. "Berani lo ngelawan gue?"

"Harusnya Kakak yang minta maaf karna—"

"Gue rasa lo lebih pentingin makanan itu ya?" tanya Saras menaikkan sebelah alisnya, ia melirik makanan yang berserakan di lantai.

"Sini lo!" Saras menarik Seyna hingga membuat gadis itu jatuh terduduk, Saras menggunakan tangannya mengambil makanan itu lalu berusaha memasukkannya ke dalam mulut Seyna agar menelannya.

"Kak, eumpphh—"

Beberapa murid hanya menyaksikan kejadian itu, tidak ada yang berani menghentikan perlakuan Saras terhadap Seyna.

"Ayo, telen. Gak baik buang-buang makanan. Gue bener, kan?" kata Saras menyeringai.

Seyna menitikkan air mata, tubuhnya bergetar karena tangisan. Tetapi di antara mereka hanya menyaksikan tanpa berniat membantunya. Ya, selama ini Seyna di sekolah selalu diperlakukan seperti itu. Itulah sebabnya Arisha dan Darka berperan sebagai perisai dalam hidupnya. Tetapi sekarang, keadaan memutar balikkan semuanya.

Saras mencengkeram dagu Seyna. "Mau lo nangis darah sekali pun, gak akan ada yang peduli sama lo. Tunggu aja, lo pasti bakal dapat yang lebih dari ini."

Saras berdiri diikuti Celline yang berjalan di belakangnya. Dari kejauhan ia melihat Arisha yang mendekatinya.

"Eh itu ada apa—" Perkataan Arisha terpotong karena Saras menariknya ke tempat Saras berdiri sebelumnya. Saat Arisha berniat membalikkan tubuhnya, Saras lebih dulu menyentuh kedua bahunya agar mereka berhadapan.

"Arisha, lo dari mana aja? Kita nyariin lo dari tadi," ucap Saras.

"Gue di kantin nungguin kalian, makanya gue ke sini karna kalian gak dateng," ujar Arisha.

Celline dan Saras hanya diam saling melirik satu sama lain tanpa berniat menjawabnya. Di sisi lain, Darka melihat Seyna yang terduduk di koridor. Laki-laki itu mempercepat langkahnya. Kedua tangannya mengepal ketika melihat Seyna yang menangis dan juga makanan yang berserakan di lantai. Darka membungkuk menyentuh gadis itu.

Stop It, Darka! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang